Tren Smartphone “mini” Kembali Berlanjut, Kini HTC One mini, Lengkap Dengan Kamera Ultrapixel

Bukan hanya Samsung saja yang suka memampatkan ukuran smartphone unggulan mereka yang ukurannya bongsor menjadi lebih kecil, dan menambahkan tagline “mini.” HTC pun juga ikut-ikutan, dan hari ini mereka mengumumkan versi kecil dari flagship HTC One melalui HTC One mini.

HTC One mini pertama kali muncul dengan kode nama HTC M4, dan saat itu diduga sebagai pengisi kelas menengah HTC yang saat ini kosong, dan sekaligus untuk menemani desain baru full aluminium unibody yang berkesan premium dan pertama kali diterapkan melalui HTC One (dengan kode namanya HTC M7). Awalnya memang banyak yang sempat ragu, apakah HTC mau memberikan cita rasa premium yang sama untuk versi mini tersebiut. Namun ternyata mereka tidak menahan banyak gaya desain HTC One untuk versi mininya ini.

One mini berbagi banyak desain dan fitur big brother-nya, termasuk yang menjadi daya tarik utama, casing premium berbalut aluminium unibody, teknologi audio HTC BoomSound, dan lengkap dengan dukungan dua corong speaker stereo di sisi depan smartphone ini. Namun kita juga melihat jelas ada lebih banyak lapisan polycarbonate di sekitar sudutnya (lapisan aluminium di atas dan bawah), dan di sisi belakang, ada dua garis putih memisahkan sisi atas dan bawahnya, dan pada kedua sisi tersebut di baliknya tersimpan kedua antena selular.

Pada garis yang atas, juga ada satu lubang mic sekunder untuk dukungan stereo audio dan video, serta untuk meredam kebisingan suara sekitar ketika kamu melakukan panggilan. Kemudian kini tombol powernya dibuat berwarna perak karena tidak ada port infra merah IR Tx/Rx, dan juga tombol volumenya kini terpisah, bukanya menjadi satu. Penempatan flash LED-nya pun berubah, bukan lagi disi sisi kiri kamera, namun kini tepat di atasnya.

Sesuai namanya, HTC One mini mengajukan layar yang lebih mini, yaitu 4.3-inchi (vs 4.7-inchi pada HTC One), beresolusi 720p alias 720×1280-pixel (vs 1080×1920-pixel pada HTC One) yang menghasilkan kerapatan pixel 341-PPI pada bidang 4.3-inchi (vs 468-PPI pada kakaknya). Layarnya itu sendiri materialnya masih sama dengan HTC One, dari jenis S-LCD2, namun kini dilindungi dengan lapisan anti gores Corning Gorilla Glass 3 (vs Gorilla Glass 2 pada HTC One).

Di balik casingnya itu kamu dapatkan chioset yang juga menurun kelasnya. HTC One mini hanya ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 400 dengan empat core prosesor Krait 300 yang kecepatannya 1.4GHz , didukung Adreno 305. Bandingkan dengan HTC One yang mengajukan Qualcomm Snapdragon 600 APQ8064 1.7 GHz quad-core Krait 300 dengan GPU Adreno 320. Jatah RAM-nya pun hanya 1GB, dibandingkan 2 GB pada kakaknya. Sedangkan internal storage-nya yang agak mengkuatirkan, hanya 16GB, dan tidak ada dukungan slot microSD untuk memperbesar kapasitasnya.

Untuk urusan OS, HTC One mini langsung menjalankan Android 4.2.2 Jelly Bean dengan balutan interface HTC’ Sense 5, sementara HTC One sendiri masih menjalankan Android 4.1. Kemudian beberapa fitur software khas yang dimasukkan HTC ke dalamnya, seperti BlinkFeed untuk mengetahui update teman sosial kita, serta juga ada teknologi Beats Audio.

Dan yang lebih melegakan, HTC juga memasukkan sensor kamera yang sama untuk One mini ini, yaitu kamera 4-megapixel UltraPixel yang menghasilkan 2-micrometer pixel, sama seperti pada HTC One. Dengan satu perbedaan hanya tidak disertakannya optical image stabilization pada One mini. Selain itu, kamu masih mendapatkan chip kamera khusus, HTC ImageChip 2 dan sensor BSI yang ukurannya 1/3″.

Kamera utamanya tersebut mampu merekam video dengan kualitas full HD 1080p dalam mode HDR dan dukungan flash LED yang mampu memberi pencahayaan hingga lima level (Smart Flash). Lalu fitur kamera unggulan One, yaitu HTC Zoe yang merekam video singkat bersamaan ketika kamu memotret, juga ada di sini, termasuk juga fungsi merekam video dalam mode slow motion yang kecepatannya bisa kamu atur. Untuk kamera depannya hanya 1.6-megapixel, turun dari 2.1-megapixel dari kakaknya, namun masih tetap mengajukan sensor BSI yang mampu merekam video berkualitas 720p.

Dan yang lebih penting adalah ukurannya. HTC One mini ini bisa kamu genggam mudah karena dimensinya hanya 132 x 63.2 x 9.25-mm, dengan berat 122-gram. Bandingkan saja dengan kakaknya, yang dimensinya 137.4 x 68.2 x 9.3-mm, dan beratnya 143-gram, tidak terpaut jauh dibandingkan kakaknya. Kapasitas baterainya sendiri 1,800-mAh, turun 500-mAh dari HTC One. Klaim HTC, dengan baterai tersebut kamu bisa bertahan untuk bicara hingga 13.2-jam di jaringan 3G, dan waktu standby 692 jam. Perbandingan dengan beberapa smartphone lain di kelasnya bisa kamu lihat melalui bagan berikut.

Urusan konektivitas diserahkan pada koneksi data 4G LTE, Bluetooth 4.0 yang sudah mengadopsi fitur aptX, Wi-FI a/b/g/n dengan DLNA dan GPS + GLONASS. Urusan sensornya pun lengkap, mulai gyro, accelerometer, proximity dan juga ambient light sensors. Nantinya HTC akan merilis si mini ini dalam pilihan warna Glacial Silver dan Stealth Black mulai Agustus nanti (khusus untuk Inggris Raya) dengan harga estimasi Rp. 5.8 jutaan, atau terpaut sektar 1,7 jutaan HTC One. Sedangkan untuk wilayah lainnya akan menyusul pada bulan September.

Memang HTC One Mini ini sudah terdengar lama, dan kita semua tahu pasti rumor akan terwujud. Bukti jika banyak yang mendambakan varian mini dari flagship, yang entah kapan justru akan terus membesar ukurannya. Dan apa yang kami sukai, bukan seperti solusi “mini” yang ditawarkan Samsung misalnya, HTC One mini bukan sekadar HTC One yang diperkecil ukurannya, dan diminimalkan spesifikasinya. HTC menawarkan spesifikasi kelas menengah yang masih cukup mumpuni dari flagship HTC One yang banyak disukai karena material casing aluminiumnya yang premium.

HTC One mini – First Look

[cb type=”company”]HTC[/cb]

Sumber: HTC, bagan via AnadTech


SHARE
Previous articleLegend of Korra Book Spirits Akan Menghadirkan Avatar Generasi Pertama!
Next articleSDCC 2013: RoboCop, Foto dan Video dari Produk OmniCorp
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.