#GeekFromThePast STREET OF RAGE, Game Side-scrolling-Beat ’em Up Andalan SEGA Genesis!

Streets of Rage atau dikenal dengan Bare Knuckle di versi Jepangnya, adalah series game bergenre “Beat ’em Up” yang dikembangkan dan diluncurkan oleh Sega, khusus untuk konsol Sega Mega Drive/Genesis. Berkisar tentang perjuangan beberapa orang, diantaranya Axel Stone dan Blaze Fielding, untuk membebaskan kota yang bermasalah dari kekuasaan boss kriminal Mr.X dan sindikatnya. Game pertama dari seri ini dikeluarkan tahun 1991, kemudian juga diproduksi 2 sekuel dengan fitur dan karakter tambahan. Salah satu hal yang tidak terlupakan dari Series Street of Rage ini selain gameplaynya adalah BGM gamenya, yang juga asik dan seru untuk didengarkan kembali.

Sejak sekuel keduanya di tahun 1994, telah ada berbagai upaya untuk membawa kembali seri ini, namun belum ada satupun yang dianggap berhasil. Salah satu dari usaha tersebut adalah game dari Eidos, yang pada akhir produksinya menjadi tidak berkaitan, berjudul Fighting Force. Sebelum menjadi Fighting Force, telah diproduksi demo awal singkatnya untuk Dreamcast, namun tetap tidak ada gamenya yang diproduksi untuk Dreamcast. Lalu ada usaha me-remake-nya dalam 3D yang dikembangkan oleh GRiN sebelum penutupannya, artwork dan screenshot dari produksi awalnya kemudian dibocorkan. Backbone Entertainment pernah mengajukan kepada SEGA proyek Streets of Rage baru, namun akhirnya juga tidak berhasil, artwork awalnya juga dibocorkan kemudian.

Game pertama Streets of Rage memperkenalkan 3 karakter utama yang merupakan   polisi; Axel, Blaze, Adam, dan sebagai penjahat utamanya adalah Mr.X. Gameplay-nya merupakan yang paling berbeda dalam seri ini, sebagaimana juga graphic-nya, dengan skala yang lebih kecil dibanding dari game berikutnya. Disini juga satu-satunya dalam seri dimana kemampuan khusus (special attack) karakternya dapat memanggil bantuan dari polisi untuk mengalahkan musuh-musuh minor dalam satu layar.

Sequel berikutnya dalam seri ini diberi nama Streets of Rage 2, memiliki kualitas grafik yang lebih menonjol, beserta gerakan karakter yang lebih banyak. Disini mulai diperkenalkan 2 karakter baru, Eddie “Skate” Hunter, dan Max Thunder (di beberapa versi bernama Sammy “Skate” Hunter and Max Hatchett). Beberapa penyesuaian serta peningkatan dalam gameplay juga ditambahkan, Masing-masing karakter sekarang memiliki “Special Moves” sesuai style berkelahi mereka.

 

Terakhir dalam seri ini adalah Streets of Rage 3, tidak disambut sebaik para pendahulunya. Walau dengan beberapa peningkatan, game ini dilihat sebagai mirip dengan Streets of Rage 2. Diantara penambahan dalam game ini adalah jalan ceritanya yang lebih rumit, diceritakan menggunakan cut scenes. Alur cerita versi Baratnya sebagian besar disensor, tingkat kesulitan permainannya juga ditambahkan. Karakternya Axel, Blaze, Sammy, ditambah satu karakter baru, Dr. Zan Gilbert, seorang Cyborg.

Walau merupakan salah satu nama game yang populer di konsol Mega Drive/Genesis, pada konsol SEGA generasi berikutnya tidak ada game Streets of Rage baru yang muncul setelahnya. Setelah memasukkan game “Die Hard Arcade”, sebuah game “beat ’em up”, 3D, dari ding-dong ke konsol Sega Saturn, SEGA diberitakan telah mencoba membawa seri ini ke Saturn dan menyatakan minatnya menggunakan sebuah game 3D, yang awalnya diberi nama Judgement Force. Kemudian pada akhirnya tidak ada hasil yang muncul, dan game tersebut, Fighting Force, lalu menjadi tidak berkaitan serta diluncurkan tanpa merek Streets of Rage.

