PlayStation 4 vs Xbox One, Mana Yang Lebih Baik Untuk Gamer?

Tidak bisa dipungkiri, ajang Electronic Entertainment Expo 2013 tahun ini menjadi yang paling ramai dalam sejarah E3. Dan biang dari “kekacauan” tidak lain karena Microsoft dan Sony yang saling “serang” selama melakukan perang public relation, untuk membela konsol yang mereka bawa di tengah E3 2013. Kami yakin pasti banyak diantara kalian yang bingung dengan dua pilihan konsol baru tersebut, karena di setiap pilihan ternyata juga membawa opini publik.

Sony dengan PlayStation 4 (PS4) yang terfokus pada game, lebih bebas dan memberi ruang lega bagi gamer dalam bermain. Atau Microsoft dengan Xbox One (X1) yang mencoba mengarahkan industri game ke arah yang baru, yaitu menjadi perangkat multimedia di tengah ruang keluarga, namun dengan banyaknya aturan yang memanjakan developer game, dan membatasi gamer.

Jadi apa arti semua pernyataan pers mereka selama E3 2013? Bagaimana kelanjutan opini publik terhadap fitur yang ditawarkan kedua mesin game tersebut? Siapa yang menang, dan siapa yang kalah? Apa yang sebenarnya bisa dilakukan kedua mesin tersebut? Berikut kami berikan ulasan khusus yang membandingkan fitur diantara kedua dengan lebih dalam, sebagai pelengkap artikel individu mengenai setiap konsol pada artikel sebelumnya. Pertarungan ini memang baru saja dimulai, dan bisa dikatakan baru masa pemanasan saja. Yang “real” jelas, ketika keduanya dirilis akhir tahun ini, ketika kita bisa melihat penampilan “real” konsol ini dari dekat.

Dari dekat, mungkin kamu akan kaget ketika bertemu muka dengan keduanya. Mungkin sama seperti kami yang heran dengan penampilan baru mesin game generasi delapan ini. Keduanya muncul mengotak (atau lebih ke jajaran genjang untuk PS4), dengan garis dan setiap ujung yang tegas, warna dominan hitam, keduanya lebih mirip kotak perekam kaset dari era tahun 80-an. Jika melihat fungsinya sebagai pusat multimedia, X1 terlihat manis, modern, dan pas ditempatkan di tengah ruangan keluarga. Apalagi posisi standarnya yang duduk horizontal (bukan vertikal seperti X360), merupakan posisi paling tepat untuk masuk di bagian bawah lemari TV di ruang keluarga. Posisi tersebut dikarenakan beberapa port untuk lubang udara penempatannya di kedua sisi X1. Di sekeliling tubuhnya, kamu menjumpai drive Blu-ray, HDMI in/output, dua port USB di belakang, port Ethernet, port sensor Kinect, konektor S/PDIF dan IR Port.

Untuk PS4, yang desainnya pertama kali dikonfirmasikan selama E3 2013, awalnya kami berharap banyak. Namun ternyata biasa saja. Memang tidak terlalu mengotak, dengan sudut-sudut yang miring, lebih tepatnya dua jajaran genjang yang bertumpuk, dilapisi dua warna, yang dipisahkan garis biru. Terlihat fresh, namun dengan beberapa elemen mengingatkan pada PS3, seperti struktur grill-nya yang mirip dengan PS2. Lebih mudahnya, seandainya logo PS di konsol ini dilepas, kamu masih bisa mengenali bahwa ini adalah konsol Sony. Khusus Sony, sudah ada yang memperkirakan dimensinya. Konsol ini diperkirakan memiliki ukuran 275 x 53 x 305-mm dengan berat sekitar 2.8-kg.

Seperti PS3, kamu bisa memposisikannya secara horizontal atau vertikal (X1 hanya horizontal saja), membuat konsol satu ini paling mudah ketika harus dipindahkan posisinya. Mau disimpan di kamar atau ruang keluarha, PS4 memiliki banyak pilihan tempat untuk duduk. Namun membandingkannya dengan X1, kami tetap merasa konsol Microsoft itu lebih cocok berada di tengah ruang keluarga (karena desainnya yang lebih mirip kotak multimedia) dibandingkan PS4.

Microsoft sendiri sudah berkomitmen akan merilis X1 pada 27 November 2013 mendatang, sedangkan Sony sendiri belum memastikan kapan, kecuali kuartal keempat 2013 ini – namun kami yakin, dengan arus perputaran uang paling besar selama akhir tahun (bonus keluar, liburan panjang), Sony seharusnya juga merilis konsol mereka antara awal Oktober sampai akhir Desember.Para retailer hampir pasti tidak mau terjadi tanggal penjualan konsol di hari yang sama (bisa dibayangkan kacaunya, sekadar konferensi pers selama E3 saja sudah terjadi “perang,” bagaimana ketika keduanya dirilis), jadi kita bisa menyimpulkan jika Sony akan merilis konsol mereka antara awal Oktober, minggu kedua November, atau bisa juga selama Desember mendatang.

Sayangnya, Xbox One ketika dirilis nanti hanya untuk 21 negara saja, dengan Asia dan Jepang pun baru menyusul awal – pertengahan 2014 mendatang. Negara tersebut antara lain: Australia, Austria, Belgia, Brazil, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Masih belum bisa dipastikan, meskipun tanpa region lock dan keharusan online, apakah kamu bisa memainkan X1 di Indonesia meskipun membelinya dari negara-negara tersebut. Atau, kamu perlu melakukan update dulu X1 di negara tersebut, sebelum bisa bermain online di negara lain.

Untuk harganya, X1 dijual dengan harga US $499 di Amerika Serikat, atau £429.99 di Inggris Raya, dan 499.99 Euros di Eropa. Sedangkan di Australia, X1 dijual dengan harga $599.99 AU. Kemudian Sony akan menjual PS4 pada harga £350, atau US $399 saja. Ok, langsung saja kita masuk pada inti ulasan kali ini, berikut kami bandingkan fitur kedua konsol tersebut dalam beberapa poin perbandingan sepanjang 16 halaman… !!

Lanjut ke halaman 2…