Nintendo Berencana Membatalkan Pengembangam Wii Vitality Sensor

Satu tahun pasca Nintendo mengkonfirmasikan aksesoris tambahan untuk Wii mereka, yaitu Wii MotionPlus selama E3 2008, mereka mengumumkan perangkat pendukung lainnya yang disebut Wii Vitality Sensor selama E3 2009. Empat tahun pasca dikonfirmasikan, saat ini muncul kabar jika alat tersebut dikabarkan batal diproduksi.

Wii Vitality Sensor sendiri merupakan sensor pulse oximeter, yang berhubungan dengan Wii Remote. Sensor pulse oximeter biasa digunakan baik secara pribadi atau oleh para medis untuk memonitor kejenuhan oksigen dalam darah dengan hanya menempelkannya pada ujung jari (tidak perlu sampai harus mengambil sampel darahnya). Alat tersebut bisa juga menampilkan data lain, seperti memonitor detak jantung. Ketika dikonfirmasikan, Nintendo mengatakan jika Vitality Sensor mereka itu ketika digunakan dan berhubungan dengan konsol Wii, bisa memberi beberapa informasi ke user apa saja yang terjadi di dalam tubuh. Ketika pertama kali dkonfirmasikan oleh presiden Nintendo Satoru Iwata, belum ada aplikasi pendukung yang memberi gambaran jelas kegunaan perangkat itu nantinya. Iwata hanya menyebutkan jika suatu saat video game bisa menjadi salah satu sarana untuk manusia mencapai relaksasi tubuh.

Sensor ini sepertinya perlu jalan panjang, karena sejak konfirmasi pertamanya, Nintendo hanya memberi pernyataan saja bahwa pengembangannya berlanjut. Sampai akhirnya kemarin kami mendapatkan kabar baru melalui press release resmi Nintendo untuk para investor yang dijelaskan oleh prsiden Satoru Iwata. Dalam salah satu kalimatnya, beliau menyebutkan jika selama masa pengembangan dan berbagai versi purwa rupa yang diuji-cobakan, ternyata untuk beberapa orang sensor tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya (tidak dijelaskan beberapa orang itu seperti apa).

Menurut Nintendo, versi pirwa rupa mereka itu hanya bekerja untuk 9 dari 10 orang yang diuji-cobakan. Dan menurut Nintendo itu kurang memenuhi standar untuk merilisnya sebagai bagian pelengkap konsol mereka. Walaupun menyebutkan perangkat itu kurang menenuhi syarat, dalam pernyataan itu juga disebutkan jika mereka akan terus mengujinya, sampai teknologi tersebut berjalan lancar untuk 999 dari 1000 orang tanpa masalah.

Sepertinya masih ada harapan ya, Vitality Sensor muncul menjadi salah satu add-on konsol mereka. Selain mampu difungsikan sebagai perangkat kesehatan, melalui sensor tersebut developer game bisa memanfaatkannya untuk mengetahui detak jantung kita (sama seperti touchpad pada kontroler PlayStation 4), dan mengetahui bagaimana respon psikis pemain terhadap game yang mainkan. Seperti seberapa takut mereka ketika memainkan game horor.

Sumber: Nintendo


SHARE
Previous articleKakao Talk Menyambut Ramadhan Dengan Live Emoticon dan Campaign Baru Bersama Noah
Next articleNamco Bandai Umumkan Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 3 Full Burst
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.