Menantikan Hadirnya Nokia EOS aka Lumia 1020, Perpaduan 808 PureView dan Lumia 920

Mungkin Nokia resmi menghentikan dukungannya untuk sistem operasi Symbian mereka, dan smartphone dengan kamera 41-megapixel, Nokia PureView menjadi yang terakhir menggunakan smartphone tersebut. Tidak heran jika PureView menjadi salah satu smartphone legendaris. Awalnya dengan terhentinya warisan Symbian di tangan PureView, kami mengira tidak bakal ada penerusnya. Ternyata salah… dan Nokia sudah merencanakannya sejak lama melalui Nokia Lumia 1020, atau yang sebelumnya disebut sebagai Nokia EOS.

Pertama kali EOS ini muncul ke permukaan pertengahan April lalu. Dirumorkan sebagai flagship baru Nokia, dengan kelas di atas seri Lumia 9xx, serta melanjutkan aura 808 PureView di ranah Windows Phone 8. Info awalnya masih sekadar spekulasi, seperti bakal ada dua jenis EOS yang dibedakan menurut prosesornya, baterai yang sama seperti pada Lumia 920, flash jenis Xenon, sensor 41-megapixel dari PureView, dan kombinasi optical image stabilization (OIS) serta beberapa bukaan lensa untuk menghasilkan foto maksimal di kondisi minim cahaya.

Selain itu, EOS ini juga dilaporkan membawa desain perpaduan dari Lumia 920 dan 808 PureView. Material casing plastik (bis ajuga metal) polycarbonate dengan konsep unibody, ukuran layar AMOLED 4.5-inchi dengan resolusi WXGA (768×1280-pixel) yang sama, serta di bagian lensa kameranya agak menonjol seperti PureView, karena menyimpan cover lensa otomatisnya. Beberapa kali muncul dalam desain purwa rupa, EOS ini terlihat memiliki ukuran lensa dan lampu Xenon yang lebih kecil dibandingkan PureView, walaupun ada dua lampu di sana, satu warna putih yang berperan untuk video light dan satunya merah untuk dukungan auto fokus.

Setelah muncul sekadar desas-desus saja, awal Juni lalu mulai banyak bermunculan dengan foto (tidak resmi) yang lebih jelas, seperti apa EOS ini. Data baru seperti ketebalan hanya 9.7-milimeter, dan diameter lubang di casing belakang untuk rumah lensanya juga jelas terlihat, termasuk konektor wireless charging pada casing belakangnya. Penataan kontrol di sekitar casingnya pun sama dengan Lumia 920, termasuk untuk port dan slot, tombol volume, Power/Lock, serta yang dewasa ini seakan sering dilupakan produsen smartphone, tombol shutter kamera. Di sisi atas pun sama seperti Lumia 920, ada slot microSIM dan jack audio 3.5mm, sedangkan port microUSB dan corong loudspeaker di sisi bawah.

Menyusul kemudian pada pertengahan Juni, Nokia menyebar undangan untuk event pada 11 Juli depan di New York, yang jelas menunjuk pada rencana konfirmasi smartphone baru, khususnya EOS tersebut. Tagline-nya saat itu adalah “Zoom reinvented,” seakan memberi petunjuk jika apa yang akan mereka umumkan berhubungan dengan kamera (zoom), serta yang paling dekat dengan kamera hanyalah EOS yang sebulanan lalu menjadi salah satu topik hangat di dunia smartphone. Selain itu, melalui blog resmi Nokia, secara tidak langsung mereka juga mengkonfirmasikan jika sensor kamera EOS itu nanti benar akan berukuran 41-megapixel. Tidak lama pasca pengumuman tersebut, kembali salah satu sumber kami menyebutkan, jika EOS ini akan disebut sebagai Nokia Lumia 1020. Perhatikan nomor serinya, di atas Lumia 900, langsung menunjukkan identitasnya sebagai flagship baru di kelas Windows Phone 8.

Sejauh ini para gadgeteer yang juga menyukai fotografi, dan malas membawa kemana-mana membawa kamera profesional, selalu terkendala kamera smartphone yang ternyata biasa saja, walaupun megapixel-nya tinggi, tetap saja hasilnya tidak maksimal ketika dibuat memotret dalam mode zoom. Sebatas untuk menggantikan kamera point-and-click alias kamera saku. Namun tahun lalu Nokia membuat terobosan melalui Nokia 808 PureView, 41-megapixel yang mampu menghasilkan foto berkualitas prima, walaupun dalam kondisi diperbesar melalui mode zoom lossless (tipikal smartphone lebih memilih zoom digital). Itu teknologi PureView fase pertama. Kemudian datang Lumia 920, yang sensornya lebih kecil, namun dibekali OIS dan fokus untuk mendapatkan hasil maksimal di dalam kondisi minim cahaya dan tanpa dukungan lampu blitz (Lumia 920 menang mutlak dibandingkan semua smartphone lain di kelasnya), itulah fase kedua PureView. Bagaimana jadinya jika kedua teknologi tersebut digabungkan melalui Nokia EOS?

Sayang ya, mungkin karena Nokia memilih Windows Phone, coba Lumia 920 itu sebuah Android, penulis yakin pamornya jauh lebih baik, bahkan dibandingkan beberapa flagship Android terbaru jika perbandingannya adalah kualitas kamera. Namun bagimu yang mencari smartphone dengan kamera paling ok, dan harga yang terjangkau (setidaknya harga 2nd Lumia 920 di pasaran kini sudah berada di level 3-4 jutaan), penulis menyarankan Lumia 920. Lihat saja perbandingan hasil fotonya untuk kondisi minim cahaya melalui gambar di atas.

Update: Sebuah tweat baru dari  evleaks menyebutkan, ternyata flagship baru Nokia ini nantinya tidak jadi disebut sebagai Lumia 1020, melainkan Nokia Lumia 909, dengan tujuan untuk lebih dekat menghubungkannya pada 808 PureView.

Sumber: ViziLeaks, EVLEaks


SHARE
Previous articleBumblebee Muncul dengan Model Baru Camaro di Transformers 4!
Next articleVanillaware Memungkinkan Dragon’s Crown Dimainkan Dengan Suara Narasi Para Karakter
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.