A Link to the Past 2 Menjadi A Link Between Worlds, Berikan Kemampuan Link Masuki Dinding

Melalui event online Nintendo Direct pertengahan April 2013 lalu, Nintendo mengumumkan salah satu proyek 3DS terbarunya, The Legend of Zelda: A Link to the Past 2. Dari judulnya saja para pemain senior pasti mengenal A Link to the Past, RPG yang sangat populer di era 16-bit melalui konsol Super NES. Saat diumumkan, A Link to the Past 2 belum memiliki judul yang pasti, namun sudah disebutkan bukan menjadi sekuel, hanya mengajukan petualangan baru Link dengan setting yang sama.

Berlanjut selama ajang Electronic Entertainment Expo 2013 pertengahan Juni kemarin, melalui presentasi mereka Nintendo merubah judul game tersebut menjadi The Legend of Zelda: A Link Between Worlds, yang kemudian dipastikan menjadi judul ofisial kedua game Zelda yang dirilis untuk 3DS selain The Legend of Zelda: Ocarina of Time 3D. Rencana rilisnya pun sudah ditentukan, yaitu November 2013 mendatang.

Aksi kedua Link di kerajaan Hyrule yang memiliki dunia alternatif dark world ini masih tetap mengajukan gameplay yang sama seperti tipikal game Zelda, 2D dengan sudut pandang diambil dari atas, tepatnya sama seperti A Link to the Past, dengan banyak obyek dalam game klasiknya masih kamu dapati kembali di sini. Dirilis untuk 3DS, kamu juga mendapati adanya elemen grafis stereoscopic 3D, serta juga ditambahkan dungeon baru.

Semua pixel dalam game aslinya dirubah menjadi poligon. Tidak hanya pada tampilan stereoscopic-nya, teknologi 3DS mampu memberi efek 3D pada beberapa gerakan Link, termasuk ketika dia berhadapan dengan puzzle. Paling mudah, efek 3D ini kamu dapati dengan Link yang bisa menghadap ke segala arah, atau dia bisa berputar 360 derajat. Gerakan yang lebih bebas tersebut menjadikan Link lebih natural, dan begitu pas dilakukan menggunakan circle pad. Selain itu semua efek dijalankan dalam mode 60 fps, sehingga dengan framerate yang makin cepat, maka efek 3D yang kamu lihat juga makin lancar.

Melalui video trailer pertamanya kita bisa melihat beberapa item dari A Link to the Past dikembalikan di sini, seperti anak panah untuk menembak musuh dari kejauhan, atau palu kayu untuk memasukkan pasak ke dalam tanah atau memukul tombol di lantai (yang bisa melontarkan Link jauh ke udara). Perubahan dalam gameplay yang sudah diketahui, seperti magic meter-nya Link kini bisa terisi sendiri, tidak perlu lagi mengonsumsi potion. Dan karena itulah, kini beberapa item Link seperti busuh/panah, palu, dan bom tidak lagi consumable, melainkan penggunaannya akan memangkas magic meter. Item yang kamu equip dipasangkan pada salah satu tombol, entah itu  X, Y atau B, dan dengan menahan L otomatis akan membuat Link menyiagakan perisainya.

Ability baru lainnya yang diberikan untuk Link adalah kemampuan “Merge” untuk memasuki dinding dalam bentuk gambaran pada dinding. Saat dia melakukan itu, sudut pandang kamera beralih ke profile view (atau diambil dari sudut 3/4 layar untuk mempermudah kita melihat dan menggerakkan Link) dimana dia kemudian bisa bergerak di sisi dinding (hanya ke kiri dan ke kanan saja) untuk mencapai area baru. Kemampuan tersebut tidak gratis, karena juga menguras magic meter seiring berjalannya waktu ketika mengaktifkannya. Dan juga sama seperti game klasiknya, pedang Link bisa menembakkan projectile ketika health-nya dalam kondisi maksimal. Atau, men-charge tombol serang untuk melakukan gerakan memutar pedang.

Nintendo 3DS – The Legend of Zelda: A Link Between Worlds E3 Trailer


SHARE
Previous articlePacific Rim Week: Game Mobile Pacific Rim dari Reliance Games
Next articlePetualangan Maxwell Bersama Buku Ajaibnya di Dunia DC Melalui Scribblenauts Unmasked
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.