PopCon Asia 2013: Profil Para Pop Star di Artist Alley! (Bagian 1)

PopCon Asia 2013 kali ini menghadirkan banyak pop artist yang mempertunjukkan karya-karya mereka. Menariknya, sudah ada beberapa pop artist yang kualitas karyanya diterima pasar Internasional loh! Kesemua artist yang men-showcase karya-karya mereka berada dalam blok tersendiri yang disebut dengan area Artist Alley. Nah kali ini saya akan mencoba memberikan profil setiap pop artist yang berpartisipasi dalam PopCon Asia 2013.

1. Paper Captain: The Childhood Illustration Studio

Paper Cut ini pada dasarnya adalah sebuah studio ilustrasi yang fokus kepada pembuatan buku cerita untuk anak-anak. Studio ini didirikan oleh Evan Raditya dan berpusat di Surabaya. Studio yang sudah berdiri selama 2 tahun ini sampai saat ini masih dijalankan sendiri oleh Evan. Evan juga biasa mengerjakan pesanan Character Design, Children Book Illustration ataupun Storybook. Tapi jangan salah, karya yang dihasilkan olehnya sudah go internasional loh! Padahal sejauh ini, bukunya yang berjudul The Little Postman ini sifatnya self publish yang artinya hanya dapat didapat melalui sistem pre-order. Namun begitu Evan mengatakan pembelinya sejauh ini ada yang berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Tertarik dengan buku Paper Captain? Langsung saja akses websitenya disini!

2. FPS X SQUASH

FPS X SQUASH pada dasarnya adalah 2 grup yang berbeda. FPS adalah singkatan dari Figure Photo Studio, sebuah komunitas yang fokus kepada fotografi sementara SQUASH lebih fokus kepada karya ilustrasi. Jadi, SQUASH selalu mengikuti trend-trend terbaru dari anime. Dari situ, mereka akan membuat berbagai macam fan illustration. Nantinya, FPS dan SQUASH akan berkolaborasi dengan membuat karya fotografi dari figur-figur anime tersebut. Biasanya, masing-masing fotografer memiliki figur favourite  mereka sendiri. Jefri Lustan dari FPS mengatakan bahwa komunitas ini sudah berdiri sejak September tahun lalu namun anggotanya tersebar lumayan banyak. Untuk fotografer yang tergabung dalam FPS sendiri selain ada fotografer lokal, ada juga yang berasal dari Singapura dan Filipina. Karya yang dihasilkan biasanya berbentuk pin, artbook, poster serta photobook.

3. Well+done Group

Yadza Lafaliqa Well-done Group adalah sebuah perkumpulan para ilustrator lokal yang sudah eksis sejak tahun 2011 dengan kiblat ke budaya Jepang. Menurut Tadza Lafaliqa selaku Creative Director Well+done Group, karya-karya yang dihasilkan biasanya berbentuk komik strip 3 – 5 halaman dengan mengambil tema komedi. Untuk artist yang tergabung dalam Well+done Group ini sendiri jumlahnya ada sekitar 10 orang. Namun, walaupun grup ini lebih sebagai sebuah media penyaluran hobi, ternyata mereka memiliki divisi marketing juga loh! Harapannya Tadza adalah nantinya Well+done Group dapat memproduksi komik seperti Shonen Jump di Jepang, oleh karena itu lah mereka membutuhkan divisi marketing. Selain itu quality control pun diterapkan dengan ketat oleh mereka karena mereka tidak ingin membuat karya yang ‘asal jadi’ saja. Grup ini aktif di Facebook, jika kamu tertarik bisa langsung akses page mereka disini. Ada komik strip yang terbit setiap minggu juga loh disitu!

1
2

SHARE
Previous articleNonton Yuk: Kumpulan Cutscene Red Dead Redemption
Next articleWorkshop Indonesia Punya Superhero Oleh Komikus Legendaris Hasmi!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.