Sesi Tanya Jawab Seputar Square Enix Smileworks!

Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, Square Enix sudah meresmikan pendirian studio barunya yang ada di Surabaya dengan nama Square Enix Smileworks. Acara Grand Launching-nya sendiri sudah dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Juni 2013 lalu di Ruang Pelangi, Hotel Shangri-La Surabaya. Selain memperkenalkan Square Enix Smileworks, pihak Square Enix yang diwakili oleh Youichi Wada sang CEO, beserta dengan CEO Square Enix Smileworks Hiroaki Kanamaru dan Itou Takahiro, sang CEO dari Smile Lab-Corporate membuka sesi tanya jawab bagi para media yang hadir untuk mengetahui lebih dalam mengenai Square Enix Smileworks dan apa saja rencana ke depannya di Indonesia.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan para media dijawab langsung oleh Youichi Wada, yang minggu depan sudah memasuki masa pensiunnya sebagai CEO Square Enix Jepang dan digantikan oleh Yosuke Matsuda. Berikut ini adalah kutipan dari sesi tanya jawab yang dilakukan dalam konferensi pers Square Enix Smileworks hari Rabu kemarin.

Dari kiri ke kanan: Itou Takahiro, Youichi Wada, dan Hiroaki Kanamaru

Media: Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Square Enix Smileworks saat ini terfokus kepada pengembangan game mobile, sosial dan web. Apakah ke depannya nanti Square Enix Smileworks membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan Square Enix Jepang dalam mengembangkan game AAA untuk konsol seperti Final Fantasy?

Wada: Untuk saat ini memang kami masih memusatkan perhatian kepada pengembangan game web dan smartphone. Untuk judul yang disebutkan di atas, memang belum ada rencana melibatkan tim pengembang dari Indonesia. Namun kami tidak menutup kemungkinan, nantinya tim dari Jepang dan Square Enix Smileworks bisa bekerja sama untuk mengembangkan IP atau judul game AAA yang benar-benar baru, yang belum pernah ada sebelumnya.

Media: Indonesia memiliki budaya yang menarik. Bahkan beberapa diantaranya sempat menjadi inspirasi bagi beberapa game Square Enix, seperti bentuk atap rumah dalam The Last Remnant. Apakah dengan adanya Square Enix Smileworks, budaya Indonesia akan semakin banyak terserap masuk ke dalam game-game Square Enix selanjutnya?

Wada: Karena nantinya game-game Square Enix Smileworks akan dibuat oleh orang-orang Indonesia, maka nantinya game tersebut tentunya akan memiliki seni tersendiri yang benar-benar khas Indonesia. Selain itu, kami juga akan kembali menggunakan budaya Indonesia sebagai referensi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Karena Indonesia memiliki budaya yang sangat kaya, kami yakin akan banyak yang bisa dijadikan referensi untuk game-game Square Enix baik untuk konsumsi orang Indonesia sendiri maupun juga untuk konsumsi pasar global.

Media: Indonesia sudah sangat kental dengan Final Fantasy dan memiliki fanbase yang sangat besar. Bagaimana Square Enix Smileworks yang ada di Indonesia melakukan pendekatan kepada para fans Final Fantasy di Indonesia, sehingga mereka tahu bahwa Square Enix Smileworks ada di Indonesia?

Kanamaru: Pertama-tama, Square Enix Smileworks tidak menjadi penjual untuk software game, tetapi kami lebih bekerja sama untuk hal publishing. Kami akan berkomunikasi dengan fans melalui game-game yang akan kami buat seperti game web.

Media: Saat ini developer game di Indonesia tengah bergeliat. Apakah ada rencana dari Square Enix Smileworks untuk menjalin kerja sama dengan mereka untuk mengembangkan sebuah game mungkin?

Kanamaru: Dari segi SDM, kami merekrut beberapa orang terbaik yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk kerja sama dengan developer game Indonesia sendiri, tentunya akan sangat terbuka lebar dalam beberapa bentuk, seperti misalnya dalam bentuk Outsourcing proyek selanjutnya.


SHARE
Previous articleE3 2013: Tecmo Koei Tambahkan Dua Karakter Baru untuk Dead or Alive 5 Ultimate!
Next articleE3 2013: Nintendo Umumkan Mario Kart 8 untuk Wii U!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.