Sony Mobile Konfirmasikan Xperia Z Ultra, Pertama yang Resmi Bertenaga Snapdragon 800

Samsung, LG, Huawei dan beberapa produsen smartphone dunia memiliki wakil smartphone raksasa mereka sendiri, lalu bagaimana Sony Mobile menjawab tren tersebut? Mereka menjawabnya dengan melepas sebuah “monster” bertenaga Snapdragon 800 yang berjulukan Sony Xperia Z Ultra.

Xperia baru yang memiliki nama lain Sony Togari Maki (sebelumnya dikenal dengan kode nama Xperia L4) ini pertama kali muncul akhir Mei lalu melalui beberapa foto tidak resmi. Rumor saat itu menunjuk pada layar ekstrem 6.44-inchi dengan resolusi Full HD, bidang yang tidak biasa, mengingat kompetitor memilih antara 6.1 atau 6.3-inchi. Apalagi dengan pemilihan chipset mobile paling advance, Snapdragon 800, jelas membuat Xperia ZU ini berada di atas angin dibandingkan tipikal smartphone besar lainnya, dan menempatkannya sebanding dengan Galaxy Note III. Seharusnya Sony akan membawa Xperia ZU ini dalam sebuah event khusus di Paris 4 Juli mendatang. Namun press release-nya sendiri dikonfirmasikan Sony malam ini.

Seperti yang sudah dirumorkan sebelumnya, desain Xperia ZU menganut bahasa desain ala Tablet Z dan Xperia Z. Seperti sisi yang tegas dan profil tipis. Layar phablet ini berukuran 6.44-inchi dengan resolusi full HD 1080p, atau 1200 x 1920-pixel, namun hanya 1080 x 1824-pixel saja yang efektif digunakan, karena memang sisa pixelnya dimanfaatkan Sony untuk menjadi bagian dari status bar dimana tiga tombol utama Android berdiam di sana. Ukuran pixel tiap inchinya pun cukup besar, yaitu 344-ppi, serta memiliki lapisan pelindung anti goresan. Selain itu Sony pertama kali juga menerapkan teknologi Triluminous untuk Android mereka ini. Teknologi tersebut diklaim menghasilkan warna yang lebih kaya karena menyimpan palet warna yang lebih luas. Tidak hanya itu, tampilannya pun diklaim lebih tajam berkat dukungan pemrosesan grafis OptiContrast dan X-Reality Engine (peenrus BRAVIA Engine) untuk menyesuaikan beberapa poin pada tingkat contras, saturation, dan juga sharpness, serta meminimalkan noise.

Sejauh ini layarnya memang menjadi yang terbesar untuk ukuran smartphone besar, bahkan yang masuk kategori phablet seperti Galaxy Note III. Selain itu, Sony pun tidak mau phablet mereka ini mudah tersaingi ketika dirilis kuartal ketiga tahun ini. Karena itulah mereka langsung memilih chipset berbasis ARM dengan prosesor terkencang yang sudah eksis, yaitu Snapdragon 800, dan menempatkannya selevel dengan Galaxy S4 LTE-Advanced atau Galaxy Note III. Chipset dengan kode Qualcomm 8974 tersebut mengajukan prosesor empat core Krait 400 yang masing-masing bisa dipacu hingga kecepatan 2.2GHz (maksimal 2.3 GHz), dan dibangun melalui teknoklogi semikonduktor baru 28 nm HPm (high performance mobile).

Snapdragon 800 ini pun menjadi yang pertama mengaplikasikan teknologi tersebut, yang memiliki keunggulan prosesor berkecepatan tinggi, namun tetap minim kebutuhan daya baterainya. Prosesor dengan CPU cache 2 MB tersebut juga dilenglapi GPU Adreno 330 dengan kecepatan 450 MHz, RAM LPDDR3 2GB dengan kecepatan 800 MHz  serta bandwitdh 12.8 GB/s, serta internal storage 16 GB (plus micro SD). Beberapa fitur lain Snapdragon 800 seperti opsi mengambil video dan playback content 4k UHD (3840 × 2160-pixel, dan tentu saja bergantung jenis kameranya), mendukung kamera hingga 55-megapixel, Stereoscopic 3D yang didukung dengan Dual ISP, Bluetooth 4.0, serta WiFi 802.11n/ac (2.4/5 GHz).