Pada awal siklus produksi dari Dreamcast Sega, sebuah demo yang diberi judul sementara “Streets of Rage 4” dibuat oleh Sega of Japan untuk membawa seri ini ke konsol tersebut. Demonya menampilkan karakter yang mirip Axel melawan sekelompok karakter musuh. Beberapa perubahan dalam gameplay tampaknya telah direncanakan, seperti memperkenalkan serangan kerja sama, dan penggunaan perspektif “first person” (pandangan orang pertama). Namun kemudian diduga karena manajemen baru dalam Sega of America yang kurang mengetahui tentang seri Streets of Rage beserta kesuksesannya terdahulu, SEGA akhirnya tidak melanjutkan produksinya dan gamenya tidak pernah melewati tahapan demo. Kemudian klip video dari demonya pun pada akhirnya bocor.

Namun ketiga judul klasik Street of Rage ini telah dimasukkan dalam versi Jepang dari “Sonic Gems Collection”, dan berikutnya “Sonic’s Ultimate Genesis Collection” untuk Xbox 360 dan PlayStation 3. Ketiganya juga tersedia dalam Wii’s Virtual Console, lalu untuk Xbox Live Arcade dan PlayStation Network sebagai “Streets of Rage Collection” dalam seri “Sega Vintage Collection”.

Penambahan orisinil terbaru untuk seri ini adalah game Jepang berbasis java berjudul “Bare Knuckle Mobile”, yang merupakan perwujudan ulang dari game pertama menggunakan gameplay yang lebih sejalan dengan Bare Knuckle II (versi jepang dari Streets of Rage 2), menampilkan sprites serta musuh baru.

Disamping dari produk resmi, dukungan untuk seri ini terus datang dari para fan-nya, yang menghasilkan proyek-proyek fans seperti “Beats of Rage” dan “Streets of Rage Remake” untuk dimainkan di PC.

http://youtu.be/pF2WjhuWPhE

Berikut ini beberapa Bio dan Latar Belakang Karakter-karakter yang bisa digunakan di Series Street of Rage Trilogy…

Axel Stone

Karakter yang bisa dimainkan dalam ketiga judulnya, Axel adalah tokoh depan /pemuka dari seri ini, termasuk dalam tipe karakter penyerang yang seimbang (di awal seri), menggabungkan serangan dan kecepatan dalam proporsi yang rata. Merupakan mantan detektif kepolisian di cerita game pertamanya, ia lalu membuka sendiri sebuah dojo karate dipinggiran kota, namun dalam cerita versi Jepangnya, BK3, ia sebenarnya dipindahtugaskan ke departemen penyidikan khusus. Di akhir serinya, Axel berubah dari tipe petarung fleksibel seimbang menjadi semi petarung kelas berat. Selepas game pertama, serangan khusus yang digunakannya antara lain pukulan berapi 360 derajat (“Dragon Wing”), pukulan beruntun diakhiri uppercut (“Dragon Smash”), serangan berlarinya adalah uppercut berapi (“Grand Upper”, diganti nama “Bare Knuckle” di versi Amerikanya, SoR3).

Blaze Fielding
Seperti halnya Axel, bisa dimainkan dalam ketiga gamenya, Blaze juga dulunya adalah detektif kepolisian. Ia lalu keluar dari kepolisian dan mulai bekerja sebagai detektif swasta. Walau di awal serinya ia dijadikan stereotipikal petarung wanita, karakter yang cepat namun lemah, pada game kedua dan selanjutnya ia berakhir menjadi tipe petarung fleksibel seimbang. Keahlian bela dirinya adalah Judo, sehingga memiliki tehnik lemparan yang lebih jauh dari karakter lainnya. Dalam SoR3, Blaze mempunyai statistik seimbang dan tehnik yang bagus, sehingga dianggap sebagai karakter terbaik untuk dimainkan. Serangan khusus yang dikuasainya dalam dua game berikutnya antara lain “Enbukyaku” /”Dance Kick”, semacam tendangan jungkir-balik, “Kikousho” /”Chi Palm” (“Soulfire” di SoR3), hempasan tenaga dalam dari telapak, serangan berlarinya adalah “Hishousouzan” /”Flying Talon Slash” (“Terra Shield” di SoR3), lompatan roda /berputar kedepan yang menyerang lawan dengan kepalannya.

