Google’s Secret Project: Konsol Game Berbasis Android

Raksasa internet, Google, tampaknya ingin semakin mengokohkan dirinya sebagai super-power (atau super-company) dalam ranah teknologi. Tidak cukup dengan menyebarkan software untuk pasar smartphones dan tablet, kini Google dikabarkan sedang menggarap konsol serta jam tangan berbasis Android. Selain kedua gadget tersebut, Google juga rencananya sedang mempersiapkan generasi kedua dari Nexus Q, sebuah gadget media streaming yang tetap berbasiskan Android. Rencananya Nexus Q akan dirilis tahun lalu namun tiba-tiba menghilang begitu saja.  Setidaknya salah satu dari gadget ini akan dirilis akhir tahun 2013.

Nexus Q akan kembali dihidupkan oleh Google?

Manuver ini tampaknya dilakukan Google untuk mengantisipasi isu yang mengatakan bahwa Apple juga sedang mengembangkan konsol game milik mereka sendiri. Hal ini pun sebenarnya tidak terlalu mengherankan di tengah-tengah tumbuhnya pasar mobile games di dunia. Ditambah lagi ketika Ouya, konsol game berbasis Android, berhasil meraih sukses dengan kampanye Kickstarternya. Namun sepertinya hari-hari Ouya dapat dihitung dengan jari jika Google benar-benar merealisasikan konsol game miliknya. Google tentunya jauh lebih superior dan mampu memasarkan konsol gamenya lebih mudah dibandingkan dengan tim developer Ouya.

Ouya, akankah menjadi tandingan konsol Android milik Google?

Pertanyaan terbesar saat ini tentunya adalah, apakah konsol dari Google (dan Apple jika rumornya benar) akan memberikan sebuah hambatan bagi konsol-konsol next gen dari Sony dan Microsoft? Ini adalah pertanyaan yang cukup sulit, namun menurut saya, Google tidak akan mengganggu pasar untuk PlayStation 4 dan Xbox One. Salah satu hal yang menarik dari konsol game adalah judul-judul game dengan kualitas luar biasa tinggi yang membutuhkan banyak waktu, tenaga serta uang dalam pengembangannya. Sementara itu, game-game untuk platform Android cenderung tidak menghabiskan banyak uang. Apalagi kebanyakan game tersebut free dan hanya mengandalkan in-apps purchase saja.

Tanpa ada spesifikasi dari Google, sulit untuk menerka akan seperti apa game-game yang dapat dihadirkan di konsol mereka. Prediksi saya adalah Google tidak mengincar pasar konsol game pada umumnya tapi lebih menyasar kepada casual gamer. Konsol Android ini tentunya akan sangat cocok bagi para gamer yang tidak ingin menghabiskan ratusan ribu rupiah hanya untuk satu judul game saja dan pasar untuk itu pun sudah lumayan besar.

[Sumber: Wall Street Journal]


SHARE
Previous articleKombinasi Bravely Default dengan Pokemon, Monster Takt
Next articleSaudara Perempuan Utautai Zero yang Lain di Drakengard 3, Five
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.