Kembali ke Rapture Dalam Clash in the Clouds dan Burial at Sea, DLC Pertama BioShock Infinite

Sesuai yang diungkapkan Irrational Games akhir Juni lalu, mereka akan mengumumkan DLC pertama BioShock Infinite akhir Juli. Developer tersebut memenuhi janjinya, karena hari ini kami mendapatkan dua detail pertama dari tiga paket DLC yang ditujukan untuk pemegang tiket Season Pass, sekaligus sebagai paket DLC kedua selain “Columbia’s Finest” yang menjadi satu dalam paket edisi Premium dan Ultimate game ini ketika dirilis 26 Maret 2013, dan juga ditawarkan sebagai DLC terpisah akhir Juni lalu melalui Steam dengan harga US $4.99. Bagaimana dengan paket DLC kedua yang terdiri dari tiga ekspansi cerita berbeda yang dikonfirmasikan hari ini?

Tidak banyak detail kecuali trailer khusus yang dikonfirmasikan developer untuk paket DLC baru ini, yang berjudul Clash in the Clouds, yang berupa mode arena combat, dan akan dijual dengan harga sama seperti versi retail Columbia’s Finest (atau 400 Microsoft Points untuk X360). Bedanya, tidak hanya di Steam saja, namun kamu bisa mengaksesnya melalui PC hari ini, serta untuk X360 dan PS3 segera menyusul dalam waktu dekat.

Pada dasarnya Clash in the Clouds merupakan mode arena, dimana kamu mendapatkan akses ke empat map berbeda, bertarung menawan gelombang 15 serangan musuh, dengan setiap gelombang serangan memberi reward uang yang berbeda berdasarkan bagaimana kamu bertarung (seperti biasa, headshot dan chain kills memberi poin lebih). Dan diantara setiap wave serangan, kamu diberi kesempatan untuk restock persediaan. Juga ada blue ribbon challenge, yang mama memerlukan kita mengalahkan wave tersebut dengan cara khusus, misalnya hanya menggunakan shotgun, atau senjata ber-scope dalam mode scope.

Uang yang kamu dapatkan akan tersimpan, dan bisa digunakan untuk membuka item di The Columbian Archeological Society, yang merupakan sentral dari semua mode dalam ekspansi ini, dimana kamu akan akan kembali dibawa ke sana seandainya gagal menyelesaikan suatu wave. Di sana kamu bisa membuka dan menikmati concept art, character model, Voxophones berisi latar belakang kisah Rosalind Lutece , Kinetoscopes dan banyak lagi.

BioShock Infinite: Clash in the Clouds Trailer

Selain Clash in the Cloud, agak aneh juga cara Irrational ini, mereka juga menggoda kita dengan merilis trailer DLC keduanya Burial at Sea, yang sepertinya lebih cocok menjadi ekspansi dari Infinite, karena dikabarkan akan terfokus pada cerita, dari sekadar pembunuh waktu luang dalam arena singkat penuh collectible yang dirilis hari ini.

Dalam Bioshock Infinite Burial at Sea, kamu akan dibawa kembali ke kota Rapture dalam sebuah petualangan dengan setting bergaya noir. Dalam episode pertamanya, Booker dan Elizabeth akan kembali ke kota bawah air Rapture, pada setting sekitar 1958, tepatnya selama New Year’s Eve, atau dua tahun sebelum kekacauan dan kehancuran yang kamu temui dalam BioShock pertama terjadi. Lengkap dengan senjata baru, Plasmids/Vigors baru, tentu saja masih ada Big Daddy… dan entah bagaimana bisa ada sky-lines.

Kemudian episode kedua Bioshock Infinite Burial at Sea akan membawamu mengendalikan Elizabeth, melalui petualangan yang berbeda dari apa yang dialami Booker dalam episode pertama. Kedua paket episode tersebut masing-masing akan dijual dengan harga US $14.99 (dan keduannya tergabung dalam paket Season Pass, yang dijual dengan harga hanya US $19.99 saja untuk PS3 dan PC, atau 1600 MSP untuk Xbox 360. Sayangnya, belum ada kabar kapan Burial At Sea tersebut akan dirilis.

BioShock Infinite: Burial at Sea – Episode 1 Trailer

Sumber: Official Website (1). (2)


SHARE
Previous articleUpdate Windows Phone 8 GDR 2 Untuk Nokia, Apa Saja yang Disertakan Dalam Paket “Amber?”
Next articleDetail Misi Eksklusif Aveline dalam Assassin’s Creed IV: Black Flag
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.