Index Corporation, Perusahaan Induk Atlus Berada Di Ambang Kebangkrutan

Muncul berita tidak mengenakkan dari Jepang. Index Corporation, parent company dari Atlus baru saja mengajukan ‘Civil Rehabilitation Procedures’ yang dapat disamakan dengan proses untuk permohonan kebangkrutan sebelum keadaan menjadi bertambah parah. Index Corporation saat ini memiliki hutang sebesar 24.5 milyar Yen atau setara dengan 249 juta Dollar AS. Atlus sendiri dibeli oleh Index Corporation sejak tahun 2006 lalu dan telah menghasilkan banyak game-game berkelas seperti Shin Megami Tensei, Demon’s Souls dan yang akan segera dirilis adalah Dragon’s Crown.

Index Corporation diduga sudah melakukan tindakan manipulasi untuk menutupi keadaan finansial perusahaan yang sebenarnya. Walaupun belum ada gugatan hukum terhadap Index Corporation, guncangan ini cukup membuat posisi Atlus menjadi terombang-ambing. Likuidasi tentunya menjadi satu opsi yang sangat tidak kita harapkan dan kemungkinan menjual Atlus pun masih belum jelas. Bahkan jika Atlus dibeli kembali oleh perusahaan lain, kelanjutan dari judul-judul game yang masih dikembangkan pun masih menjadi tanda tanya besar.

Selain Atlus pusat, tentunya yang menjadi perhatian banyak orang adalah kelangsungan Atlus USA. Atlus USA bertugas melokalisasi dan mendistribusikan game-game keluaran Atlus Jepang ke dalam bahasa Inggris. Terlebih lagi, Atlus USA benar-benar berfungsi sebagai studio untuk lokalisasi saja dan tidak mengembangkan gamenya sendiri, sehingga kelangsungannya sangat tergantung kepada Atlus Jepang. Untungnya, sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa posisi Atlus sedang terancam. Menurut penjelasan bos dari Atlus USA, Naoto Hiraoka, Atlus sama sekali belum terpengaruh masalah yang dihadapi Index Corporation dan semua kegiatan operasional tetap berjalan seperti biasa. Shin Megami Tensei IV akan tetap dirilis pada tanggal 16 Juli 2013 dan kemudian disusul dengan Dragon’s Crown pada tanggal 6 Agustus mendatang.

Semoga saja Atlus dapat bertahan ya supaya kita tidak kehilangan game-game RPG ciamik di masa mendatang.


SHARE
Previous articleSaudara Perempuan Utautai Zero yang Lain di Drakengard 3, Five
Next articlePreview The Lone Ranger: Angkat Cerita Klasik, Hadirkan Kembali Trio Depp, Verbinski dan Bruckheimer!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.