Duniaku Checkpoint: Liputan Nobar The Wolverine

Selasa, 23 Juli 2013 kemarin, bertempat di studio XXI Plaza Indonesia, Duniaku bersama komunitas Movies Explorer Club kembali mengadakan acara nobar premiere. Ya, film yang ditonton adalah The Wolverine, yang tentunya sudah ditunggu-tunggu semua pecinta karakter yang memiliki ‘keabadian’ ini. Film diputar pukul 19:00 malam dan semua pemenang kuis Twitter pun sudah berdatangan sejak pukul 18:30.

Saya akan membahas review mendalam The Wolverine di artikel terpisah, namun secara garis besar, film ini mengambil setting di Jepang dimana seperti biasa, Logan harus kembali berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Film dimulai dimana Logan sedang bermimpi ketika dirinya menyelamatkan seorang tentara muda Jepang ketika bom atom ‘Fat Man’ dijatuhkan di Nagasaki. Cerita berputar ke masa kini dimana Logan digambarkan hidup serampangan di tengah hutan, masih berkutat dengan kondisi psikologisnya setelah dengan terpaksa membunuh kekasihnya, Jean Grey. Logan harus berkelana ke Tokyo karena tentara yang dia selamatkan puluhan tahun lalu, Yoshida, tengah sekarat dan ingin mengucapkan rasa terima kasihnya secara langsung kepada sang Wolverine. Cerita menjadi kompleks ketika ada benturan kepentingan dari banyak pihak dan Logan terperangkap di tengah-tengah pusaran kepentingan tersebut. Menariknya, di film ini Logan harus kehilangan sedikit kemampuannya menyembuhkan diri. Kini dia menjadi rapuh dan dapat merasakan sakit. Ini tentunya menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat karena kadang kita selalu bosan dengan superhero yang terlalu kuat bukan?

Konsep The Wolverine sudah bagus, mengambil tema dari salah satu edisi komiknya yang paling terkenal. Namun tampaknya beberapa penonton masih merasa ada sesuatu yang kurang dari film ini. Berikut beberapa komentar mereka:

Abud (Pemenang kuis Twitter):

Menurut saya film ini cukup oke, penggambaran Logan yang sedang depresi sangat terasa. Namun film ini masih kurang ‘greget’ jika dibandingkan dengan X-men Origins: Wolverine dan X-Men: The Last Stand. Tapi sebagai penggemar seri X-Men dan terutama karakter Wolverine, film ini bagus. Seperti biasa, Hugh Jackman sangat cocok dengan perannya sebagai Logan.

Michael Yoseph (Dosen di Bina Nusantara University)

The Wolverine untuk saya cukup menghibur. Action yang saya harapkan dapat diperlihatkan oleh karakter Wolverine memuaskan saya. Sayangnya cerita di film ini terlalu complicated. Hubungan antara karakter terasa aneh, bahkan diantara para penjahatnya sekalipun. Terlepas dari sisi cerita, film ini oke, apalagi penggambaran Jepangnya juga indah.

Galih Aristo (Movies Explorer Club)

The Wolverine adalah film superhero biasa. Tidak terlalu menonjol namun juga tidak terlalu jelek. Sepertinya banyak yang memiliki ekspektasi tinggi untuk film ini, sayangnya masih ada yang kurang dari pendalaman karakter-karakternya. Hal yang menarik adalah secret endingnya, jangan langsung keluar bioskop ya kalau filmnya sudah selesai!

Rendy Yusuf (abugetdotcom)

Film ini adalah film superhero standar, penggalian karakternya masih kurang. Selain itu efek CGI-nya juga masih terlihat kasar. Namun tetap menarik untuk ditonton, apalagi dengan munculnya bone claws! Oh ya, secret endingnya juga wow banget!

Nah, penasaran dengan aksi Logan dalam The Wolverine? Segera lah meluncur ke bioskop terdekat karena The Wolverine sudah mulai tayang hari ini!


SHARE
Previous articleSkor Review Famitsu Pekan Ini (Edisi 1281), Killer Is Dead dan Metro: Last Light Saling Berebut Gelar Juara
Next articleNew Trading Card Game: Force of Will!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.