Ultralist: Sepuluh Momen Wolverine Paling Dikenang dalam Film

Sekalipun Cyclops adalah “Captain America”-nya X-Men, namun Wolverine rupanya memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar dan juga Marvel. Buktinya tentu saja, hanya Wolverine-lah yang memiliki filmnya sendiri, bahkan sudah dua film dirilis yang terfokus kepada karakter ini. Yang pertama adalah X-Men Origins: Wolverine yang ditayangkan pada tahun 2009 lalu, dan yang satu lagi The Wolverine yang saat ini tengah ditayangkan di bioskop seluruh dunia.

Dari tiga film trilogi X-Men plus dua film pribadi Wolverine dan X-Men: First Class, Wolverine sudah menjalani banyak momen yang dikenang oleh para penggemar X-Men. Nah, dalam artikel Ultralist kali ini, kami memilih sepuluh momen terbaik Wolverine yang diambil dari seluruh film X-Men yang sudah dirilis. Oiya, beberapa artikel berikut ini mengandung SPOILER dari The Wolverine, jadi bagi kamu yang belum menonton filmnya, silahkan menontonnya terlebih dahulu sebelum membaca artikel ini ya! Selamat mengikuti!

10. Pertemuan Pertama dengan Rogue di X-Men (2000)

Mungkin tak akan ada film The Wolverine tanpa adanya film X-Men (2000) yang pertama kali memperkenalkan tokoh Logan / Wolverine ke layar lebar (meski karakter Wolverine cukup popular). Tentunya kamu ingat adegan dalam foto diatas dimana Logan bertarung di sebuah kandang besi untuk mendapatkan uang.

Disinilah awal mula Logan/Wolverine bertemu dengan  Marie/Rogue, yang kemudian dari pertemuan ini membawa Logan masuk dan terlibat dalam perseteruan antara kelompok X-Men pimpinan Prof. X dengan kelompok Brotherhood pimpinan Magneto.

9. Mempertahankan X-Mansion di X2: X-Men United (2003)

Salah satu momen paling dikenang Wolverine dalam X2 terjadi saat X-Mansion mendapatkan invasi militer yang dipimpin oleh Stryker. Sebagian mutan sudah menyelamatkan diri, namun tidak dengan Wolverine dan beberapa mutan muda lain. Wolverine sadar, bahwa dia harus menyelamatkan para mutan muda tersebut, dan mulai menghajar satu persatu tentara militer yang berusaha menangkapnya. Dengan bantuan kekuatan dari para mutan muda seperti Iceman dengan kekuatan esnya, Wolverine dan para mutan muda tersebut berhasil kabur dari X-Mansion. Mengapa salah satu yang dikenang? Karena disini Wolverine beraksi dengan cakar tajamnya untuk menghajar banyak musuh, sesuatu yang jarang terlihat dalam aksinya di film X-Men lainnya.


8. Sesi Danger Room di X-Men: The Last Stand (2006) 

Tentunya ini adalah adegan yang paling ditunggu-tunggu para penggemar cerita X-Men. Untuk pertama kalinya, Danger Room diperkenalkan dalam X-Men: The Last Stand (2006). Seperti yang kamu tahu, Danger Room merupakan tempat paling ikonik dalam cerita X-Men, karena ditempat itulah Prof. X melatih kekuatan para X-Men nya. Diruangan ini, Wolverine, Storm, Ice Man, Colossus, Rogue, dan Kitty Pryde / Shadowcat berlatih menghadapi Sentinel. Sepertinya mereka telah mempersiapkan diri untuk X-Men: Days of Future Past nanti. :)


7. Wolverine vs. Deathstrike di X2: X-Men United (2003) 

Banyak pertarungan yang cukup dikenang dalam film superhero, seperti pertarungan Spider-Man dengan Doc Ock di kereta dalam Spider-Man 2, atau Batman yang bertarung dengan Joker dalam The Dark Knight. Wolverine melawan Deathstrike dalam X2 adalah salah satu diantaranya, karena menampilkan dua mutan yang memiliki kekuatan berimbang. Wolverine memiliki cakar adamantium, Deathstrike memiliki kuku tajam yang juga terbuat dari adamantium. Keduanya juga sama-sama memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri. Tidak kalah menarik dan penuh aksi dibandingkan pertarungan dalam film superhero lainnya!

6. Wolverine vs. Sabretooth di X-Men Origins: Wolverine (2009)

Wolverine bertarung dua kali dengan Sabretooth. Yang pertama, adalah pertarungan yang terjadi di kepala Patung Liberty dalam X-Men. Sedangkan yang kedua terjadi dalam X-Men Origins: Wolverine. Dari kedua scene pertarungan Wolverine dan Sabretooth tersebut, kami memilih pertarungannya di X-Men Origins: Wolverine yang terbaik. Selain karena pertarungannya lebih intens, pertarungan dalam X-Men Origins lebih terasa sisi emosionalitasnya. Betapa tidak, sebelumnya Sabretooth sudah menganggap Wolverine seperti adiknya sendiri. Sabretooth-lah yang menjaga Wolverine sejak kecil, bahkan keduanya pun pernah berjuang bersama dalam beberapa perang, seperti  perang sipil Amerika, Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang Vietnam.

