E3 2013: Earth Defense Force 2025 Mundur Tahun Depan, Tetap Menjadi Game EDF Terbesar

Chikyuu Boueigun 4 alias Earth Defense Force 4 pertama kali dikonfirmasikan D3 Publisher pada Juli 2012 lalu. Game yang membawamu menjadi pemburu serangga raksasa tersebut sudah dipastikan akan dirilis di Jepang 4 Juli 2013 mendatang. Kemudian selama Electronic Entertainment Expo 2013, D3 Publisher selaku publisher (Namco Bandai untuk versi Eropanya) memastikan kapan akan merilisnya di US sebagai Earth Defense Force 2025, yang sayangnya mundur dari perkiraan awal tahun ini, menjadi Februari 2014 mendatang untuk Xbox 360 dan PlayStation 3.

Earth Defense Force merupakan aliansi militer banyak negara, yang dibentuk atas sponsor hampir setiap negara di dunia, yang meraa kuatir seandainya di masa depan ada alien yang datang ke Bumi, serta kedatangan mereka ternyata menimbulkan masalah. Dan ternyata kekuatiran tersebut terbukti pada tahun 2017, bumi kedatangan makhluk asing yang disebut Ravagers, ras alien yang menyerang Bumi dengan monster berbentuk seperti serangga raksasa, UFO, robot, dan bahkan juga makhluk berbentuk kadal berukuran besar setinggi 120 kaki. Delapan tahun setelah serangan Ravager terakhir di Arizona, para alien tersebut datang kembali dengan makhluk yang baru, evolusi dari pasukan mereka sebelumnya yang bersarang di bawah tanah. Salah satu diantaranya disebut Retiarius, monster mirip laba-laba dengan senjata jaring yang besar, serta ditemani makhluk mirip lebah berukuran besar. Itulah yang mengawali aksi baru para anggota EDF pada tahun 2025, mereka kembali harus melindungi Bumi dari invasi alien.

Fencer, kelas terakhir yang dikonfirmasikan…

Di sini kamu mengendalikan seorang EDF dari empat pilihan kelas. Antara lain, Ranger (kelas standar game EDF, prajurit  infantry darat yang bisa menggunakan kendaraan dan robot);  kemudian Wing Diver (kelas Airborne, hanya berjenis kelamin wanita, berbekal senjata canggih dan jet pack untuk terbang); lalu ada Air Raider (maksimal sebagai pendukung infantry dan airborne, dengan bekal kemampuan recovery health dan pertahanan, memunculkan kendaraan, atau memanggil bala bantuan serangan udara); dan juga kelas yang terakhir dikonfirmasikan, yang disebut Fencer (kelas khusus dengan armor berat dan bisa menggunakan bermacam senjata, seperti perisai yang mampu menangkis seranga, tombak hi-tech yang menembakkan plasma, hingga palu berukuran besar).

Fencer Class

Setiap kelas akan bertarung dengan banyak pilihan senjata, mulai assault rifle, sniper rifle, hingga rocket launcher, grenade, dan senjata laser. Namun hanya dua senjata yang bisa dibawa untuk setiap misi, dan khusus untuk Fencer yang penampilannya mirip samurai, dia bisa menggunakan dua senjata sekaligus. Kemudian beberapa level juga menyediakan kendaraan yang bisa kamu operasikan untuk membantu selama beraksi, atau menimbulkan kehancuran di sekitar levelnya. Yup, meskipun bukan game open-world, namun kamu bisa menghancurkan bangunan yang ada di setiap level selama menghajar para alien. Nantinya kamu juga bisa merekruit prajurit EDF lain, yang akan membantumu selama beraksi. Untuk kendaraanya sendiri terbagi menjadi empat kelas, antara lain: kendaran darat seperti motor dan ambulan, tank, helikopter, hingga power suits, semacam kostum berwujud mecha yang digerakkan karakter dari dalam.

Developernya, Sandlot mendesain seri baru ini sebagai yang terbesar diantara keselurugan game EDF, serta menjadi yang pertama juga menawarkan misi multiplayer dengan empat pemain sekaligus. Dalam mode ini, satu player bisa berperan sebagai host dan membuat room dengan lobby khusus. Sedangjan pemain lain bisa masuk dan bergabung, namun mode online mission-nya memiliki batasan equipment (baik armor dan senjata) apa yang boleh kamu gunakan. Hanya saja seiring kamu menjalani misi online-nya, batasan tersebut akan dikurangi. Mirip game koperatip lainnya, kamu bisa membangkitkan rekan yang tewas (armor mereka menjadi 0), namun di sini dilakukan dengan serangkaian kombinasi tombol. Selain itu, mode multiplayer ini memungkinkanmu berkomunikasi melalui chat dan gesture (memerlukan aksesoris kamera).

Berikut trailer terbarunya yang dirilis selama ajang E3 2013. Informasi lainnya yang kami dapatkan selama E3 2013 kemarin, kini karakter akan mendapatkan voice acting untuk setiap dialog pada cutscene penting dalam game. Kemudian tingkat kesulita game ini menawarkan pilihan mulai Easy, Hardest hingga Inferno. Developer juga berjanji menambahkan banyak senjata danarmor yang bisa dibuka dan di-upgrade kembali di sepanjang campaign, hingga kendaraan baru yang mampu menampung hingga tiga prajurit EDF sekaligus. Selain itu juga ada mode PvP untuk mengadu prajurit terbaik yang kamu bentuk selama campaign.

Earth Defense Force 2025 – PS3 / X360 – Air Raider (E3 2013)

Kolaborasi Dream C Club

Publisher game ini, D3Pubisher, termasuk salah satu penerbit besar. Mereka mengani pemasaran game seperri Ben 10 di Barat, atau do Jepang dengan serial Dream C Club. Karena itu tidak heran jika salah satu game yang mereka terbitkan juga muncul di tengah game ini sebagai bagian promosi. Seandainya kamu membeli Earth Defense Force 2025 langsung dari D3Publisher, kamu akan mendapatkan semacam balon pengecoh dengan gambar para karakter Dream C Club.

Mulai karakter Mina (berambut pirang) dan Setsu (rambut yang dikuncir). Ranger bisa menggunakan Mina, sedangkan Wing Diver dengan Setsu. Senjata EDF pun berubah warnanya ketika kamu menggunakan balon-balon tersebut. Sayang, kolaborasi ini hanya untuk Jepang, mengingat Dream C Club juga tidak dirilis di Barat.

Earth Defense Force 2025 – PS3 / X360 – The Nightmare returns

[nggallery id=632]


SHARE
Previous articleManga Silver Spoon Telah Mencetak 10 Juta Print!
Next articleNonton Yuk: Rekaman Konferensi Pers Selama E3 2013!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.