Workshop Indonesia Punya Superhero Oleh Komikus Legendaris Hasmi!

Halo penggemar Gundala, yang di Surabaya terutama pasti sudah tahu mengenai kehadiran sang pencipta Gundala Putra Petir, Bapak Hasmi, di kota Pahlawan tercinta kita.  Sang komikus legendaris Hasmi hadir di Surabaya dalam rangka mengikuti teater Gundala Gawat, yang sudah sempat saya cantumkan di artikel saya sebelumnya,  sekaligus diundang sebagai pengisi workshop dan talkshow di event teman-teman pembuat komik di  Surabaya yang diorganisir Beecomics dan berbagai komunitas lainnya.

Gundala merupakan tokoh superhero yang bisa dibilang melegenda dan sangat populer di masa-masa keemasaannya di tahun 1970-an. Hal inilah yang mendorong teman-teman muda komikus untuk mendapatkan ilmu dari sang komikus legenda, Bapak Hasmi. Acara workshop dan talkshow ini juga tidak lepas dari dukungan para penggemar-penggemar lama superhero Gundala dari berbagai komunitas superhero di Surabaya, seperti teman-teman Komunitas Marvel Indonesia dan Komunitas Superheromania.

Suasana akrab terasa di ruangan workshop yang mengambil tempat di gedung milik Universitas Surabaya (Ubaya). Pihak Ubaya, tepatnya Program Multimedia, sangat mendukung acara yang mendatangkan tokoh senior di dunia perkomikan Indonesia ini. Keakraban antar peserta didorong juga karena asal mereka dari satu komunitas yang sama, namun beberapa komikus muda ini juga ada yang berasal dari Gresik dan Sidoarjo.

Bapak Hasmi memulai memimpin workshop pada siang hari, dimana sebelumnya para peserta diberi pendahuluan sekaligus kesempatan bertanya sebelum memulai mendesain karakter superhero mereka. Pertanyaan yang menarik dan mungkin sangat sering sekali dibahas adalah mengenai tipe menggambar karakter, haruskah meniru teknik Jepang atau ikut saja ke teknik superhero Amerika. Mengingat  kita tahu bahwa di Indonesia sendiri saat ini, style Jepang sangat digemari kawula muda.

[nggallery id=661]

Bapak Hasmi menanggapi dengan sangat santai. Menurut beliau dalam mendesain karakter superhero, apapun style yang dipilih, paling tidak sedikitnya ada unsur-unsur Indonesia yang terlihat dalam karakter tersebut. Ia menambahkan bahwasanya Jepang pun pada awalnya tidak memiliki style khas, tetapi karena terus menerus diberi unsur-unsur Jepang dalam komik-komiknya, akhirnya terciptalah style komik Jepang. Hal ini pula yang bisa diterapkan di Indonesia, dengan terus menerus memasukkan unsur-unsur kedaerahan sehingga kedepannya kita bisa menciptakan style Indonesia sendiri, tidak masalah apapun style yang kita tiru dalam karakter kita pada awalnya. Ia menunjukkan ciri khas dari style komik Jepang yakni mata yang besar dan hidungnya yang mudah sekali digambar. Menurutnya, hal ini karena para penggarap style ini merasa melalui mata semua ekspresi dapat terlihat dengan jelas. Namun Bapak Hasmi juga tidak terlalu menganggap benar hal tersebut karena ada juga komik yang bahkan matanya cukup diwakilkan dengan titik bulat hitam, tetapi demikian pendapatnya bukan berarti beliau menyalahkan style Jepang. Ia malah tetap mendukung apapun style yang dipilih para komikus muda.

Antusiasme  dalam mendesain superhero dari masing-masing peserta workshop terlihat dari keseriusan mereka dalam dua jam menggambar. Sedikit-sedikit suasana dibuat lebih renyah dengan candaan pak Yosafat, salah satu penanggung jawab kegiatan ini. Beliau merupakan penggemar superhero yang bisa saya bilang sangat mencintai sekali dunia superhero. Bersama dengan Mas Erik dari Beecomics, keduanya memoderasi acara ini dengan hangat dan penuh canda tawa.

Sedikit saran untuk karya peserta oleh Bapak Hasmi

Hasil karya para peserta  nantinya dipilih sebanyak sepuluh terbaik oleh Pak Hasmi. Beliau sangat menyukai desain karakter para peserta, namun menurut dia masih banyak yang bisa ditambahkan mengenai detail tokoh-tokoh tersebut. Beliau menganggap bahwa superhero yang bagus adalah dimana setiap peralatan superheronya memiliki asal muasal dan riwayat. Ia mencontohkan pada kasus Iron man, dimana masing-masing armor dalam garasi sang Tony Stark dijelaskan terperinci mengenai asal muasal dibuatnya. Hal ini yang ingin ditekankan oleh beliau, penguatan ciri-ciri dari peralatan heroik para superhero. Beliau amat menyukai hal-hal seperti ini, terlihat dari serunya saat ia mendiskusikan hal tersebut bersama dua moderator acara.

Pemilahan 10 karya menjadi 5 terbaik

Penilaian oleh sang legenda sudah selesai dengan tercapainya 10 karya terbaik. Untuk pencarian lima terbaik, kali ini giliran teman-teman dari komunitas superhero di Surabaya yang menilai tokoh-tokoh fiktif rekaan para komikus muda tersebut. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya terpilih lima terbaik dari semua peserta. Bingkisan menarik dari sponsor menanti kelimanya.

Kelima pemenang bersama Bapak Hasmi

Acara diakhiri dengan berfoto bersama seluruh teman-teman yang hadir di acara workshop tersebut. Selamat dan sukses bagi teman-teman komikus, semoga kedepannya dunia komik Indonesia bisa lebih jaya lagi dan menghasilkan karya-karya yang mendunia!


SHARE
Previous articlePopCon Asia 2013: Profil Para Pop Star di Artist Alley! (Bagian 1)
Next articleMushibugyou… Ayo Basmi Para Serangga!
Penulis berbagai macam tema, mulai dari anime, game, kucing, Naruto, Dragon Ball, meme, netizen, dan banyak hal lainnya seputar itu.