Huawei Siap Merilis Ascend W2, Layar Membesar dan Prosesor Pun Makin Cepat

Ketika penulis mendapat pertanyaan, apa yang membuat penulis juga mengoleksi beberapa smartphone Windows Phone, jawabannya sudah bisa dipastikan karena dua poin ini. Pertama, kami menyukai interface-nya yang meskipun minim personalisasi, namun juga sangat minim lag dan hang. Kedua, adalah adanya Nokia Maps (sebelumnya Ovi Maps), yang kini oleh Nokia cukup disebut sebagai Here. Aplikasi pemetaan mobile tersebut menurut penulis menjadi yang terbaik untuk kelas mobile, dengan layanan navigasi suara gratis, peta yang detail, point-of-interest yang komplit, serta sangat cepat. Selain itu khusus beberapa tipe Lumia terbaru (khususnya Lumia 920), kemampuan kameranya yang memiliki fitur optical image stabilization paling handal digunakan di kondisi minim cahaya.

Itu kelebihan Windows Phone, khususnya milik Nokia dengan peta Here-nya. Namun jika melihat faktor lain, terutama koleksi aplikasi, dan personalisasi interface, Android tetap yang paling kaya. Dan bicara Windows Phone, di Indonesia sepertinya lebih familiar dengan Nokia dan seri Lumia saja ya, walaupun Samsung juga mengeluarkan Ativ mereka, dan HTC dengan 8X dan 8S. Sayangnya, pilihan mereka masih cukup tinggi untuk yang ber-budget rendah. Kemudian penulis mendengar Maret lalu melalui beberapa teman dari Huawei Indonesia, jika berencana memasukkan smartphone Windows Phone 8 pertamanya yang pertama kali dikenalkan selama ajang CES 2013, yaitu Ascend W1.

Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya Ascend W1 mulai dijual awal Juni kemarin, dan operator CDMA nasional Smartfren  membundling-nya dengan layanan mereka, dengan menawarkan varian dual-mode melalui Ascend W1-C00 (bisa GSM dan juga CDMA). Harganya pun cukup terjangkau, dengan promo Rp. 1,999,000 (dari harga normal Rp 2.1 jutaan). Harganya setara dengan Lumia 520 yang menjadi entry level Lumia di kelas Windows Phone 8. Itu untuk yang dual mode, sedangkan yang single mode atau hanya GSM saja, kabarnya akan muncul awal Juli nanti dengan harga sekitar 1.8 jutaan.

Baru saja Ascend W1 beredar resmi di pasaran Indonesia, pertengahan April – akhir Mei lalu sudah muncul rumor penerusnya, Ascend W2. Disebutkan jika Windows phone 8 ini akan memperbesar ukuran layar W1 dari 4-inchi menjadi 4.3-inchi, dengan naterial masih IPS, resolusinya pun sama 800 x 480-pixel. Layar tersebut memiliki mode glove, yang masih bisa dioperasikan meskipun pengguna menggunakan sarung tangan/media lain untuk menyentuhnya. Chipset yang mengoperasikannya dari keluarga Qualcomm MSM8230 Snapdragon S4 Plus dengan 2 inti prosesor yang kecepatannya 1.4GHz (sedikit meningkat dari Ascend W1), GPU Adreno 305, internal storage 8 GB (plus bisa diperbesar melalui micro SD), serta didukung 512MB RAM.

Kameranya pun di-upgrade menjadi 8-megapixel dengan flash LED dan kemampuan merekam video full HD 1080p. Sarana konektivitasnya, diserahkan pada Bluetooth 2.1 dengan EDR, A-GPS, HSPA+ dan Wi-Fi (hanya b/g). Sayang baterainya sedikit menurun menjadi 1700mAh. Fitur uniknya, ketiga softkey di bawah layar warna backlight-nya menyesuaikan dengan warna tema yang kamu gunakan. Saat itu juga sudah muncul perkiraan harganya, US $289, atau meningkat tidak terlalu banyak dibandingkan Ascend W1. Melihat warna-warni Ascend W2 baru ini, sepertinya Huawei tidak jadi mengenalkannya dengan nuansa premium seperti rumor akhir tahun lalu.

Sumber: Engadget


SHARE
Previous articleCodemasters Bawa Colin McRae Rally Menuju iOS!
Next articleSquare Enix Konfirmasikan Tanggal Rilis Drakengard 3
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.