Dengan chipset tersebut, Xperia ZU pasti mampu melahap semua proses Android dengan mudah. “Monster” Snapdragon ini ternyata bukan hanya besar dan kencang. Seperti beberapa kali saya sebutkan sebagai phablet, memang benar Sony menyisipkan opsi pengendalian menggunakan stylush, atau bahkan juga bisa digantikan menggunakan tipikal pensil/pulpen, bukan sekadar stylush capacitive yang biasanya diperlukan untuk berinteraksi dengan layar smartphone berlayar capacitive.

Sayangnya, phablet yang langsung menjalankan Android 4.2.2 ini masih menggunakan kamera 8-megapixel, di saat kompetitor lain mulai beranjak ke 13-megapixel. Sony sendiri menyisipkan sensor Exmor-RS yang mulai dipopulerkan melalui Xperia Z. Memang sensor tersebut diklaim mampu merekam video full HD 1080p dan mendukung mode pengambilan HDR baik untuk foto dan video, yang pasti sangat berguna di kondisi ruangan minim cahaya. Hanya saja, tidak ada flash LED di sana! Kamera sekundernya sendiri 2-megapixel.

Karena mengadopsi bahasa desain Xperia Z, Sony pun menerapkan finishing yang mereka sebut sebagai OmniBalance untuk Xperia ZU ini. Kita mendapati panel belakang phablet ini berlapis kaca keras yang membuatnya terlihat eksklusif. Sony juga menambahkan frame metal di sekeliling casingnya, yang keseluruhan tebalnya hanya 6.5-mm dengan berat berat 212-gram, lebih tipis dari kebanyakan smartphone, meskipun tidak setipis 6.18-mm yang dicapai Huawei Ascend P6. Selain itu, Sony juga berhasil membuat casingnya anti air dengan bekal sertifikasi IP58, atau sama seperti Xperia ZR. Tidak seperti rating IP57 pada Xperia Z, dengan IP58 kamu bisa membuat Xperia ZU menyelam 1 meter lebih dalam, dan juga lebih lama di bawah air.

Xperia ZU juga bisa bekerka di jalur data 4G LTE, memiliki fitur HD Voice serta NFC, plus software pemrosesan audio ClearAudio+ dan xLOUD untuk mendukung player WALKMAN yang built-in di dalamnya. Phablet dengan baterai 3,000 mAh (yang tertanam di dalam casingnya) ini rencananya mulai dijual kuartal ketiga nanti dengan perkiraan harga €719 (sekitar Rp. 9 jutaan) dan pilihan warna putih, hitam dan ungu, serta beragam aksesoris pendukung, termasuk cover yang bisa mematikan layarnya ketika ditutup — ala Smart Cover/Flip Cover.

Sony Xperia Z Ultra Specification

  • Colors: Black, white, purple
  • Processor: Qualcomm Snapdragon 800 2.2GHz quad-core CPU
  • RAM: 2GB
  • Dimensions: 179.4 x 92.2 x 6.5 mm
  • Weight: 212 grams
  • OS: Android 4.2.2 Jelly Bean
  • Cameras: 8MP rear, 2MP front
  • Display: 6.44-inch 1920×1080 TRILUMINOS display for mobile, touch panel cover glass with Super Hard Coat ASF
  • Storage: 16 GB (up to 11 GB user-accessible memory), microSD expandability up to 64GB SDXC
  • Networks: UMTS HSPA+ 900 (Band VIII), 2100 (Band I) MHz, 850 (Band V), 1900 (Band II), 1700 (Band IV), GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900 MHz, 4G LTE
  • Battery: 3,000mAh embedded
  • Waterproofing and dust resistance: IP55/IP58-rated
  • (detail spesifikasi yang lebih lengkap bisa kamu lihat di bagian bawah!)

Xperia™ Z Ultra – Big Screen, Big Entertainment

Xperia™ Z Ultra – TRILUMINOS™ Display and X-Reality BRAVIA technologies from Sony

[cb type=”company”]Sony Mobile[/cb]

Sumber: Sony Mobile


SHARE
Previous articleProfil-Profil Game Developer Asal Korea Yang Meramaikan Asia Game Business Meeting 2013!
Next articleFase Alpha Test dari Ragnarok Online 2 Indonesia Segera Dimulai!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.