Menjelang Dirilisnya Keluarga Samsung Galaxy Tab 3, Kenali Dulu “Mesin Penggerak” Utamanya

Dari kiri ke kanan, Galaxy Tab 3 7-inchi, 10.1-inchi dan 8-inchi.

Akhir April dan awal Juni lalu Samsung resmi mengkonfirmasikan lineup baru tablet Android mereka, yaitu Galaxy Tab 3 dengan layar 7, 8 serta 10-inchi. Apa yang kurang dari pernyataan mereka hanya jenis chipset-nya saja, yang menjadi penggerak utama ketiga tablet tersebut. Mereka pengguna awam mungkin hanya melihat desainnya yang fresh, ramping, ringan, material plastik dengan sisi mengkurva, dan mirip-mirip lah dengan Galaxy S4 (dan jelas dikenali sebagai produk Samsung). Atau ada angka “3” yang bisa diterjemahkan menjadi kata “lebih baru dan canggih” dibandingkan Tab 2. Namun apa benar lebih baik dari generasi Tab sebelumnya?

Samsung sendiri sudah melengkapi data ketiga Tab tersebut pekan lalu di Amerika Serikat. Pertama kali akan dijual di negeri Paman Sam pada akhir pekan pertama Juli ini (tepatnya tanggal 7), dengan harga mulai US $199 saja, dengan pre-order di buka mulai 24 Juni lalu. Ketiga Tab 3 tersebut pertama kali dijual dengan hanya menggunakan koneksi WiFi saja, dan pilihan warna putih serta coklat. Jadi ketika membaca harganya mulai $199 untuk Tab 3 berukuran 7-inchi, jelas siapa pun akan tergiur. Murah… namun itu hanya bisa terkoneksi via WiFi saja! Tipe di atasnya, Tab 3 dengan layar 8-inchi dijual mulai $299 (juga WiFi only), dan Tab 3 berlayar 10.1-inchi dengan harga mulai $399. Kemudian bagaimana performa ketiganya?

Memang pada press release mereka sebelumnya tidak diungkapkan apa saja chipset yang digunakan, kami pun menduga sama seperti pada Galaxy Grand, dan tipe tertingginya juga dirumorkan menggunakan Intel Atom Clover Trail+. Untuk Tab 3 berlaar 7-inchi, Samsung menyematkan chipset Marvell PXA986, yang memiliki dua prosesor berbasis ARM Cortex-A9 dengan kecepatan standar 1.2 GHz. CPU tersebut didukung oleh GPU Vivante GC1000. Dari pilihan chipsetnya jelas, Tab 3 yang 7-inchi ini masuk segmen bawah, dan kinerja prosesor serta pengolah grafisnya itu pun masih di bawah kombinasi CPU Broadcom dan GPU VideoCore IV dalam Galaxy Grand.

Untuk kelas harga 2 jutaan, Samsung tentu perlu usaha ekstra meyakinkan konsumen yang paham “jeroan” tablet mereka, karena ada pilihan Asus dengan Nexus 7 yang memiliki nVidia Tegra 3 dengan kemampuan 2x lebih baik. Dibandingkan Chipset hasil olahan Samsung sendiri, Exynos 4 dan bahkan chipset Rockchip (biasa ditemukan di tablet-tablet lokal) seperti di seri RK3188, silikon dari Marvell tersebut dalam uji benchmark selalu berada di urutan terbawah. Dibandingkan Tab 2 mereka sebelumnya, dua inti Cortex-A9 sebenarnya sudah cukup untuk kinerja standar Android, dan GPU Vivantec-GC1000 GPU itu pun juga sedikit lebih kuat dibandingkan PowerVR SGX 540 (apalagi prosesor TI OMAP 4430) pada Galaxy Tab 2 7.0 (bisa kamu lihat melalui gambar di atas, Tab 3 7-inchi memiliki kode SM-T211). Namun dibandingkan dengan Tegra 3 yang bisa didapatkan melalui Nexus 7 yang harganya setara, kinerja Marvell masih di bawahnya.

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab 3 7.0 (detail spec lain bisa kamu buka di sini)

  • Marvell PXA986 Chipset
  • 1.2 GHz Dual Core CPU
  • Vivante GC1000 GPU
  • 1 GB Of RAM
  • 7-inch (1024 x 600 pixels) Display
  • 3.15-megapixel Rear Camera, 1.3-megapixel Front Camera
  • 8 or 16 GB Internal Storage
  • MicroSD Card Slot
  • 4,000 mAh Battery
  • Android 4.1.2 Jelly Bean

Kemudian untuk Galaxy Tab 3 yang ukuran layarnya 8-inchi, Samsung memilih chipset yang lebih tinggi kastanya, yaitu racikan mereka sendiri melalui Exynos 4 Dual. Chipset ini dikembangkan dengan teknologi semikonduktor 32 nm, memiki dua inti prosesor yang kecepatannya 1.2 GHz dari keluarga ARM Cortex-A9, serta didukung GPU ARM Mali-400 MP4 (Quad-Core) pada kecepatan 400 MHz (dengan kinerja komputasi mencapai 14.4 GFLOPS). Memang bukan silicon baru, sudah eksis sejak akhir 2011 lalu, dengan kinerjanya bisa disetarakan dengan Galaxy S II. Apa yang spesial untuk Tab 3 satu ini, RAM-nya menjadi yang terbesar, 1.5 GB! Sayang baterainya juga tidak meningkat pesat. Overall, Tab 3 8-inchi ini menjadi versi hemat minus S-Pen dari Galaxy Note 8.0, yang harganya sekarang masih Rp. 5 jutaan!

