Review Bima Satria Garuda Episode 2, Kemunculan Rasputin!

Episode kedua ini dibuka dengan adegan pertarungan antara Bima dengan “Topeng Besi” (Iron Mask) yang tertunda di episode sebelumnya. Bima berhasil menyelamatkan Rena dan Topeng Besi pun kembali ke kapalnya. Di sana dia berkomunikasi via pesan hologram dengan sang pimpinan Vudo, Rasputin. Rasputin mendesak Topeng Besi untuk mengambil kembali Power Stone merah yang menjadi sumber kekuatan Bima.

Di lain sisi, Ray berdiskusi dengan Mikhail (dalam dunia pikiran mungkin?) mengenai keberatan dirinya mengemban tanggung jawab besar sebagai Bima. Ray takut jika hal tersebut malah mengancam keselamatan keluarganya, tapi Mikhail bersikukuh bahwa itu telah menjadi takdir Ray. Kemudian Ray pun memutuskan untuk mencari kakak tercintanya, Randy. Dia menemukannya terikat pada sebuah kursi di bangunan tua yang kosong. Saat akan menolong, tiba-tiba pasukan musuh datang menyerang, dan Ray pun berubah menjadi Bima.

Ketika bertarung, muncullah sang Topeng Besi yang juga menyerang Bima. Setelah keduanya bertarung, Bima berusaha mencuri kesempatan untuk menolong Randy, tapi sayang Topeng Besi bersama pasukannya berhasil menghilang dan melakukan teleportasi bersama dengan Randy. Kemudian Ray pun berusaha menemukan kembali Randy, yang ternyata digantung di sebuah bangunan tua lainnya.

Tak ayal lagi, Ray pun berubah kembali menjadi Bima, bertarung dengan pasukan musuh yang menjaga tempat tersebut. Pertarungan pun sampai berpindah tempat ke sebuah jembatan (ciri khas Kamen Rider hehe), dan berlangsung sengit. Perubahan Ray menjadi Bima diketahui oleh Randy, yang membuat dirinya terkejut dengan hal itu. Topeng Besi juga kembali hadir di sini, dan pertarungan makin sengit di antara keduanya. Di tengah-tengah, Mikhail melalui pikiran Ray menyarankan dirinya untuk mulai menggunakan senjata Bima, yakni Helios, pedang dua sisi berwarna merah dan biru. Bima pun menebaskan Helios ke arah Topeng Besi, dan hal tersebut melukainya cukup parah (tapi sayangnya tidak sampai membuat Topeng Besi mati).

Topeng Besi yang kalah pun kembali ke kapalnya, untuk melaporkan hal tersebut pada Rasputin. Rasputin terang saja marah besar karena menganggap Topeng Besi adalah salah satu panglimanya yang harus bisa menunaikan tugas dengan baik. Rasputin benar-benar ingin Power Stone merah milik Bima untuk kembali ke tangannya, karena itu merupakan kunci bagi dirinya untuk menguasai bumi. Di lain sisi, terlihat musuh lain yang mirip kadal berwarna hijau yang sedang merangkak di tengah rerumputan, dan episode dua pun selesai.

Apa yang saya suka dari episode kedua ini adalah makin banyak aksi pertarungan Bima, yang terlihat keren. Mulai dari aksi Bima, perlawanan para musuh, hingga efek-efek spesial saat bertarung dengan Topeng Besi benar-benar memukau. Aksi para musuh yang terlempar bahkan sampai terjatuh dari jembatan benar-benar terlihat nyata, mengagumkan. Apalagi dengan kemunculan senjata baru Bima, Helios. Sayangnya sih Helios “cuma” ditampilkan sebentar sebagai semacam serangan pamungkas ketika melawan Topeng Besi, padahal akan terlihat lebih seru ketika Bima menampilkan aksinya menggunakan Helios.

Mungkin yang masih terasa agak kurang adalah penjiwaan para pemeran dalam membawakan karakternya. Terlihat jelas adalah saat Randy yang seharusnya terkejut melihat perubahan Ray menjadi Bima, saya rasa mimik wajahnya kurang menampilkan rasa “terkejut” itu. Dan juga efek-efek spesial ketika Ray berubah menjadi Bima Satria Garuda, masih terasa sedikit kurang greget atau kurang wah menurut saya.

Kelemahan episode satu, yakni banyaknya iklan, saya rasa bisa ditoleransi untuk episode dua ini. Karena saya merasa tidak terlalu banyak juga iklannya dibandingkan dengan episode pertama lalu. Keseluruhan episode dua ini benar-benar menarik untuk ditonton, dan kemunculan musuh baru membuat saya makin penasaran dengan episode selanjutnya. Jangan lupa ya untuk menonton BIMA Satria Garuda tiap hari Minggu pukul 08.30 WIB hanya di RCTI. Atau jika terlewat, kamu bisa menonton tayangan ulangnya tiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB.


SHARE
Previous articleMushibugyou… Ayo Basmi Para Serangga!
Next article009-1 Live Action: the End of Begining, Adaptasi Manga Karya Ishinomori Bertema Dewasa
Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma - sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.