Jadwal Nonton Weekend Ini: Life is Beautiful dan The Tiger and The Snow

Weekend dan puasa merupakan kombinasi tepat untuk ngabuburit sambil menonton film. Summer Blockbuster telah menyerbu layar bioskop dengan berbagai pilihan film menarik seperti: Despicable Me 2, Monster University, Lone Ranger, dan yang terbaru Pacific Rim. Selain pilihan tersebut, kamu juga bisa menghabiskan waktu sambil menonton film sambil bersantai di rumah. Sulit untuk menentukan film yang tepat sambil berpuasa, karena kita perlu menghindari adegan-adegan yang berbau kekerasan dan vulgar. Dengan pertimbangan tersebut, film yang saya rekomendasikan adalah film-film buatan Roberto Benigni.

Roberto Benigni

Roberto Benigni adalah seorang aktor, komedian, screenwriter, serta sutradara untuk film dan teater. Keunikan karya Benigni adalah kritikannya terhadap konflik-konflik yang terjadi di dunia dengan cara satir dalam bentuk komedi. Benigni dalam film-filmnya tampil sebagai tokoh utama yang mengalami konflik berat karena keadaan dunia yang kacau yang seringkali karena perang dan konflik antar negara. Benigni tampil dengan sifat yang selalu positif dan menjadikan kondisi tersebut sebagai lelucon. Film Benigni yang saya rekomendasikan adalah: Life is Beautiful dan The Tiger and The Snow.

Life is Beautiful atau dikenal juga dengan nama La vita e bella dirilis pada tahun 1997. Film ini berhasil memenangkan 3 Academy Award, yaitu: Best Music, Best Foreign Language Film, dan Best Actor untuk Robert Benigni. Film ini mengisahkan perjalanan cinta Guido Orefice (Benigni), seorang Yahudi yang sedang mencari kerja; dan Dora (Nicoletta Braschi, istri Benigni), seorang guru yang telah bertunangan dengan seorang pejabat kaya. Dora berhasil direbut oleh Guido pada hari pernikahannya. Mereka kemudian menikah dan dikaruniai seorang anak lelaki bernama Joshua.

Konflik kembali terjadi ketika perang dunia kedua tercetus. Sebagai keluarga Yahudi, Guido dan Dora masuk dalam camp pengasingan yang terpisah. Guido menjelaskan pada Joshua bahwa pengasingan tersebut hanyalah sebuah permainan. Mereka harus menyelinap dan tak terlihat untuk memperoleh poin, sementara mengeluh, menangis, dan berteriak akan mengurangi poin. Guido juga menjelaskan bahwa pemenang dari permainan ini akan memperoleh sebuah tank. Cerita ini dibuat untuk menutupi kenyataan pahit dari Joshua dan membuatnya selamat dari keadaan tersebut. Kisah Guido berakhir ketika ia dan anaknya mencoba melarikan diri. Guido tertembak dan anaknya berhasil bersembunyi hingga tentara penyelamat datang. Merasa berhasil memenangkan permainan, Joshua menyambut tentara penyelamat dan naik tank bersama mereka. Joshua berhasil diselamatkan dan bertemu dengan ibunya di akhir film.

The Tiger and The Snow memiliki tema yang sangat berbeda dengan Life is Beautiful. The Tiger and The Snow atau dikenal juga dengan nama La tigre e la neve memiliki tema modern dan mengangkat kondisi krisis yang terjadi di Irak. Film ini mengisahkan Attilio (Benigni), seorang profesor beranak dua yang telah bercerai dengan Vittoria (Braschi), seorang penulis. Attilio masih memendam perasaan terhadap Vittoria, namun tidak sebaliknya.

Konflik dimulai ketika Vittoria pergi ke Baghdad untuk menulis tentang konflik yang terjadi di Irak. Attilio bersikeras untuk pergi ke Baghdad dan menemui Vittoria. Sebelum mereka bertemu, perang pun tercetus. Vittoria terluka dan koma di tengah perang yang sedang terjadi. Untuk dapat menyelamatkan istrinya, Attilio harus pergi ke perbatasan dan memperoleh supplai medis. Attilio kemudian berhasil memperolehnya dengan menyamar sebagai seorang dokter dan menyelamatkan Vittoria. Namun sebelum Vittoria siuman, Attilio tertangkap oleh para tentara penyelamat. Di akhir cerita, Vittoria yang telah kembali bertemu dengan Attilio secara tidak sengaja. Attilio yang tidak pernah menceritakan perjuangannya di Irak akhirnya disadari oleh Vittoria melalui cara Attilio menghiburnya seperti yang terjadi selama ia koma.

Film-film Roberto Benigni memiliki cara yang sangat khas dalam penceritaannya. Kritikan terhadap berbagai konflik yang menyebabkan perang terlihat dalam kedua film ini. Sosok positive thinking sang tokoh utama juga dapat menjadi panutan untuk tidak pernah menyerah dalam melakukan apapun.


SHARE
Previous articleGalaxy NX Menjadi Tipe Teratas Smart Camera Samsung, Harganya Mencapai 19 Jutaan!
Next articleSeventh Son, Film Terbaru Warner Bros. yang Diadaptasi dari Novel Fantasi
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.