E3 2013: Saints Row IV Menghadapkan POTUS Melawan Alien di Dalam Dunia Virtual

Setelah pertama kali dikonfirmasikan pada pertengahan Maret 2013 lalu, selama Electronic Entertainment Expo 2013 kami mendapatkan update baru mengenai Saints Row IV. Game yang masih dikembangkan oleh Volition dengan publisher baru Deep Silver, pasca mereka mengambil alihnya dari THQ tersebut bisa dilihat lebih jelas melalui beberapa demonya selama event. Paling menarik jelas kemampuan superpower para karakternya, yang ditambahkan di sana karena musuh yang dihadapi kali ini adalah makhluk asing. Saints Row IV dikembangkan untuk PC Windows, PlayStation 3, dan X360 dengan rencana rilis 20 Agustus mendatang.

Dengan rencana rilisnya yang tidak lama lagi, game ini pun mendapatkan sesi demo yang lumayan panjang selama E3 2013. Apa yang melegakan, meskipun dengan berpindahnya publisher, “kegilaan” serial Saints Row tetap terjaga di tangan Deep Silver. Game action adventure dengan konsep dunia open world ini masih memposisikanmu sebagai pemimpin Third Street Saints, yang kini sudah meningkat posisinya sebagai presiden Amerika Serikat. Jadi selain pemimpin geng terkuat di dunia, kamu juga menjadi pemimpin dunia. Settingnya masih sama, kota fiksi Steelport dari seri ketiganya, yang penampilannya diubah menjadi bergaya retro-futuristis penuh teror. Dan seperti sebelumnya, Steelport tersebut juga mengadaptasi keadaan Washington, D.C.

Untuk waktu, tepatnya lima tahun setelah ending Save Shaundi di Saints Row: The Third, terfokus pada para Saints yang bertarung melawan ancaman yang lebih hebat dari geng-geng jalanan, yaitu alien. Invasi makhluk asing tersebut tidak biasa, dan mereka menculik protagonis game ini (sang presiden) serta para Saints (bisa disamakan dengan kabinetnya), yang kemudian menempatkannya dalam sebuah simulasi virtual, dimana karaktermu mendapatkan kekuatan super untuk menghancurkan alien Zin yang menyerang Bumi.

Walaupun sebernarnya agak aneh tiba-tiba memasukkan gameplay bernuansa superhero di tengah serial game yang memang gameplay-nya sudah dikenal penuh kehancuran, namun sepertinya developer ingin memberikan nuansa baru. Jika sebelumnya kerusakan bisa dilakukan dari darat, kini kamu menghadapi yang bisa terbang. Dalam demo E3 2013 lalu kami mendapatkan gambaran game ini mulai kedatangan ras alien Zin Empire, yang menawarkan para elit kehidupan yang lebih baik di bawah kekuasaan mereka. Namun tidak semua menyetujui penawaran tersebut dan memilih untuk melawan.

Akhirnya Zin menangkap Saints dan menempatkan mereka dalam dunia VR, dimana mereka tiba-tiba memiliki kekuatan super, yang entah darimana datangnya. Hasilnya, kamu akan bertarung melawan Zin dalam dunia digital Steelport, bersenjatakan Katana yang bersinar serta meriam yang mampu menciptakan lubang hitam. Pertama kali menyadari jika dalam game sebelumnya biasa bertarung di darat, musuh sesama manusia, kehancuran dan ledakan dengan senjata atau alat peledak yang normal (untuk ukuran Saints Row, normal ini artinya tidak umum, masih ingat Penetrator, senjata yang bentuknya mirip alat bantu seks?), namun kini semuanya terasa bombastis.

Namun jika menyadari itu terjadi di dunia digital, kamu pasti akan memakluminya toh masih banyak unsur Saints Row (baik cerita dan gameplay) di sini. Jadi melompat tinggi kemudian meluncur, membuat karakter hampir terbang seperti Superman. Karakter juga bisa bergerak cepat, plus diperkuat banyak kekuatan super lainnya. Sedangkan untuk urusan tembak-menembak, seperti tipikal game third-person shooter lainnya. Ada stok senjata api seperti SMG, pistol, dan shotgun. Senjata proyektil yang “tidak normal,” seperti  Dubstep Gun, mampu menembakkan semacam cahaya yang mampu mengacaukan musuh lengkap dengan efek digitized.

Demo E3 2013 langsung menyajikan karakter POTUS (President of the United States) yang super powered tersebut berkeliaran di dunia open world Steelport. Karena bisa melompat tinggi (tahan saja sebentar tombolnya untuk melakukan itu), collectible game ini pun kini ditempatkan lebih vertikal. Dia pun bisa berlari di sisi gedung, atau bergerak lebih cepat dari semua mobil (dan kamu pasti juga heran, kenapa masih ada opsi mengendarai kendaraan di sini).

