[Kuliah Om Jas] Mengapa Karakter Game yang Kita Buat Mudah Dilupakan?

Halo semuanya, ketemu lagi dalam Kuliah Om Jas edisi kali ini. Kalau dilihat-lihat judulnya super panjang yah. Hal ini Om Jas buat karena banyak teman-teman Om Jas yang mencoba membuat original character (OC) atau yang sering disebut dengan karakter orisinil buatan mereka sendiri, namun masalahnya setelah gamenya rilis, karakternya dengan mudah dilupakan. Nah lo… kok begitu ya?

Om Jas menganalisis dari game-game terkenal yang karakternya tidak mudah dilupakan seperti Final Fantasy, Tales of Series, Suikoden Seriees, Star Ocean, Metal Gear Solid, Assassin Creed, God Of War, Devil May Cry (yang sempat jadi kontroversi di desain karakternya), Mario Bros, Sonic, Rayman dan masih banyak game lainnya yang Om Jas coba. Ternyata beberapa hal dapat menjadi sebab mengapa karakter game yang sudah capek-capek kita buat jadi mudah dilupakan oleh orang lain. Mau tahu mengapa? Yuk kita ikuti Kuliah Om Jas edisi ini.

Kuliah kali ini Om Jas kemukakan agar kita mengerti cara merancang karakter yg menarik dalam game. Untuk kali ini tidak semuanya ke arah desain visual karakter tersebut, tetapi ada yang ke arah penokohan atau karakterisasi dari karakter yang kita buat tersebut. Nah, Om Jas akan memberitahukan mengapa karakter yang kita rancang mudah dilupakan. Lalu Om Jas akan memberikan contoh solusi untuk mengatasi hal tersebut. Teman-teman semua silahkan menuliskan dalam kolom komentar kalau mau memberikan solusi untuk point-point yang Om Jas kemukakan atau kalau ada pertanyaan mengenai point-point tersebut, atau mungkin malah mau nambah point? Ayo, lebih seru kita berinteraksi, lebih seru pula kuliahnya.

Menurut analisis yang Om Jas lakukan, karakter terlalu mudah dilupakan karena:

1.Karakter terlalu hitam atau putih

Artinya karakter itu kalau baik terlalu baik, kalau jahat terlalu jahat, jadi kurang realistis. Contoh kalau dia tokoh baik, dia akan selalu baik, tidak pernah berbuat jahat sekecil apapun dan selalu menerima saat menjadi korban. Bila dia tokoh jahat, maka dia akan terlalu kejam, sadis dan penuh kejahatan, tidak ada kebaikan sedikitpun dalam dirinya.

Solusi untuk masalah ini adalah, kita dapat membuat karakter yang realistis, pelajari sifat baik dan buruk, kombinasikan secara tepat, pasti karakter itu akan lebih menarik. Om Jas akan berikan beberapa contoh sifat karakter yang tidak terlalu

Contoh 1: Jagoan yang mata duitan dan selalu memperhitungkan keuntungan untuk melakukan sesuatu. Namun ia cukup perhatian pada orang-orang yang membutuhkan serta tidak segan-segan bertindak untuk menolong, walau tetap pada akhirnya minta imbalan berupa uang. Hal ini dapat dilihat pada tokoh Razh Avandrey dalam game Eternal Grace yang dikembangkan oleh Enthrean Guardian.

Contoh 2: Tokoh antagonis yang kejam dan tak kenal ampun, tapi bisa menangis bila melihat ibunya dijahati oleh orang lain.

Contoh 3: wanita yang lembut dan manis, namun ternyata ia sangat licik dan merupakan salah satu pemimpin ordo pemberontak yang paling ditakuti di kerajaan .

2. Desain karakter terlalu umum

Terlalu banyak karakter dengan pattern desain yg mirip dengan karakter di banyak game lain. Dari sisi desain misal pria gagah berikat kepala, wanita cantik dengan pakaian sexy atau pria besar berarmor lengkap, untuk musuh sering berbentuk iblis bersayap kelelawar. Ini menurut Om Jas sangat umum.

