Phoenix Wright: Ace Attorney Dual Destinies Dapatkan DLC dan Bonus Kostum Pertama

Phoenix Wright: Ace Attorney – Dual Destinies (atau Gyakuten Saiban 5sudah dirilis di Jepang kemarin, dan Capcom langsung mengumumkan downloadable content episode serta tambahan kostum baru untuk versi Jepang game tersebut. Bagaimana dengan pemain versi translasinya, yang akan dirilis akhir tahun 2013 mendatang? Tidak perlu kuatir, karena Capcom juga baru saja mengkonfirmasikan jika DLC dan tambahan kostum itu juga akan muncul untuk versi digitalnya nanti.

Sayangnya, seperti halnya versi game digitalnya itu sendiri, DLC tersebut juga belum dipastikan kapan dirilis dan berapa harganya, atau apakah DLC dan kostum itu akan dirilis bersamaan atau terpisah. Capcom sendiri memberi judul episode bonus itu dengan “Turnabout Return,” selain juga merilis beberapa screenshot yang menunjukkan seperti apa kostum baru yang akan kamu dapatkan untuk karakter ketika dirilis nanti.

Phoenix Wright: Ace Attorney – Dual Destinies merupakan Phoenix Wright pertama yang ditranslasikan dan mendapat status sebagai game dewasa, alias dengan rating M. Alasannya adalah karena banyak kasus kejahatan yang diajukan di tengah ceritanya, namun ada juga yang menyebutkan karena di salah satu kasus yang ditangani, melibatkan teroris dan ancaman bom di ruang sidang. Dual Destinies juga menandai kembalinya sang pengacara kita Phoenix Wright sebagai protagonis serial ini, sejak perannya dalam trilogi awal digantikan oleh Apollo Justice. Setting diambil setahun pasca Apollo Justice: Ace Attorney, dan Apollo berhasil membersihkan nama Wright setelah sebelumnya ijin kerjanya dicabut, sehingga dia kini bisa bertugas kembali.


SHARE
Previous articleSony Kembali Menebar Janji Upgrade ke Versi Baru Android Jelly Bean
Next articleUltralist: Sepuluh Momen Wolverine Paling Dikenang dalam Film
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.