Termasuk juga pertarungannya, ada sedikit nuansa baru ketika pertarungan tidak hanya terjadi di daratan. Seperti seri sebelumnya, mission baik yang single atau co-op tersebar di atas map. Selain melompat tinggi, untuk bertarung karakter dibekali kemampuan seperti untuk membekukan lawan, serangan berbasis api, bahkan telekinesis. Menggabungkan beberapa jenis serangan tersebut menghasilkan serangan yang menarik. Bekukan musuh, hancurkan dengan api, dengan telekinesis kamu bisa menggenggam mereka, lalu gunakan senjata yang bisa membuka lubang hitam, dan lemparkan mereka ke dalamnya.

Game ini masih dirilis untuk konsol generasi sekarang, dan belum ada rencana untuk PS4 atau X1. Kemudian banyaknya humor kasar dan terkadang agak (maaf) seronok khas Saints Row pun masih bertahan di sini, walaupun musuh yang dihadapi sudah beda. Penggemar Saints Row masih tetap menemukan ciri khas serial tersebut, sandbox di dunia open world, dengan musuh dan “mainan” yang benar-benar baru.

Pasca Kebangkrutan THQ, Masa Depan Bersama Deep Silver

Setelah mengajukan status bangkrut dan melelang semua asetnya pada 22 Januari 2013 lalu, THQ akhirnya memberikan salah satu studio first-party-nya, Volition kepada Koch Media (yang menjalankan Deep Silver, publisher serial Dead Island). Deep Silver selanjutnya akan menangani distribusi franchise tersebut, dan sudah berencana mengembangkan franchise Saints Row. Sedangkan Saints Row 4 yang saat itu memang sudah dikembangkan tetap dalam target rilis tahun 2013 bersama Deep Silver.

Deep Silver bisa dikatakan menang undian besar ketika THQ bangkrut, karena mereka selain mendapatkan hak atas Metro: Last Light dengan hanya US $5 juta, ternyata mereka juga tidak perlu membayar banyak untuk mendapatkan Volition Studios yang nilainya jauh lebih besar, dengan hanya US $22.3 juta, lengkap dengan semua franchise Saints Row serta Saints Row IV yang sudah hampir kelar pengembangannya. Bukan sekadar investasi jangka panjang, namun Volition dan game mereka tersebut menjadi jaminan pendapatan yang pasti di masa depan, mengingat game ketiganya, Saints Row: The Third saja diklaim terjual lebih dari 4 juta kopi di seluruh dunia. Jika sekuelnya ini mampu terjual dengan angka yang sama, bisa langsung mengangkat posisi Deep Silver dari posisi publisher menengah ke salah satu nama yang berpengaruh di industri game Barat.

Saints Row IV Collector’s Edition

Melengkapi versi regulernya, Deep Silver juga menyiapkan dua edisi khusus untuk Saints Row IV. Edisi khusus yang dikonfirmasikan awal bulan ini adalah Collector’s Edition, yang disebut sebagai “Super Dangerous Wub Wub Edition.” Edisi khusus ini sudah bisa dipesan awal dengan harga US $99/£89.99. Di dalamnya termasuk replika pistol Dubstep berukuran 12-inchi. Bukan sekadar replika, pistol ini bisa memancarkan laser dan memunculkan suara yang sama seperti ketika kamu menggunakannya dalam game. Selain itu, Super Dangerous Wub Wub Edition juga mendapat tambahan patung Johnny Gat Memorial Statue berukuran 8-inchi, dan replika Dubstep Doomsday Button, yang dalam game berfungsi untuk menjatuhkan bom. Itu bonus fisik, untuk yang digital, pemesan edisi spesial ini juga mendapatkan item seperti Screaming Eagle VTOL, yang mampu menembakkan roket serta melancarkan serangan “Sonic Scream.”

Saints Row IV Commander in Chief Edition

Edisi spesial yang dikonfirmasikan April lalu ini menjadi paket upgrade gratis bagi mereka yang memesan awal edisi standarnya. Commander in Chief Edition memasukkan beberapa senjata baru, seperti Screaming Eagle, kostum Uncle Sam, serta yang sangat kuat, “’Merica”. Commander in Chief Edition dijual dengan harga US $59.99 di konsol, dan $49.99 untuk PC.

Saints Row IV – War for Humanity (U.S. Version)


SHARE
Previous articleJohnny Depp Jatuh dan Terinjak Kuda di Featurette The Lone Ranger
Next articleE3 2013: Trailer Gameplay Pertama Castle of Illusion, Remake HD Setelah 23 Tahun
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.