Adam Hunter
Karakter yang dalam seri ini hanya bisa dimainkan di SoR1, ia diculik di Sor2, dan di SoR3 hanya muncul di cutscenes cerita, dua kali. Merupakan kakak dari Eddie “Skate” Hunter, karakter yang mucul di SoR3. Adam adalah mantan petinju profesional yang bergabung dalam kepolisian sebagai detektif. Berbeda dengan Axel dan Blaze, ia tidak keluar dari kepolisian pada akhir cerita game kedua. Di dalam gamenya (Sor1) ia adalah karakter dengan tipe yang berlawanan dari Blaze, yaitu lambat tapi paling kuat diantara ketiganya. Dalam game buatan fan “SoR Remake”, Adam dimunculkan versi padanannya dari SoR2 /SoR3, dimana ia mempunyai serangan khusus tersendiri, seperti tendangan split melompat, tendangan ganda beruntun kedepan, serangan berlarinya adalah lompatan maju dengan hantaman tumit.

Eddie “Skate” Hunter (Sammy Hunter di BK2 & BK3)
Bisa dimainkan di SoR2 dan Sor3, adik dari Adam Hunter, karakter pemain yang paling kecil /pendek dalam seri ini. Nama depannya berbeda antara di BK2 dan SoR2, dan nama panggilannya, “Skate”, dikarenakan ia bertarung memakai rollerblade. Diantara semua karakter pemain dalam seri ini, ia adalah yang tercepat namun juga paling lemah. Dalam SoR2, ia adalah satu-satunya karakter yang dapat berlari, kemampuan yang diperoleh semua karakter pemain standar dalam SoR3. Serangan khusus yang ia manfaatkan diantaranya “Double Spin Kick” di SoR2 & SoR3, “Corkscrew Kick” di SoR2, “Rolling Punches” di SoR3, serangan berlarinya adalah “Dynamite headbutt” di SoR3.

Max Thunder
Hanya bisa dimainkan di SoR2, seorang pegulat teman dari Axel, tipe yang berlawanan sepenuhnya dari “Skate”. Ia mengorbankan kecepatan untuk kekuatan, sehingga menjadi yang paling lambat, namun juga yang terkuat dari semua karakter pemain yang pernah ada di seri ini. Serangan khusus yang ia miliki diantaranya adalah, berputar dengan kepalan saling mengenggam (“Spinning Knuckle Bomb”), melontarkan diri kedepan menghantam musuh dengan pundaknya (“Thunder Tackle”), serangan berlarinya dilakukan dengan slide (“Power Slide”). Max adalah satu-satunya karakter pemain yang, ketika menangkap musuh, dapat melompat sambil membawa musuh tersebut. Karenanya ia memiliki tehnik bantingan sambil melompat, yang salah satunya bernama “Atomic Drop”, dilakukan saat menangkap musuh dari belakang. Tehnik ini terkenal karena berdaya rusak besar (sekitar 70% dari “lifebar” rata-rata).

Dr. Zan Gilbert
Dimunculkan sebagai karakter baru dalam game ketiga, dari 4 karakter pemain standar yang bisa dipilih di awal permainan. Ilmuan eks anggota sindikat penjahat, dengan cerita yang berbeda versi. Zan memberi tahu Blaze tentang bom “Rakushin” /”Laxine” dalam BK3, atau tentang konspirasi robot di versi Amerikanya, SoR3. Ia sendiri adalah cyborg, manusia dengan bagian robot, yang membuatnya menjadi tipe karakter kuat namun lambat, selain itu jangakauan serangannya juga jauh. Serangan khususnya menghasilkan listrik dan memanfaatkan bagian robotnya, seperti “Electric Body”, berdiri sambil mengaliri seluruh tubuhnya dengan listrik, dan “Electric Reach”, memanjangkan kedepan tangan robotnya yang dialiri listrik, serangan berlarinya adalah “Mach Dash” dimana ia bergegas kedepan menghantam musuh dengan pundak /sikunya.

