PopCon Asia 2013: Profil Ankama Games, Perusahaan Game Ternama Asal Perancis!

PopCon Asia 2013 menjadi ajang banyak perusahaan menunjukkan berbagai macam produk mereka. Tidak hanya perusahaan lokal, perusahaan asing pun ada yang membuka booth di event kali. Adalah Ankama Games, sebuah perusahaan game asal Perancis yang fokus mengembangkan game MMORPG untuk pasar Eropa. PopCon Asia 2013 adalah kali pertama mereka masuk ke Indonesia dan mereka membawa game andalan mereka yang berjudul Dofus serta boardgames terbaru mereka, Krosmaster Arena.

Dofus adalah game flash MMORPG yang sangat terkenal di Eropa dan sudah berjalan hampir 10 tahun. Begitu populernya game ini di Eropa sana, Ankama Games meluncurkan banyak produk spin-off seperti novel, art book, komik, boardgames (yang baru rilis akhir tahun lalu) hingga film yang rencananya akan ditayangkan tahun ini. Secara keseluruhan, ada lebih dari 40 juta pemain di seluruh dunia dan sangat terkenal di Perancis. Menariknya, walaupun game ini mengambil waktu secara real-time namun untuk fase battle lebih bergenre turn based strategy seperti game Final Fantasy: Tactics. Duniaku berkesempatan untuk berbincang-bincang singkat dengan sang designer dari Dofus, Mathieu Bourgain.

Mathieu mengatakan bahwa pasar Indonesia sangat prospektif untuk dikembangkan. Mereka sangat ingin masuk ke pasar Indonesia namun tidak mengetahui apa-apa mengenai kondisi industri lokal. Oleh karena itu, dengan hadirnya mereka di event PopCon kali ini sangat berguna bagi mereka karena dapat melihat secara langsung seperti apa keinginan gamer di Indonesia. Mathieu sangat terkejut dengan banyaknya respons positif yang diterima oleh dirinya dari para pengunjung yang datang ke booth mereka. Mathieu lebih menekankan produk boardgames mereka, Krosmaster Arena dalam perbincangan kali ini. Krosmaster Arena adalah boardgames perdana yang diluncurkan oleh Ankama Games melalui kanal crowd funding Kickstarter.

Krosmaster Arena hadir dengan karakter-karakter (figurines) yang lucu dan colourful serta tetap menggunakan universe dari Dofus. Setiap figurine memiliki special ability masing-masing dan uniknya, jika kamu tidak tertarik dengan boardgamesnya, kamu tetap dapat mengumpulkan semua figurinesnya sebagai collectible items. Mathieu mengatakan bahwa jumlah figurines yang didapat ketika membeli Krosmaster Arena adalah 8 buah. Total figurines yang dapat dimiliki saat ini tidak kurang dari 40 karakter, masing-masing dengan kemampuan khusus yang berbeda. Harga untuk boardgamesnya sendiri berkisar di angka 50 Euro sedangkan untuk figurinenya masing-masing dijual dengan harga 5 Euro. Sayangnya, saat ini kita belum bisa mendapatkannya di Indonesia dan harus memesan langsung ke Perancis. Namun jangan khawatir karena bahasa yang digunakan sudah menggunakan bahasa Inggris.

Di desain untuk 2 orang, Krosmaster Arena masih memungkinkan untuk dimainkan hingga 4 orang. Strategi dalam memilih karakter, spell, weapon serta pergerakan para figurines menjadi sesuatu yang sangat vital. Mathieu menambahkan bahwa papan permainan yang digunakan sifatnya versatile, artinya pemain dapat memodifikasi sesuai keinginan mereka bagaimana meletakkan dan mengatur arena permainan. Akhir tahun ini juga rencananya expansion dari Krosmaster Arena akan diluncurkan dengan penambahan tiles (papan permainan) serta set figurines baru. Mathieu berharap dapat membawa Dofus dan Krosmaster Arena ke Indonesia dalam waktu dekat ini, semoga saja ya ada publisher lokal yang tertarik untuk mengambil dan mempublish game ini di Indonesia. Penasaran seperti apa gameplay Dofus dan Krosmaster Arena ? Tonton videonya dibawah ini!


SHARE
Previous articleCEO Baru Zynga, Don Mattrick Ternyata Menginginkan Microsoft untuk Membeli Zynga!
Next articleStar Wars Juga Akan Masuk ke Kingdom Hearts III?
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.