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab 3 8.0 (detail spec lain bisa kamu buka di sini)

  • Exynos 4 Dual Chipset
  • 1.5 GHz Dual Core CPU
  • Mali-400 MP4 GPU
  • 1.5 GB Of RAM
  • 8-inch (1280 x 800 pixels) Display
  • 5-megapixel Rear Camera, 1.3-megapixel Front Camera
  • 8 or 16 GB Internal Storage
  • MicroSD Card Slot
  • 4,450 mAh Battery
  • Android 4.2 Jelly Bean

Dan terakhir, untuk Galaxy Tab 3 dengan ukuran layar 10,1-inchi yang versi WiFi-nya dibanderol $399, akan dibekali dengan prosesor dari keluarga Intel Atom, tepatnya Z2560 Clover Trail+ yang memiliki dua inti prosesor Saltwell yang kecepatannya 1,6 GHz, dibangun dengan teknologi semikonduktor 32 nm, serta didukung GPU PowerVR SGX 544 MP2 (dua core) dengan kecepatan 400 MHz. Tablet ini akan menjadi perangkat Android dengan prosesor Intel pertama yang dirilis di Amerika Serikat. Kinerjanya sendiri bisa disetarakan dengan Asus FonePad Note FHD 6 dan Asus Memo Pad FHD 10 yang baru diperkenalkan awal Juni lalu. Walaupun hanya dua core, namun dengan prosesor yang mendukung teknologi Hyper Threading, satu core tersebut kinerjanya bisa disetarakan dengan dua core. Dan dengan dual-core Clover Trail+untuk Tab 3 10.1 ini sebenarnya sudah layak disetarakan dengan tipikal quad-core yang eksis setahunan lalu.

Data yang menunjukkan kelas Clover Trail+ yang digunakan untuk Tab 3 10.1 dibandingkan chipset Intel Atom lainnya. Bisa dilihat di atas, kinerja keseluruhan GPU Tab 3 10.1 meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan Tab 3 berlayar 8-inchi. Beberapa sumber lain menyebutkan, hasil benchmark Atom Z2560 menempatkan kinerjanya di atas Galaxy S3, namun di bawah Galaxy S4 (data chipset via Anandtech).

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab 3 10.1 (detail spec lain bisa kamu buka di sini)

  • Intel Atom Z2560 Clover Trail+ Chipset
  • 1.6 GHz Dual Core CPU with Hyper Threading
  • PowerVR SGX 544 MP2 GPU
  • 1 GB Of RAM
  • 10-inch (1280 x 800 pixels) Display
  • 3-megapixel Rear Camera, 1.3-megapixel Front Camera
  • 16/32 GB Internal Storage
  • MicroSD Card Slot
  • 6,800 mAh Battery
  • Android 4.2 Jelly Bean

Semua produk Galaxy Tab 3 ini juga dilengkapi dengan fitur yang biasanya menjadi sarana usil, yaitu IR Blaster (bebas gonta-ganti saluran TV tanpa remote), dengan software WatchOn Samsung, yang berfungsi baik sebagai panduan TV maupun penunjuk pencarian streaming. Selain itu, ketiga produk Galaxy Tab 3 ini juga mendukung Group Play, yang memungkinkan perangkat Samsung yang kompatibel bisa dihubungkan dan menjadi perangkat speaker yang saling terintegrasi untuk mendengarkan musik atau video secara bersamaan melalui speaker mereka dan menghasilkan output suara yang lebih aktif.

Hanya saja sayangnya, ketiga Tab 3 ini mengadopsi interface TouchWiz baru Samsung, yang memanfaatkan sepenuhnya tombol fisik di bawah layar (plus tonbol menu dan back di kedua sisinya), menjadikan layaknya smartphone dengan layar besar saja. Samsung menghilangkan Status Bar di bawah layar, sehingga kini kita akan kehilangan kemudahan untuk beralih antara mode portrait dan landscape, serta beberapa fungsi dalam dari Status Bar, yang menyimpan shortcut seperti notifikasi, tombol home, back serta menu (lebih jelasnya baca di sini).

Overall, tawaran Samsung ini memang menarik, dengan harga yang juga terjangkau (apalagi yang 8 dan 10.1 sudah menggunakan OS 4.2 Jelly Bean). Hanya saja perlu kamu perhatikan, itu untuk Amerika Serikat saja. Bisa jadi di Indonesia akan jatuh lebih mahal (biasanya sih). Dan harga tersebut juga untuk varian WiFi saja lho. Untuk yang langsung 3G, biasanya harganya akan naik antara Rp. 700 ribu hingga sejutaan untuk setiap model. Oh ya, penulis belum mendapat kepastian kapan ketiga Tab 3 tersebut akan dirilis di Indonesia. Terus pantau Duniaku ya, karena kami akan memberikan update jika Tab 3 ini akan segera dijual di pasar lokal.

[cb type=”company”]Samsung Electronics[/cb]