Google “Razor” Nexus 7 Generasi Dua Telah Lahir; Kini Lebih Kecil, Ringan dan Canggih!

Google akhirnya mengumumkan penerus tablet 7-inchi populer mereka, Nexus 7, bersama dengan update baru Android Jelly Bean ke versi 4.3, dalam sebuah event di San Francisco. Generasi kedua Nexus 7-inchi itu juga masih sama, akan disebut cukup dengan nama Nexus 7, namun membawa banyak pambaruan dibandingkan kakaknya yang banyak disukai karena begitu murni menjalankan stock Android.

All-new Nexus 7 dengan kode nama “Razor” ini akan menjadi wakil pertama Google dalam menunjukkan pembaruan software yang diberikan melalui Android 4.3. Selain OS-nya menjadi yang terbaru, Nexus 7 baru yang juga masih diproduksi oleh ASUS ini dibuat lebih baik layar dan chipsetnya. Yang membuatnya tetap menarik dan banyak mendapat pujian adalah harganya yang begitu worth it, dengan model terendah ditawarkan hanya dengan harga US $230, atau 2.3 jutaan saja, atau sedikit lebih tinggi dari nilai psikologis tablet termurah pada US $200 yang ditawarkan Google melalui Nexus 7 16 GB generasi pertama. Sayangnya, harga worth it itu bisa menjadi kurang menarik ketika penjualannya di luar cakupan Google. Seperti di Indonesia, harga yang ditawarkan bisa terpaut 1 jutaan sendiri.

Dengan harga yang terpaut beberapa ratus ribu saja dibandingkan kakaknya, kamu mendapatkan peningkatan di sisi resolusi layar. Google tidak mau Nexus mereka ini dipermalukan di sektor tersebut, karena itu kamu langsung mendapatkan layar IPS beresolusi full HD 1920 x 1200-pixel (vs 1280×800-pixel pada Nexus pertama) dengan kerapatan pixel standar Retina, yaitu 320-ppi (vs 216-ppi). Dalam prosentase, kamu mendapatkan jumlah dot layar 50% lebih banyak dari Nexus 7, dan bahkan kerapatannya juga lebih baik dibandingkan Nexus 10 yang hanya 300-ppi. Selain itu, Google sukses menjadikan Nexus 7 baru mereka ini sebagai tablet 7-inchi dengan resolusi layar terbesar di pasaran. Material layarnya itu juga diklaim memberi wilayah cakup sistem warna yang lebih luas, hingga mencapaim  30%, sehingga kamu mendapatkan layar Nexus 7 baru ini lebih natural.

Google pun memutus kerjasama mereka dengan nVidia, dan memilih Qualcomm dengan chipset Snapdragon S4 Pro, yang masih sama menawarkan prosesor Krait empat inti yang berjalan di kecepatan 1.5GHz, dibekingi RAM 2GB dan olah grafisnya diserahkan pada Adreno 320. Perhitungan gampangnya, chipset baru ini seharusnya memberi peningkatan hampir 2 kali dari kemampuan Nexus 7 pertama. Pada dasarnya konfigurasi perangkat keras yang dipilih Google sama dengan yang diterapkan pada Nexus 4. Memberi tenaga Nexus 7 tersebut, Google menyerahkan pada baterai 3950 mAh, yang diklaim memberi waktu playback video HD hingga 9 jam dan 10 jam waktu browsing atau membaca ebook. Baterai Nexusw 7 generasi 2 ini memang lebih kecil dari sebelumnya (4,325 mAh), namun diklaim mampu bertahan lebih lama.

Nexus 7 juga menjadi gadget pertama yag mendukung OpenGL ES 3.0 karena menjadi fitur software standar Jellybean 4.3. Versi baru OpenGL ES ini memberi dukungan untuk efek grafis seperti high-quality reflection dan lens flare. Tentu saja developer game harus memprogram ulang game mereka agar bisa memanfaatkan efek tersebut sebelum kamu bisa melihat perbedaanya selama memainkan game. Dan dengan dukungan OpenGL ES terkini, frame rates pada Nexus 7 ini pun akan lebih tinggi dibandingkan perangkat Android lain yang menggunakan chipset Snapdragon S4 yang sama.

