E3 2013: Lords of the Fallen, IP Baru City Interactive, Padukan Dark Souls dan Borderlands

Satu IP baru yang dikenalkan selama Electronic Entertainment Expo 2013 adalah Lords of the Fallen. Game action RPG ini dikembangkan oleh beberapa orang yang pernah tergabung dengan tim developer serial The Witcher. Pengembangnya, Deck 13, menyebut Lords of the Fallen sebagai perpaduan antara Dark Souls dan Borderlands.

Game ini ditangani oleh Tomasz Gop, mantan senior producer dari The Witcher 2: Assassin of Kings. Dia bekerjasama dengan developer Polandia CI Games, tim yang pernah menangani Sniper: Ghost Warrior 2. Belum banyak yang diketahui dari game yang akan dirilis untuk PC, Xbox 360, PlayStation 3, PlayStation 4 dan Xbox One ini. Namun dari deretan concept art serta screenshot yang dirilis publishernya City Interactive, kami yakin game ini layak menjadi salah satu judul game yang patut kamu tunggu kehadirannya tahun depan.

Karakter utamamu, Kratos………… ups, salah, inilah Harkyn! Sepertinya bukan tipikal karakter utama yang “menarik” untuk dinikmati dalam sebuah RPG ya?

Deskripsi singkat yang diberikan developer dan publisher game ini menyebutkan, jika game ini akan menjadi sebuah action RPG yang hardcore, dengan sistem pertarungan advance serta sistem skill yang dalam. Mengambil setting dunia fantasi dimana dewa telah merasa kecewa terhadap umat manusia dan ingin menghancurkannya. Kamu mengendalikan seorang manusia bernama Harkyn, dalam sebuah quest melawan kekuatan supernatural yang sangat kuat. Sedangkan dunia yang menjadi setting itu sendiri terbagi dalam dua kekuatan, mereka yang menjadi pengikut Fallen God, dan mereka yang melawannya. Harkyn berada di tengah-tengah, dan berambisi mengakhiri pertikaian tersebut. Di sepanjang perjalanan, karakter akan dihadapkan pada serangkaian opsi dengan keputusan yang diambil akan mempengaruhi baik dunia dan juga karakternya, sekaligus akan berpengaruh pada jalan cerita.

Informasi lainnya yang berhasil kami gali selama E3 2013 ini, seperti karakter nantinya bisa memilih salah satu dari tiga tipe, entah itu rouge, warrior, atau cleric. Rouge sangat cepat, dengan fokus menyerang dan menghindar. Sedangkan warrior memiliki kekuatan menyerang lebih besar, meskipun lambat. Kemudian cleric bisa menimbulkan damage tinggi, hanya saja armornya lemah. Pertarungan dalam game ini tidak menghadapkan karakter melawan banyak musuh sebelum akhirnya melawan boss, namun setiap musuh yang kamu temui bisa menjadi boss, karena memang mereka sangat kuat.

Dan setiap pertarungan dibuat seperti sebuah duel, satu lawan satu, atau bisa juga musuh muncul berkelompok, hingga 3 monster bersamaan. Untuk menyerang pun tidak diperkenankan sembarangan menekan tombol. Ada pola serangan khusus yang bisa memberi reward ketika itu kamu lakukan. Dari sini terlihat sekali kesan Dark Souls-nya. Sedangkan unsur Borderlands yang disebutkan oleh developer sepertinya terlihat pada desain item-itemnya yang sedikit “berwarna” di tengah keseluruhan nuansanya yang gelap.

Beberapa elemen gameplay lainnya yang kami ketahui, seperti ketika level up, karakter akan mendapatkan poin yang bisa didistribusikan untuk meningkatkan status seperti stamina dan strength. Setiap alokasi poin tersebut akan terlihat jelas perbedaannya pada kemampuan bertarung karakter. Kemudian di sepanjang permainan ada banyak puzzle rahasia, seperti misalnya, ketika karakter masuk ke sebuah ruangan, dan jika dia segera membalikkan badan, akan melihat petunjuknya. Banyak puzzle memberi item langka yang membantu dalam menyelesaikan permainan. Semua item tersebut bukan item tersembunyi, melainkan reward dari menyelesaikan puzzle-nya.

Sayang belum ada trailer resmi yang bisa menggambarkan seperti apa game ini. Sementara itu kamu bisa melihat Lords of the Fallen melalui deretan screenshot yang sudah dirilis pengembangnya.

Sumber: City Interactive


SHARE
Previous articleE3 2013: Dragon Fantasy Book II, Nostalgia Dragon Quest dan Final Fantasy Klasik
Next articleE3 2013: Tecmo Koei Tambahkan Dua Karakter Baru untuk Dead or Alive 5 Ultimate!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.