Moto X, “Nexus” Baru Hasil Kerjasama Google dan Motorola

UPDATE: Artikel di-update dengan detail harga retailnya!

Ketika bicara Motorola Mobility di Indonesia, pasti lebih banyak dari kita yang mungkin mengenalnya lebih dari satu dasawarsa ini mengingatnya melalui StarTAC dan V70 yang desainnya unik, atau mungkin seri ROKR yang cukup bersinar sebelum Sony Ericsson akhirnya lebih identik sebagai brand ponsel yang mengutamakan fitur musik dengan seri W (Walkman)-nya. Dan beberapa tahun belakangan, Motorola sebagaimana beberapa produsen ponsel kelas dunia lain mulai mengurangi produksi feature phone, dan beralih ke Android sebagai sistem operasi yang menjadi penggerak utama ponsel yang mereka luncurkan — misalnya, Sony Mobile, yang kini semua line up-nya selalu menggunakan Android.

Hanya saja sayangnya walaupun pilihan Droid Motorola sangat unik, seperti misalnya Motorola Milestone (yang ber-keyboard), Defy (yang anti debu dan air), Charm (dengan konsep desain mengotak), Razr (berlapis kevlar, mantan Droid tertipis di dunia, dan juga anti air) serta tablet Motorola Xoom (tablet Honeycomb pertama) yang sempat masuk Indonesia, ternyata tidak membuat vendor ini bisa sukses berkat OS-nya Google. Kinerja mereka terus menurun, hingga akhirnya Google membelinya sebagai usaha pengamanan banyak hak paten agar tidak diserang oleh para pesaingnya, seperti Apple.

Sejak 15 Agustus 2011 lalu, Google sudah berencana mengakuisisi Motorola senilai $12.5 milyar, dengan tujuan untuk memperkuat hak paten teknologi yang digunakan oleh Android — yang beberapa diantaranya sedang diserang oleh Microsoft dan Apple. Rencana akuisisi tersebut mulai dijalankan 17 November 2011 lalu, dan sepenuhnya selesai akhir Mei 2012, ditandai dengan digantinya CEO Motorola Sanjay Jha dengan Dennis Woodside, yang sebelumnya menjabat Google Senior Vice President.

Pasca diakuisisi Google, Motorola merilis beberapa smartphone Android seperti Atrix HD, keluarga baru Droid RAZR HD dan Droid RAZR M, varian Intel dari RAZR M dengan julukan RAZR i, versi CDMA dari RAZM M melalui Motorola Electrify M, serta dua smartphone dual-SIM yaitu RAZR D1 dan D3. RAZR dual-SIM terakhir dirilis April lalu, dan sayangnya juga tidak masuk Indonesia. Tentu saja mereka tidak berhenti di smartphone entry level yang mengandalkan dua slot kartu. Pertengahan Juni lalu, Motorola diketahui sedang menyiapkan flagship baru penerus RAZR HD. Saat itu smartphone ini muncul dengan julukan Motorola Moto X, yang oleh sang CEO Dennis Woodside disebut-sebut sebagai “hero.” Saat itu rumor yang berhembus hanya menyebutkannya memiliki layar 720p, prosesor 1.7GHz dual-core dari keluarga Krait CPU, 2GB RAM, chipset MSM8960 Pro, internal storage 16GB, kamera depan 2-megapixel, dan yang sepertinya akan menjadi keunggulannya (sekaligus keunikannya), kamera utama 10-megapixel.

Beberapa kabar lain yang mengiringi bocornya spesifikasi Moto X tersebut adalah menjadi smartphone Motorola pertama pasca bersatu dengan Google yang diproduksi langsung di Amerika Serikat, langsung menggunakan OS Android 4.3 Jelly Bean (bahkan mungkin menjadi yang pertama menggunakannya), layar berukuran 4.7-inchi atau setara dengan RAZR HD, memiliki bezel (bagian casing di sekeliling layar) yang tipis, penampang casing belakangnya berbahan plastik dof, fitur Open Mic (mic yang selalu aktif) untuk mendukung voice command ala Google Glass, serta Active Update (sebagian layar selama standby akan aktif sendiri untuk memunculkan notification atau jam), serta akan dikenalkan resmi 1 Agustus besok. Sembari menunggu peluncuran resminya, berikut kami paparkan beberapa hal yang kami ketahui dari smartphone Motorola-Google yang banyak dinantikan ini.

Mulai dengan detail spesifikasinya:

  • Chipset: Dual-core Qualcomm S4 Pro MSM8960DT dengan kecepatan 1.7GHz, Adreno 320 GPU. Ada tambahan huruf “D” di sana, denngan “T” harusnya berarti turbo.
  • Memory: 2GB RAM
  • Layar: Resolusi 720×1184-pixel dengan bidang 4.7-inchi (efektif sekitar 4.5-inchi karena sisanya ditempati tombol virtual pada layar, ala Nexus
  • Kamera: Depan 2.1-megapixe; dan 10.5-megapixel di belakang dengan flash
  • WiFi: 802.11a/b/g/n/ac. Untuk 802.11ac, merupakan standar baru WiFi, yang diperkirakan akan mulai banyak digunakan mulai 2015  mendatang. Esensinya menjadi versi dipercepat dari 802.11n yang mungkin saat ini didukung perangkat mobile kita, menawarkan link speed berkisar dari 433 Mbps, hingga beberapa gigabit tiap detik, melalui band 5GHz, dan menggunakan bandwidth yang besar (80 atau 160MHz)
  • Versi OS: Android 4.2.2, dikabarkan akan muncul dengan Android 4.3
  • Internal storage: 16GB, 12GB bisa kita gunakan, dan belum dikonfirmasikan adanya slot micro SD
  • Ada chip NFC
  • Baterai: 2,200 mAh yang tidak bisa digonta-ganti
  • Dimensi: Panjang 128.5-mm dan lebar 65-mm
  • Benchmark: Sekitar 18 ribuan untuk AnTuTu dan 7000 untuk 3DMark Ice Storm Extreme

Dan berikut beberapa data hasil benchmark AnTuTu:

Melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, sepertinya Motorola tidak ingin memposisikan Moto X untuk bersaing secara spesifikasi dengan flagship lain yang sudah quad atau bahkan octa core. Mereka hanya ingin menawarkan smartphone yang terjangkau, bebas dengan custom skin seperti layaknya Nexus yang kita kenal, namun dengan tetap datang dengan beberapa keunggulan desain yang selama ini menjadi salah satu keunggulan mereka.

UPDATE: Masih sepekan lagi sebelum Google dan Motorola mengumumkan smartphone baru mereka, yang sudah banyak ditunggu-tunggu, khususnya oleh penggemar Motorola. Sebuah video muncul di YouTube menunjukkan detail desain eksternal Moto X, dan juga interface-nya. Seperti widget berbentuk bulat khas Motorola terlihat jelas menghiasi layar (lihat videonya di bawah). Sementara itu sumber lain mengklaim mendapatkan perkiraan harga jualnya nanti. Karena memang segmennya untuk kelas menengah, Motorola pun memasarkannya cukup terjangkau mengingat spesifikasinya yang lumayan tinggi. Untuk model dengan internal storage 16 GB bisa didapatkan dengan harga US $299, dan yang 32 GB hanya US $349 saja, atau sekitar Rp. 3.5 jutaan.

Sumber: TheUnlocker, Evleaks, AndroidPolice 


SHARE
Previous articleEfek Samping Kebangkrutan Atlus, Akan Dibeli oleh Nintendo?
Next articleSambut Open Beta, Brick Force Online Selenggarakan Event Harian Berhadiah!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.