Opera Next Keluar Dari Status Beta, Menjadi Opera 15 Dengan Engine Blink dari Google

Kami mengetahuinya sejak awal tahun ini, bahwa Opera berencana membangun ulang engine browser mereka dari bawah menggunakan engine rendering baru dari jenis WebKit, engine yang sama yang juga digunakan Google pada Chrome, dan juga Apple pada Safari. Diawali dengan versi mobilenya, kita mendapatkan versi beta dari wujud engine baru itu pada awal Maret, dan menyusul kemudian untuk desktop Windows dan Mac tersedia. Kini browser baru yang selama Beta disebut Opera Next tersebut sudah mencapai final, dan resmi dirilis sebagai Opera 15.

Opera yang selama ini bisa dikatakan sebagai underdog di kelas browser desktop, tampaknya bisa mencoba merubah keadaan dengan engine baru ini. Mereka menanggalkan Prescot yang sudah memperkuat rendering semua varian browsernya selama ini, mulai desktop hingga mobile, dengan WebKit yang diklaim lebih cepat. Sejauh ini kecepatannya sudah diklaim mengungguli kompetitor, seperti engine Gecko-nya Mozilla dan engine Presto yang digunakan Opera pada browser mereka sebelumnya. Lebih tepatnya, Opera menerapkan engine rendering Blink, engine web browser hasil kerja bareng Google dan Opera Software ASA sebagai bagian proyek Google Chromium (OS desktop besutan Google yang memperkuat notebook). Menjadi percabangan komponen WebCore dalam WebKit, serta akan diterapkan pada browser Chrome (mulai versi 28+), Opera (mulai versi 15+) dan browser Yandex.

Karena engine baru, Opera pun merubah antar muka browser ini. Untuk versi mobile-nya kamu diajak banyak menyapukan jari melalui interface utamanya, layout navigasinya yang dibuat bersih, adanya Speed Dial, halaman bookmark yang paling sering dikunjungi ditempatkan di tengah, opsi kustomisasi layout ikon-ikonnya, hingga keberadaan mode Off-Road, istilah baru dari fungsi penghemat data (kompresi bandwidth melalui server). Untuk versi desktop ini juga banyak mendapat overhaul interface.

Sedangkan untuk desktop ini, kamu mendapati address bar dan search kini digabungkan menjadi satu. Layar speed dial memiliki tampilan baru, dan bisa membuat folder di sana, selain ada dua tab baru, Stash dan Discover. Stash menjadi tempat dimana kamu menyimpan sementara halaman web yang ingin dibaca ulang nanti. Cara menyimpan halaman ke dalam Stash cukup simpel, cukup sentuh ikon “hati” di ujung kanan-atas pada address bar. Membuang halaman yang disimpan di dalam Stash juga semudah satu klik tombol saja. Yah, semacam Evernote yang terintegrasi.

Tab Discover sendiri dibawa Opera dari versi mobile Android-nya. Di sana kamu bisa dapati content dari beragam sumber, yang sudah kamu set berdasarkan lokasi tempat tinggalmu. Banyak topik yang bisa dipilih, mulai entertainment, sport, lifestyle, motoring, science, new, technology, travel, dan lainnya. Kamu bisa mengeset agar berita terbaik dari setiap topiknya yang muncul di halaman terdepan Discover tersebut (sepertinya halaman ini juga cocok untuk menggaet iklan ya!). Fitur ini juga mengingatkan penulis pada interface Flipboard, update baru Google Plus, atau fitur BlinkFeed di home screen-nya HTC One, yang berfungsi menarik content berita berdasarkan pilihan dan kegemaranmu. Opera juga membuang client email Opera Mail yang selama ini dipaket built in bersama browser mereka, dan memintamu untuk men-downloadnya sebagai aplikasi tersendiri.

Penulis memang masih menjagokan Chrome untu aktifitas browsing (karena kemudahan sinkronisasi mobile-desktop), namun Opera Next 15 ini juga tidak kalah cepatnya dalam merender website. Setidaknya dibandingkan Opera lama dengan engine Prescot, kecepatan Opera baru ini meningkat drastis.

Tunggu apa lagi, kamu pengguna setia Opera bisa langsung mendownload melalui link di bawah.

Download Opera 15

Off The Wall with Opera Browser

[cb type=”company”]Opera[/cb]


SHARE
Previous articleBertambah Satu Pilihan Online Shopping, eBay Akan Segera Membuka Tokonya di Indonesia
Next articleWeChat Hadirkan Lionel Messi Sebagai Bintang Iklan Televisi Terbarunya!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.