Mengenal Cordyceps, Jamur Mematikan yang Mengubah Manusia Menjadi Zombie dalam The Last of Us

Sudah memainkan The Last of Us? Bisa dibilang, mungkin game buatan Naughty Dog ini adalah salah satu kandidat Game of The Year tahun ini dengan mengandalkan gameplay dan juga narasinya yang memukau. Zombie dari The Last of Us sendiri bisa tergolong unik, karena berbeda dari Zombie yang sering kita temui di film atau game kebanyakan yang seringkali timbul karena virus. Zombie dalam The Last of Us sendiri terjadi karena manusia yang terinfeksi dari sejenis jamur keluarga Cordyceps, dan ternyata jamur ini sendiri pun ada di dunia nyata!

Tenang, jangan panik terlebih dahulu karena dalam artikel ini saya akan menjelaskan sedikit fakta ilmiah mengenai jamur Cordyceps ini. Keluarga jamur Cordyceps sendiri terdiri dari 400 spesies dan semuanya menggunakan tubuh makhluk hidup lain sebagai tempat inang (atau bernaung). Kebanyakan spesies dari Cordyceps menggunakan tubuh serangga sebagai inangnya, namun ada juga spesies yang menggunakan jamur lain sebagai tempat hidup. Tidak semua spesies Cordyceps berbahaya, karena ada juga beberapa spesies yang berguna dalam bidang kesehatan. Contohnya adalah Cordyceps subsessilis yang biasanya digunakan untuk obat Imunosupresif (penekan sistem imun) dalam kegiatan transplantasi organ tubuh. Obat Imunosupresif ini dibutuhkan agar organ tubuh yang ditransplantasikan tidak ditolak oleh tubuh yang menjadi target. Namun, ada juga beberapa spesies yang benar-benar bisa menciptakan “zombie” sungguhan ribuan tahun lalu, terutama menggunakan tubuh serangga.

Semut yang terinfeksi dengan jamur Cordyceps unilateralis

Salah satu spesies jamur “zombie” yang menyita banyak perhatian adalah Cordyceps unilateralis. Jamur ini menggunakan tubuh serangga lain seperti semut untuk melengkapi siklus hidupnya. Jamur ini menyerang semut, lantas hidup di dalam organ tubuhnya. Semut yang terinfeksi jamur ini jaringan tubuhnya akan “dimakan” oleh jamur tersebut, dan digantikan oleh organ-organ tubuh si jamur. Satu-satunya yang tersisa dari si semut adalah lapisan tubuh bagian luar termasuk tanduknya. Lambat laun, jamur tersebut akan mulai tumbuh di tubuh semut tersebut melalui bagian kepala dan tubuh, dan akan melepaskan spora-spora yang tersebar melalui udara dan memulai siklus hidup barunya. Untuk lebih jelasnya mengenai transformasi dari semut menjadi zombie karena Cordyceps ini, kamu bisa menyimak video salah satu episode BBC berikut ini.

UPDATE: Penasaran dengan bagaimana tingkah laku semut yang sudah terinfeksi jamur ini? Simak video di bawah ini.

Beberapa spesies Cordyceps lain hanya membutuhkan inang sebagai tempat hidup dan tidak mengubah mereka sebagai zombie. Contohnya adalah Cordyceps ignota yang biasanya menginfeksi laba-laba. Spora-nya akan hidup di dalam tubuh laba-laba, lantas tumbuh di kaki-kakinya. Setelah semua bagian dalam tubuh laba-laba sudah dipenuhi oleh jamur ini, maka lambat laun laba-laba tersebut bisa mati.

Laba-laba yang terinfeksi Cordyceps ignota

Di The Last of Us, Codyceps menambahkan manusia ke dalam daftar salah satu inang mereka. Wabah dimulai saat spora jamur ini masuk ke tubuh manusia seperti virus flu burung yang bisa berpindah-pindah dari satu spesies ke spesies lainnya. Manusia yang terinfeksi jamur ini akan berubah menjadi ganas, dan mencoba untuk menggigit manusia lainnya.  Dalam game ini, Naughty Dog menggunakan jamur Cordyceps fiktif jenis baru yang sampai saat ini belum pernah ditemukan di dunia nyata. Jadi, jika menemukan satu spesies jamur ini atau serangga yang sudah terinfeksi, jangan khawatir bisa terinfeksi menjadi zombie seperti di dalam game ya!

[Sumber: Wikipedia/ScientificAmerican]