Sherlock Holmes: Crimes & Punishments, Kini Dengan Pilihan Menjadi Detektif Baik atau Jahat

Setelah The Testament of Sherlock Holmes, yang dirilis akhir September 2012 lalu, Focus Home Interactive kembali menghadapkan Sherlock Holmes dengan kasus baru dalam Crimes & Punishments. Game ini masih sama seperti prekuelnya, dikembangkan oleh developer spesialis Sherlock Holmes, Frogwares.

Menurut Frogwares, Crimes & Punishments menawarkan delapan kasus, dimana kamu bakal menuntun Holmes melalui banyak pilihan moral yang khas kamu temui dalam tipikal game Sherlock Holmes. Kemudian menjadi yang pertama di tengah serial ini, developer memilih menggunakan engine Unreal Engine 3 untuk memoles tampilan grafisnya. Pemilihan engine modern tersebut dilatarbelakangi oleh desain game Holmes baru ini yang terlihat lebih modern, namun juga dengan skenario yang lebih emosional, serta nuansanya lebih gelap. Masih seperti game sebelumnya, Crimes & Punishments akan dirilis untuk X360, PS3 dan PC akhir tahun ini.

Seperti beberapa game Sherlock Holmes sebelumnya, kamu bisa memainkan game adventure ini entah dengan tampilan third-person, melihat permainan dari atas punggung detektif ciptaan Sir Arthur Conan Doyle ini, atau langsung dari mata kepala Holmes dalam tampilan first-person. Developer lebih menyarankan yang first-person, karena mereka memang bertujuan untuk membuatmu seakan menjadi Holmes.

Frogwares terlihat serius menawarkan sesuatu yang berbeda melalui seri baru ini. Apa yang langsung terlihat adalah melalui ability “Character Portrait,” yang memungkinkan Holmes untuk memeriksa tersangka atau saksi dengan lebih detail. Seiring dia memeriksa lebih detail seseorang (tampilannya selalu dikunci ke first-person ketika kamu berada di depan petunjuk penting), akan muncul pop-up tulisan berwarna putih yang memberi petunjuk seandainya ada informasi relevan dari apa yang saat ini sedang diperiksa Holmes.

Selain itu Holmes juga dibekali kemampuan lainnya, “Sherlock vision,” sebuah mekanisme yang mengingatkan kita pada Detective Mode dalam game-game Batman Arkham. Memang waktunya tidak melambat, namun ceritanya seakan di-pause, dan memberimu kesempatan mengobservasi petunjuk mengenai seseorang yang terlibat, obyek atau lokasi yang saat ini diselidiki. Kemampuan ini berguna selama dia menyelidiki tempat kejadian, karena akan membantunya menemukan banyak obyek yang menjadi petunjuk di sekitar lokasi, yang berhubungan dengan kejadian yang saat ini sedang diselidiki. Berkat Unreal, dibandingkan engine in house yang mereka kembangkan sendiri dalam game sebelumnya, di sini obyek yang kamu selidiki bisa digambarkan dengan sangat detail.

Total ada delapan kasus yang akan dia tangani dalam Crimes and Punishments, dan diantara delapan kasus itu juga ada tiga sampai lima konklusi yang bisa didapatkan melalui beberapa pilihan moral atau bagaimana Holmes memadukan semua petunjuk yang dia dapatkan selama masa penyelidikan. Kemudian akan membuat permainan lebih menantang, di sini ada istilah berhasil atau gagal. Mungkin saja Holmes malah meloloskan orang yang bersalah, atau menuduh mereka yang tidak bersalah. Ada konsekuensi dari setiap pilihannya itu yang berujung pada konklusi yang berbeda (ala Mass Effect). Bahkan kamu juga bisa memperburuk reputasi Holmes sebagai detektif dengan membuatnya gagal dalam setiap kasusnya.

CRIMES & PUNISHMENTS: TECH DEMO

CRIMES & PUNISHMENTS (SHERLOCK HOLMES): SUMMER TEASER


SHARE
Previous articleSutradara Kick-Ass 2 Kerjakan Film X-Force, Spin-Off dari X-Men?
Next articleF1 2013 Dirilis Menjelang Season Berakhir, Dengan PIlihan Edisi Standar dan Klasik
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.