5. Program Weapon X di X-Men Origins: Wolverine (2009)

Salah satu momen yang paling dikenang dalam sejarah film X-Men, karena dengan scene inilah kita jadi tahu asal mula Logan mengapa bisa berubah menjadi Wolverine yang kita kenal dalam trilogi X-Men. Awalnya kesakitan, namun tubuh Logan ternyata tahan dengan serum yang disuntikkan ke tubuhnya, yang kemudian mengubah tulang-tulangnya menjadi adamantium yang kuat, plus bisa mengeluarkan cakar-cakar tajam adamantium dari tangannya.

4. Mutan vs. Mutan di X-Men: The Last Stand (2006)

Dalam X-Men, saat terjadi pertempuran antar mutan kubu Professor X dengan kubu Magneto untuk menyelamatkan Rogue, Wolverine tampak sangat menonjol sekalipun Cyclops adalah pemimpin dari X-Men. Seolah-olah terlihat bahwa Wolverine adalah pemimpinnya, bukan Cyclops dikarenakan kontribusi Wolverine yang besar dalam pertempuran tersebut. Hal tersebut kembali terulang saat pertempuran antara kubu Professor X dengan kubu Magneto dalam X-Men: The Last Stand, dimana sekali lagi Wolverine mengambil alih pimpinan mutan kubu Professor X setelah Cyclops dan Professor X tewas dalam scene sebelum pertempuran itu terjadi.

3. Wolverine Kehilangan Keabadian dan Adamantium di The Wolverine (2013)

Ini merupakan salah satu masa terkelam dalam hidup Logan. Dua senjata utamanya, cakar adamantium dan kemampuan penyembuhan dirinya, direnggut dari hidupnya. Sementara itu, ia harus berjuang untuk menyelamatkan Mariko (Tao Okamoto), wanita yang dicintainya. Dan juga, ia harus berjuang untuk bisa lepas dari mimpi buruknya (tewasnya Jean Grey). Untungnya ia bisa mendapatkan kembali kemampuan penyembuhan dirinya walau ia harus kehilangan cakar adamantium dan kembali menggunakan cakar tulangnya. Semoga saja di X-Men: Days of Future Past (2014) nanti Logan bisa mendapatkan kembali cakar adamantium, meski diakhir film The Wolverine, Logan masih terlihat menggunakan cakar tulangnya saat bertemu kembali dengan Prof. X dan Magneto.

2. Membunuh Jean Grey (Phoenix) di X-Men: The Last Stand (2006) 

Meski saya pribadi sangat menyayangkan mengapa Jean Grey (Phoenix) harus tewas dalam film ini, namun tak dipungkiri ini adalah klimaks dari trilogi X-Men yang paling diingat. Keadaan akhirnya memaksa Wolverine harus membunuh wanita yang sangat dicintainya. Dan seperti yang kamu lihat di film terbarunya, The Wolverine, kejadian ini benar-benar menghantui hidup Logan hingga diakhir film.

Menariknya, adegan tewasnya Jean Grey (Famke Janssen) di tangan Logan (Hugh Jackman), mirip dengan kejadian tewasnya Anna Valerious (Kate Beckinsale) ditangan Van Helsing (Hugh Jackman) dalam film Van Helsing (2004). Dimana, kedua karakter ini (Logan dan Van Helsing) yang sama-sama diperankan oleh Hugh Jackman, memeluk mayat wanita yang dicintainya setelah membunuhnya dengan tangannya sendiri. Tragis…!!!

1. Cameo Wolverine di X-Men: First Class (2011)

Untuk momen Wolverine terbaik, pilihan kami jatuh pada adegan dimana Logan muncul sebagai cameo di X-Men: First Class (2001) saat Charles Xavier dan Eric Lehnsherr sedang merekrut banyak mutan untuk mengalahkan Sebastian Shaw dan rekan-rekannya. Meski kemunculannya tak sampai 30 detik, ini merupakan momen paling diingat dalam cerita X-Men: First Class. Dalam adegan ini Logan hanya berkata empat kata (saja), “Go F**k Your Self,” dan dua mutan hebat itu pun menyingkir. Coba kamu simak lagi adegan tersebut dibawah ini:


SHARE
Previous articlePhoenix Wright: Ace Attorney Dual Destinies Dapatkan DLC dan Bonus Kostum Pertama
Next articleTemukan Nuansa Horor di First-person Shooter Online Melalui F.E.A.R. Origin Online
Wadah Gamer dari beberapa generasi, yang mencoba mengekspos hobi video game dari banyak sisi. Dengan tidak melulu game, Duniaku bisa menunjukkan pada khalayak, bahwa Gamer dan video game, adalah hobi yang tidak terbatas.