E3 2013: Star Wars: Battlefront Adalah Game Baru, Bukan Battlefront III!

Saat perkenalan Star Wars: Battlefront dalam konferensi pers EA di E3 2013 beberapa hari lalu, banyak fans yang bertanya-tanya: Apakah kali ini DICE melanjutkan pengembangan Battlefront III yang kabarnya sudah hampir jadi, ataukah mengembangkan sebuah game Battlefront baru yang (mungkin) mengambil jalur reboot? Sepertinya pilihan kedualah yang diambil oleh DICE, dan hal ini diungkapkan sendiri oleh EA.

EA mengungkapkan bahwa Battlefront ini adalah interpretasi lain dari DICE mengenai bagaimana Battlefront seharusnya dibuat. Memang masih sedikit info yang bisa didapat dari game ini, karena EA dan DICE hanya menunjukkan teaser singkat mengenai game ini, yang menunjukkan beberapa elemen familiar di mata penggemar Star Wars, seperti setting lokasi yang mengambil planet es Hoth, hingga snowspeeder yang tertembak jatuh, ataupun kaki AT-AT Walker yang bersiap untuk menginjak.

“Game ini adalah interpretasi dari DICE mengenai seperti apa Battlefront seharusnya,” ungkap Patrick Söderlund, Boss EA Games Label seperti dikutip dari wawancaranya dengan Eurogamer. “Ini adalah deskripsi terbaik yang bisa kamu dapatkan. Tentunya ada beberapa hal dalam game Battlefront sebelumnya yang kamu kenal dan ingat, namun DICE ingin untuk menambahkan cita rasanya sendiri ke dalam game tersebut. Hanya ini satu-satunya cara yang bisa kami lakukan. Oleh karena itu, game ini disebut dengan Star Wars: Battlefront, tanpa angka 3 di bagian akhirnya. Kami ingin mengatakan, bahwa game ini adalah sesuatu yang baru,” paparnya lebih lanjut.

Patrick juga menepis ketakutan dari sebagian penggemar yang takut Battlefront akan kehilangan cita rasa Star Wars yang mereka kenal. “Saya ucapkan lagi, ini akan menjadi benar-benar Star Wars dan sangat keren!” yakinnya. Sayangnya, hanya klu itu saja yang dipaparkan oleh Patrick, dan dia berkilah bahwa saat ini masih terlalu dini untuk membeberkan detail lain mengenai game ini. Patrick juga mengungkapkan, bahwa Battlefront dikembangkan di studio pusat DICE yang ada di Stockholm, yang juga saat ini tengah mengembangkan Battlefield 4 dan Mirror’s Edge. Selain itu, studio Stockholm ini juga akan mendapatkan dukungan penuh dari studio Los Angeles yang baru dibuka, yang berisi mantan staff dari Danger Close (developer Medal of Honor), beberapa staff dari EA di US, serta beberapa orang dari Stockholm yang dipindahkan kesana.

“Kami akan terus memberikan support terhadap apa yang dikerjakan di Stockholm dari LA,” ujar Patrick. “Bayangkan beberapa konten seperti potensi ekspansi selanjutnya dan servis premium akan ditangani oleh studio LA. Namun, game-nya sendiri dibuat di Swedia (Stockholm), begitu pula dengan Battlefield 4 dan Mirror’s Edge,” papar Patrick lebih lanjut. Namun, Patrick sendiri tidak menutup kemungkinan bahwa di masa yang akan datang, studio di LA juga bisa melakukan yang “lebih” dibandingkan dari sekedar memberikan dukungan terhadap studio di Swedia.

Namun ada sedikit kabar yang cukup mengecewakan dari mulut Patrick. Kabarnya, Star Wars: Battlefront nantinya hanya disiapkan untuk PC, PS4 dan Xbox One. Belum ada informasi lebih lanjut dari DICE dan EA, apakah game ini hanya khusus untuk tiga platform itu saja, atau apakah nantinya mereka juga melakukan porting untuk konsol current gen seperti PS3 dan Xbox 360.

[Sumber: Eurogamer]


SHARE
Previous articleDua Toys Fair Serempak Diadakan di Jogja dan Jakarta pada Juni 2013
Next articleGym Leader Pertama di Pokemon X & Y Telah Dikonfirmasikan!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.