E3 2013: Impresi Demo dan Trailer Killer is Dead, Hack n’ Slash yang Fokus Block dan Dodge

Tentu kalian sudah mengenal Killer is Dead. Game terbaru karya Suda 51 tersebut kembali menarik perhatian dunia game, seperti karya-karya sebelumnya, mulai serial No More Heroes, Killer 7 hingga Lollipop Chainsaw, karena mengajukan dua unsur yang mungkin terlalu mature untuk ukuran video game secara awam, yaitu pembunuhan dan seks. Kami sudah mengulas cukup banyak mengenai game tersebut dalam artikel sebelumnya, dan kemudian selama Electronic Entertainment Expo 2013 kemarin, Grasshopper Manufacture selaku developer melalui publishernya Xseed Games menunjukkan banyak trailer gameplay barunya.

Game buatan Goichi Suda (a.k.a. Suda 51) ini memang hampir kelar, dengan rencana rilis 27 Agustus 2013 mendatang di Jepang dulu, baru kemudian menyusul untuk wilayah lain di Xbox 360 dan PlayStation 3. Tidak heran jika selama E3 ada banyak demo dan trailer menghiasi untuk memuaskan rasa penasaran publik akan aksi karakter utamanya, seorang pembunuh bayaran bernama Mondo Zappa. Killer Is Dead menawarkan perpaduan aksi berdarak, dialog kasar, banyak wanita berparas cantik, dan selera humor tersendiri di beberapa bagian cerita atau cutscenene-nya.

Demonya sendiri yang berjalan hanya dalam beberapa episode awal cukup memberi kita impresi pola permainan hack’n’slash yang stylish seperti Devil May Cry dan Ninja Gaiden, meskipun di sini karakter utamamu memiliki lengan cyborg, dan mayoritas gerakannya difokuskan pada ayunan pedang. Sementara lengan bionic-nya mampu melancarkan serangan jarak jauh, atau untuk mendobrak pertahanan musuh. Gerakannya standar, attack, block, dodge, dan guard break yang diwakili setiap tombol. Sukses menghindari serangan musuh memberimu gerakan eksekusi dengan animasi yang keren.

Setiap musuh yang kamu habisi dan diambil darahnya akan mengisi ability Adrenaline Rush, kemampuan yang mampu menghabisi musuh sekali gebrak dengan animasi dramatis. Selain itu, seiring kamu menghabisi musuh, juga akan mengisi meter combo, yang nantinya memberi akses combo baru yang lebih kuat. Sayangnya, jika Mondo terkena serangan atau mendapat damage, akan me-reset combo meter. Jadi lebih baik di sini menguasai gerakan dodge dan block untuk memudahkanmu selama bertarung.

Namun jika kombinasi pedang dan lengan besi tadi tidak cukup, kamu masih bisa memanggil wanita berlengan 12 (bisa kamu lihat melalui salah satu trailer di bawah) muncul dengan motor dan bersenjatakan senapan mesin, siap membersihkan semua musuh untukmu.

Progress game ini dibuat layaknya episode serial televisi, dan ada 13 cerita yang melengkapinya untuk sebuah campaign utama. Namun tidak semua cerita tersebut mengharuskanmu beraksi penuh darah. Di antara aktivitas membasmi para buronan yang menjadi musuh di sini, Mondo juga dituntut mencari cinta melalui Gigolo Mode. Mode tersebut mempertemukannya dengan beberapa wanita, dan ketika Mondo berinteraksi dengan mereka, sudut pandang kamera berubah first-person, membuatmu makin mudah dalam “mengenali” setiap wanita yang didekati Mondo sepanjang permainan.

Tidak ada aktivitas yang lebih jauh dari sekadar melihat di sini, dan melihat “properti” para wanita itu pun juga ketika mereka sedang memalingkan wajahnya dari Mondo. Berhasil melakukan itu (melihat ke arah bagian tertentu dari wanita tersebut ketika mereka memalingkan wajah), akan mengisi sebuah gauge (semacam bar kepercayaan dirinya si Mondo). Oh ya, pria yang selalu berkostum rapi ini juga akan mengenakan kacamata, yang bisa melihat di balik baju para wanita tersebut (sebatas pakaian dalam saja lho ya!), dan yang aneh, bisa juga untuk membaca apa isi pikiran mereka. Dengan demikian, Mondo bisa mengetahui apa hadiah yang paling diinginkan wanita tersebut untuk memenangkan hatinya.

Namun saya heran, sejauh ini meksipun dengan adegan kekerasannya, dan adanya mode Gigolo tersebut, saya  masih belum melihat game ini diganjar rating “dewasa,” baru sebatas rating “teens” saja. Hanya saja reward dari aktivitas di mode Gigolo tersebut sebatas poin, yang bisa kamu kumpulkan untuk ditukar dengan item dalam game. Mungkin karena itulah game ini masih masuk kategori wajar untuk anak muda.

Dan berikut trailer-trailer terbaru Killer is Dead, baik yang ofisial dari Sony, serta trailer yang menunjukkan demo gameplay-nya,

KILLER IS DEAD – Love and Kill Trailer | E3 2013

Episode 2

Episode 6 ~ The Man who Stole her Ears

Episode 7 ~ The Tiger that Faded into Darkness

[nggallery id=633]


SHARE
Previous articleE3 2013: Sony Menjelaskan Apa Saja Yang Bisa Kamu Lakukan Melalui Interface PlayStation 4
Next articleHiro Isono Sang Ilustrator Dunia Mana Tutup Usia
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.