Shiva

Lawan yang harus dihadapi tepat sebelum Mr.X dalam SoR2, dan muncul kembali 2 kali dalam SoR3. Shiva adalah penjaga pribadi dari Mr.X, petarung yang luar biasa handal, jumlah set gerakannya menyaingi karakter pemain. Juga adalah karakter rahasia yang bisa dimainkan di SoR3, yang dapat diperoleh dengan langsung menahan tombol B setelah pemain mengalahkannya. Tehnik-tehnik serangannya antara lain adalah “Final Crash”, “Flaming Circular Kick”, “Handspring Palm Strike”. Sebagai karakter tambahan, ia tidak dapat menggunakan senjata.

Ash
Anak buah dari Mr.X yang menjadi mini-boss pertama yang dihadapi pemain di BK3, ia tidak muncul dalam versi SoR3. Karakter laki-laki ini dibuat sebagai tokoh waria dengan stereotipikal tingkah, gerakan lari, bahkan tawa ejekan, yang feminim. Karena hal tersebut ia dihilangkan dari versi Amerikanya, SoR3. Ash juga merupakan karakter rahasia yang bisa dimainkan (hanya di BK3), dapat diperoleh dengan langsung menahan tombol A setelah pemain mengalahkannya. Set gerakannya sangat terbatas, ia tidak mempunyai serangan lompat, namun konyolnya serangan normalnya sangatlah kuat. Ia juga tidak dapat menggunakan senjata.

Roo (Vicky di Street of Rage 3)
Seekor kangguru yang, beserta pelatihnya yang kejam, Bruce (Danch di versi BK3), menjadi mini-boss in SoR3. Karakter rahasia yang bisa dimainkan lainnya, bila pemain berhasil mengalahkan pelatihnya duluan, membiarkan Roo selamat. Ia kemudian menjadi bisa dipilih saat pemain menggunakan “continue”. Cara alternatif memungkinkan pemain untuk memilih Roo pada pemilihan karakter diawal game, yaitu dengan memencet tombol, atas + B + Start, secara bersamaan di layar judul. Set gerakannya juga termasuk lengkap, termasuk serangan kerja sama dengan karakter standar SoR3 lainnya. Kekurangannya adalah, seperti karakter tambahan lainnya (dan juga sebagai kangguru), ia tidak dapat menggunakan senjata.

Mr. X
Boss sindikat penjahat yang menjadi musuh utama dalam seri ini, dengan berbagai perwujudan, muncul sebagai lawan terakhir dalam semua gamenya. Di 2 game pertama ia dipersenjatai dengan “tommy gun” (senjata semi otomatis Thompson, buatan Amerika). Setelah pertemuannya terakhirnya dengan tim SoR, yang diperkirakan telah mengakhirinya, ia ternyata selamat dan muncul di SoR3, walaupun hanya sebagai otak dalam wadah. Di SoR3, Mr. X memiliki robot yang bertarung untuknya, bernama Robot Y (yang aslinya bernama Neo X, di Street of Rage 3).

 

Seri Street of Rage pernah dibuatkan 3 seri komik-6-bagian-nya berdasarkan dari gamenya, yang muncul dalam Sonic the Comic di awal tahun 90-an (beserta beberapa adaptasi dari judul-judul produk SEGA). Ketiga cerita komik tersebut merupakan cerita lanjutan alternatif dari gamenya, dan tidak menampilkan Adam.


SHARE
Previous articleSquare Enix Gandeng Agate Studio, Hadirkan Web Based Game Sengoku IXA di Indonesia!
Next articleLG Optimus G Pro Sudah Bisa Dipesan, Diskon Hingga Rp. 1 Juta Dari Harga Normal
Green Gentleman | Urban Walkers | Monstrologist & Cryptozoologist | WWII Maniac | Boardgamers & Digital Gamers | Founder of Pure Ink Creative Studio + Movies Explorer Club + World Mythology Community + Gotham Citizen Club.