Solusi untuk hal ini yaitu dengan mempelajari dan mengkombinasikan banyak desain-desain unik, bahkan sekuntum bunga atau sebutir kelapa bisa menjadi inspirasi desain karakter. Atau bahkan cangkir bisa jadi sebuah desain yang indah seperti yang dibuat oleh sahabat Om Jas yang bernama Lazcht ini.

Solusi lain yang Om Jas bisa tawarkan yaitu mempelajari berbagai macam budaya. Hal ini akan sangat membantu untuk mengkombinasikan pakaian, sifat, mitos atau bagaimana karakter tersebut mengambil keputusan berdasarkan adat yang ia pegang sejak kecil. Hal ini dapat membentuk sifat yang unik dari karakter tersebut.

Om Jas kasih satu solusi lagi nih, coba kombinasikan beberapa spesies untuk menemukan dan menciptakan desain dan karakterisasi unik, misal harimau dan angsa atau kelelawar dan tokek. Hal ini pernah muncul dalam game Impossible Creature dan Spore, di mana kita malah bisa mengkombinasikan banyak part dari tubuh monster agar bisa menciptakan monster baru yang unik.

Contoh 1: dari sisi desain pakaian dengan budaya, desain Dita dalam game INheritage besutan Tinker Games merupakan salah satu contoh yang memadukan unsur budaya dari Domba Garut (Jawa Barat) dengan elemen futuristis.


Contoh 2: dari sisi minimalis tapi memorable Titok dari Gejegames buatan sahabat Om Jas, yaitu Om Ube juga merupakan salah satu contoh yang cukup dikenang.

3. Desain Tidak Masuk Di Akal

Kadangkala, saking serunya kita membentuk desain karakter, kita memasukkan unsur-unsur yang tidak masuk di akal sehingga oleh otak pemain atau yang melihat karakter ini, sepertinya karakter ini sama sekali tidak masuk di akal. Misalnya, ada golem batu raksasa, tapi bisa berenang dengan sangat lincah di air. Hal ini sangat tidak masuk di akal, mengingat batu akan langsung tenggelam begitu masuk ke dalam air. Atau karakter berbentuk binatang melata, memiliki tanduk, namun dia jalannya berguling-guling. Tanduknya akan melukai kepalanya sendiri kalau terus berguling-guling bukan?

Solusi yang Om Jas tawarkan adalah, kita harus tetap memikirkan ciri fisiologis dan anatomis dari karakter yang kita desain. Jadi perlu juga riset sebelum membentuk karakter yang ingin kita masukkan dalam sebuah game, tidak asal keren. Perhatikan game Abe Oddysey, bentuk tubuh Abe sangat cocok dengan cara berjalan karakter tersebut, jadi pemain secara psikologis menerimanya.

Ada solusi lain, pelajari banyak buku-buku legenda, buku mitos yang terpercaya, dan pengetahuan-pengetahuan tentang makhluk-makhluk aneh, jadi kalau mau mendesain karakter aneh, tidak terlalu kabur dan membuat yang memainkan serasa familiar. Goblin itu selalu kerdil, hidung besar, mungkin bisa berkulit hijau atau abu-abu. Coba buat goblin cantik melebihi elf, pasti secara tidak sadar psikologis pemain akan menolak desain itu.

Nah demikianlah beberapa hal yang membuat desain karakter game yang kita buat mudah dilupakan. Kalau kita bisa menghindari point-point yang Om Jas sampaikan, siapa tahu kita bisa membuat karakter game yang sangat menarik dan mudah diingat oleh siapa saja. Semoga Kuliah Om Jas kali ini bermanfaat. Yuk, kita makin semangat belajar untuk mengembangkan game. Tunggu Kuliah Om Jas berikutnya.


SHARE
Previous articleE3 2013: Square Enix Konfirmasikan Bloodmasque, Mengajakmu Memburu Vampire di Kota Paris
Next articleE3 2013: Quantic Dream Hadirkan Nostalgia Heavy Rain dalam Beyond Two Souls
Saya adalah seorang penggemar game sekaligus pembuat game. Sehari-hari bekerja sebagai dosen konsentrasi Pengembangan Game, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Kristen Satya Wacana. Saat ini mendirikan sebuah studio game indie yang bernama Enthrean. Karena saya penggemar JRPG, impian saya adalah membuat studio game yang bisa menyaingi ketenaran Square Enix.