Review: BIMA Satria Garuda Episode 1, Kedatangan Sang Super Hero Indonesia

Sudah menonton episode 1 BIMA Satria Garuda bukan tadi pukul 08.30 WIB di RCTI? Bagaimana menurutmu aksi Ray Bramasakti yang berubah menjadi Bima, keren bukan? Langsung saja yuk kita simak bersama ulasannya di sini.

Saya sempat terlewat beberapa menit adegan awalnya. Saya melihat ketika adegan bapak Ray Bramasakti (yang kala itu masih kecil) berhasil menemukan sebuah alat yang menghubungkan dua dunia berbeda. Namun sayang, akibat hal tersebut kekuatan jahat bisa masuk ke bumi. Beliau pun merekam kejadian saat menemukan alat tadi dan berusaha pergi dari rumahnya bersama keluarganya. Tapi ketika akan pergi, Ray kembali ke atas untuk mengambil mainannya. Di lain sisi, sosok misterius (Iron Mask) pun masuk ke rumahnya dan membakar habis rumah tersebut. Ray yang masih di atas hanya bisa meratapi kedua orang tuanya dan adik perempuannya yang terbakar, dan dia sendiri berhasil selamat berkat bantuan Rayhan.

Waktu bergulir 21 tahun kemudian. Ray pun bekerja di tempat servis motor (ehem, Suzuki) dan tinggal bersama Randy Iskandar serta adik perempuannya, Rena Iskandar. Rena ingin pergi ke Monas bersama Ray, dan sepertinya Randy akan menyusul. Sesampainya di sana, mereka menikmati keramaian Monas. Tapi keadaan berubah ketika Ray yang entah bagaimana, mendengar sesuatu di atas gedung dan memutuskan pergi ke sana.

Di atap gedung tadi, ternyata ada sosok misterius yang dikelilingi para makhluk jahat dari dunia lain. Di saat terdesak, Ray datang dan membantunya. Namun sosok misterius tadi berhasil dipukul jatuh dan bergantungan di tepi atap, dan tentu saja Ray membantunya. Ketika terdesak, darah mengalir dari tangan Ray dan menyentuh luka sosok misterius tadi. Sosok tersebut pun memberikan batu misterius berwarna merah ke tubuh Ray, memberinya kekuatan baru. Kemudian Ray dan sosok tersebut masuk ke dimensi, dan memperkenalkan diri sebagai Mikhail. Mikhail menjelaskan bahwa Ray terpilih untuk berubah menjadi Bima berkat bantuan kekuatan batu misterius tadi.

Ray pun kembali ke tempat asalnya ketika bersama Rena, kemudian berubah menjadi Satria Garuda, Bima. Dia pun menghabisi semua musuh di sana, tapi sayang beberapa musuh berhasil menculik Rena. Bima pun mengejarnya dan menghabisi semua musuh tadi. Tapi tak lama kemudian muncullah sosok Iron Mask. Bima pun bertarung dengannya, dan episode 1 pun berakhir ketika Iron Mask akan menyerang dengan kekuatannya.

Keseluruhan, episode 1 ini menurut saya tampil memukau. Terutama dari sisi musik, animasi dan efek-efek spesialnya, serta unsur aksinya yang bisa saya bilang keren. Walaupun di satu sisi ada salah satu animasi yang terasa kurang. Kalau dari sisi penjiwaan karakter terutama saat percakapan antar karakternya masih terasa kurang, masih terasa kaku. Bukan karena penggunaan bahasanya yang baku, tapi terasa kaku sehingga percakapan masih terasa seperti membaca skrip. Dan juga mungkin karena efek ledakan yang menggunakan CG bukannya bahan peledak asli (karena kabarnya syuting di sini tidak boleh menggunakan bahan peledak), sehingga terasa kurang dramatis hehe.

Desain kostumnya pun keren, terutama si Bima Satria Garuda. Meski senjata musuhnya terasa kurang solid, terlihat agak lembek tapi toh hal tersebut tidak mengurangi keasyikan menonton. Satu hal yang saya amati sama dengan Kamen Rider di Jepang, adegan pertarungan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain hehe. Ciri khas serial Kamen Rider. Untuk henshin voice alias suara berubah ketika Ray henshin menjadi Bima terasa agak kurang, yang rasanya mungkin bisa diperbaiki lagi.

Satu hal,cuma satu hal yang mungkin terasa mengganggu. Ya apalagi kalau bukan karena iklan. Baik dari sisi filmnya sendiri (menampilkan Suzuki sebagai tempat bengkel motornya dan juga motornya hehe), dan juga ketika filmnya berlangsung. Ketika Ray sudah berubah menjadi Bima, langsung terpotong iklan mainan Bima Satria Garuda dari Bandai. Dan durasi iklannya juga cukup lama, sehingga seolah membuat filmnya terasa pendek. Semoga ke depannya bisa tampil lebih baik lagi. Saya sudah tidak sabar untuk menanti episode berikutnya!