Kemudian di sisi eksternalnya, Google juga berhasil membuat Nexus 7 baru ini lebih kecil. Google dan Asus memangkas ketebalannya sebanyak 1.8-mm, lalu lebar bezelnya juga diperkecil 2.8-mm pada kedua sisinya, serta beratnya pun juga dipangkas 50-gram menjadi 290-gram saja, menjadikannya sebagai salah satu tablet 7-inchi paling ringan — Galaxy Tab 3 7-inchi-nya Samsung pun juga lebih berat. Berpindah ke belakang, material lembut yang nge-dof pada casing belakang juga masih dipertahankan, walaupun tidak ada lagi motif polkadot, namun seharusnya material yang digunakan untuk Nexus 7 baru ini masih membuat kita merasa nyaman menggenggamnya tanpa takut meleset jatuh karena licin.

Google pun menjawab keluhan pengguna Nexus 7 sebelumnya, dengan menempatkan selongsong kamera 5-megapixel sebagai sarana foto / perekaman video utama, dan berkat chipset yang digunakan, mampu merekam video full HD 1080p. Di sisi depan, masih ada kamera 1.2-megapixel dari Nexus 7 untuk keperluan video call. Penambahan lainnya adalah disematkannya lampu LED notification, speaker stereo (yang semoga keras outputnya), serta port data / power yang digunakan berformat SlimPort (tergabung dalam port microUSB), yang artinya kamu bisa mendapatkan output HD untuk ditransfer ke layar eksternal. Gadget pertama Google yang menerapkan SlimPort tersebut adalah Nexus 4.

Untuk konektivitasnya, kamu bisa menyerahkan pada modul WiFi dual-band a/b/g/n, Bluetooth 4.0 (melalui Android 4.3, semua smartphone dan tablet yang ber-bluetooth versi 4 langsung mendapatkan dukungan profil bluetooth low energy) serta chip NFC sebagai standar. Bahkan ada lempengan Qi wireless charging juga di balik casing belakangnya, sehingga kamu bisa men-charge-nya dengan gadget lain yang berfungsi sebagai bantalan charging universal. Selain koneksi jarak dekat tersebut, untuk urusan data Google langsung memasukkan modul 4G LTE sebagai standar versi 3G-nya.

Google mulai menjual Nexus 7 baru ini melalui toko online mereka, yaitu Play Store, dan retailer yang ditunjuk di Amerika (Best Buy, GameStop, Walmart, Staples, Amazon.com) pada 30 Juli besok. Seperti sebelumnya, ada dua pilihan, WiFi only dan 4G LTE. Kedua varian itu juga dibedakan pada jatah internal storage-nya. Untuk yang varian standar 16GB dengan harga US $230, dan 32GB-nya menjadi $270 hanya dilengkapi WiFi saja. Sedangkan untuk varisn 4G LTE hanya tersedia dengan internal storage 32GB, serta harganya menjadi US $350. Setelah Amerika, Google pun akan menjualnya beberapa minggu kemudian ke negara lain, seperti Kanada, Inggris Raya, Jerman, Prancis, Spanyol, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Google Nexus 7: Fear Less

Google “Razor” Nexus 7 Generasi Dua Telah Lahir; Kini Lebih Kecil, Ringan dan Canggih!

Google mengumumkan penerus tablet 7-inchi populer mereka, Nexus 7, bersama dengan update baru Android Jelly Bean ke versi 4.3, dalam sebuah event di San Francisco. Generasi kedua Nexus 7-inchi itu namanya masih sama, namun membawa banyak peningkatan hardware.

Abaikan

Nexus 7 featuring Virtual surround sound from Fraunhofer

Google “Razor” Nexus 7 Generasi Dua Telah Lahir; Kini Lebih Kecil, Ringan dan Canggih!

Google mengumumkan penerus tablet 7-inchi populer mereka, Nexus 7, bersama dengan update baru Android Jelly Bean ke versi 4.3, dalam sebuah event di San Francisco. Generasi kedua Nexus 7-inchi itu namanya masih sama, namun membawa banyak peningkatan hardware.

Abaikan


SHARE
Previous articleFinal Fantasy VII The Web Series, Proyek Live Action dari Fans untuk Fans!
Next articleNasib Agen Coulson di Avengers: Age of Ultron
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.