HTC Konfirmasikan Butterfly S, Android 5-inchi Pertama HTC Dapatkan Injeksi Snapdragon 600

HTC memang melewatkan Butterfly (J Butterfly di Jepang) untuk pasar Indonesia, dan mereka lebih memilih memasukkan HTC One yang lebih eksklusif dan berkelas desainnya. Namun bagi mereka yang merasa Galaxy S4 kurang elegan desainnya dan lebih memilih solusi material aluminium HTC One, dan ternyata masih merasa kurang karena layarnya hanya 4.7-inchi, bisa berharap dengan HTC Butterfly S yang baru saja dikonfirmasikan kemarin oleh HTC.

Imbuhan huruf “S” itu bukan sekadar hiasan saja. HTC menambahkan banyak fitur baru untuk sekuel smartphone pertama mereka yang layarnya 5-inchi dan resolusi full HD tersebut. Di dalamnya mereka menyematkan chipset yang cukup garang, yaitu Qualcomm 8064T dengan prosesor Snapdragon 600, prosesor berjenis ARMv7 yang dikembangkan dengan teknologi semikonduktor 28 nm LP yang kencang namun hemat baterai, dengan empat inti Krait 300 yang kecepatan tiap intinya mencapai 1.9GHz, dibekingi GPU Adreno 320 yang memiliki inti dengan kecepatan 500 MHz (menghasilkan kinerja komputasi 51.2 GFLOPS) serta ada 2 GB RAM untuk menjamin kemulusan kinerjanya. Paling mudahnya, konfigurasi tersebut sama persis dengan yang diterapkan Samsung untuk Galaxy S4 versi Amerika (atau wilayah tertentu dengan koneksi 4G LTE).

Kemudian untuk layarnya, masih sama, dengan bidang 5-inchi beresolusi full HD serta kerapatan pixel 440-ppi. Kemudian internal storage-nya hanya 16GB, namun masih bisa diperbesar hingga 64 GB melalui slot micro SD, dan melalui kerjasama HTC dengan Dropbox, kamu juga bisa menghubungkan Butterfly S dengan cloud storage tersebut untuk mendapatkan tambahan akses penyimpanan di awan sebesar 25GB gratis (selama dua tahun saja sih!). Untuk segi internal storage ini masih sama, dimana Butterfly pertama juga hanya menyediakan 16 GB saja.

Yang penulis sukai, pada panel belakangnya tersimpan modul kamera UltraPixel yang sama seperti yang digunakan HTC untuk HTC One. Mulai sensor berpenerangan belakang, BSI sensor yang cukup besar, 1/3″ dengan ukuran pixel 2.0 micron serta bukaan lensa yang lebar, F/2.0. Jadi tidak heran jika Butterfly S ini pun mendapatkan beberapa fitur khusus yang pertama kali dikenalkan melalui HTC One, seperti HTC Zoe dengan HTC Share dan Highlight Video. Seperti HTC One juga, Butterfly S langsung menjalankan Android 4.2 Jelly Bean lengkap dengan polesan antar muka Sense UI 5. Jadi kamu bisa mendapatkan fitur khasnya Sense terbaru, yaitu BlinkFeed (semacam live widget seperti pada live tile-nya Windows Phone 8).

Namun unggulan dari smartphone ini jelas pada mode pemotretan ciptaan HTC, yaitu Zoe, yang sekaligus mengambil video sepanjang 4 detik dari setiap foto foto yang kamu ambil. Hasil dari klip video tersebut ditampilkan dalam bentuk thumbnail beranimasi di gallery, sedangkan menggunakan fitur Highlight kamu bisa otomatis menyusun kembali semua foto dan video yang diambil selama event pemotretantadi menjadi sebuah presentasi multimedia pendek, yang kemudian bisa dibagikan secara online melalui layanan  Zoe Share.

HTC memutuskan untuk tidak banyak mengubah penampilan fisik Butterfly S ini dibandingkan kakaknya. Dan menurut kami itu sudah bagus, karena memang penampilan Butterfly lama sudah sangat cantik — dan menjadi pencetus model speaker di atas dan bawah layar. Kecuali ketebalanya yang bertambah menjadi 10.6 mm, dari 9.1 mm pada versi awalnya. Kemudian ada beberapa pilihan warna casing di sini, seperti merah, putih, dan abu-abu. Dan di sisi eksternal yang paling menonjol adalah keberadaan hiasan bulatan metal di sekeliling lensa kameranya.

Memang ketebalannya bertambah karena barerai Butterfly S menjadi 3200mAh, dibandingkan 2200 mAh pada Butterfly pertama, namun keseluruhan dimensinya 144.5 x 70.5 x 10.6mm, dengan berat 160 gram (bandingkan dengan kakaknya dengan 143x71x9.1-mm dan berat 140 gram). Sarana konekvititasnya pun seperti biasanya didapatkan dari perangkan high end seperti ini, seperti Bluetooth 4.0 (siap menerima Android 4.3), Wi-Fi, DLNA, NFC, dan GPS.

HTC berencana mulai menjual Butterfly S di Taiwan pada bulan Juli 2013 dengan harga $22,900 Taiwan, atau Rp. 7.5 jutaan. Belum diungkapkan apakah Butterfly S juga akan dipasarkan ke negara lain. Namun semoga saja jadi ya, karena meskipun hanya quad-core, namun kinerjanya bisa dikatakan setara dengan yang versi octa-core dari Galaxy S4. Paling penulis sukai, Snapdragon 600 ini lebih tidak rakus baterai dibandingkan Exynos 5 Octa yang digunakan pada Galaxy S4 internasional (yang juga beredar di Indonesia). Dan jika HTC Indonesia jadi memasukkannya nanti, bisa menjadi pilihan menarik di kelas layar 5-inchi.

HTC Butterfly S – First Look

http://youtu.be/9nzTHKdZH8o

[cb type=”company”]HTC[/cb]

Sumber: HTC


SHARE
Previous articleE3 2013: Trailer Gameplay Pertama Castle of Illusion, Remake HD Setelah 23 Tahun
Next articleMicrosoft Dengarkan Kritik, Xbox One Bisa Memainkan Game Bekas dan Tidak Harus Selalu Online!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.