Murasama Rebirth, Alasan Untuk Beli PS Vita?

Sebagai port HD, Muramasa Rebirth adalah sebuah contoh yang pas. Hijrah dari Wii ke PS Vita dengan beberapa perbaikan. Namun, seperti kebanyakan game Wii lainnya, landasan Muramasa jauh dari sempurna (thanks to Wii-mote yang terlalu unik itu). Pas di sini artinya versi Rebirth ini tak mengecewakan, namun juga tidak memberi value yang lebih.

Selayaknya game-game buatan Vanillaware lain, Muramasa Rebirth tampil sangat cantik, dengan kualitas grafis 2D, goresan tangan sang maestro, George Kamitani. Tentu saja, meremake ulang game keluaran 2009 ini ke PS Vita adalah keputusan yang sangat baik. Bukan hanya untuk portabilitas, melainkan layar OLED PS Vita yang seksi itu bisa menampilkan kemolekan Muramasa dengan sebenar-benarnya, sementara di Wii dulu tampilannya bukan HD.

Ketika mengawali game ini, kamu akan memilih satu dari dua karakter playable, Kisuke dan Momohime, dan berlakon di epik feodal Jepang dalam aksi cepat 2D (yang sekarang HD pula). Tentunya masing-masing karakter memiliki kisah yang berbeda.

Sayangnya, Kisuke dan Momohime memiliki kontrol dan gameplay yang persis sama, tanpa kemampuan khusus yang membedakan satu dengan lainnya. Padahal jika menengok Odin Sphere, game Vanillaware lain yang dirilis untuk PlayStation2 di tahun 2007, ada lima karakter dengan gaya bermain yang sangat berbeda. Sekali lagi saya menyalahkan Wii-mote untuk hal ini. Kisuke dan Momohime dibuat identik, karena itulah kontrol yang paling pas untuk digunakan sambil mengayun Wii-mote.

Grafis HD yang memukau!

Kedua jagoan ini juga mengunjungi daerah-daerah yang sama, tentunya dengan urutan yang berbeda. Kedua hal ini membuat pilihan antar karakter pada akhirnya terasa sangat dangkal. Sebagian besar konten yang sama, kecuali pertarungan melawan bos yang berbeda dan dialog cerita yang berbeda.

Hal yang paling berharga dari Muramasa Rebirth ini adalah terjemahan baru yang diberikan, dan ini hanya berlaku jika kamu memainkan versi bahasa Inggris-nya (dialog Jepang-nya sih sama persis). Terjemahan baru ini mempertegas kepribadian karakter, sekaligus membuat cerita lebih bisa dipahami. Untungnya game ini punya cerita yang sangat menarik, dengan hubungan-hubungan antar karakter yang unik.

Terjemahan versi Wii
Terjemahan versi Rebirth

Kekurangan Muramasa, sejak di Wii dulu, adalah permainan yang repetitif. Pada awalnya kamu akan terpesona dengan sistem pertarungan yang sederhana, namun seru dan stylish. Sayangnya, pertarungan akan terasa membosankan, terutama ketika kamu berhadapan dengan musuh yang sama dengan menggunakan gerakan yang sama, berulang-ulang. Untungnya versi PS Vita ini mengijinkanmu untuk mempetakan tombol. Kalau di Wii dulu, untuk melompat saja, pemain harus menekan tombol atas. Bayangkan, betapa melelahkannya Muramasa versi Wii.

Pertarungan bukan satu-satunya hal yang membuat Muramasa terasa repetitif. Eksplorasi dan backtracking berulang-ulang memaksa pemain untuk menghabiskan waktu lama untuk melalui daerah-daerah yang sudah ditaklukkan dalam rangka untuk menuju daerah baru. Yap, pemandangan di background sangat indah. Tapi setelah kamu melewatinya belasan kali, saya yakin kamu akan jenuh juga.

Cantik sih, tapi repetitif…
Pertarungan kini lebih nyaman, berkat kontrol PS Vita

Oh ya, Muramasa Rebirth akan mendapat dukungan DLC. Ini penting, bahkan paling penting, dan menjadi alasan utama saya membeli game ini. Rebirth bukan hanya port HD biasa. Ada konten tambahan dari versi Wii-nya! Vanillaware menjanjikan akan ada empat karakter baru, yaitu:

  • Siluman Kucing aka Nekomata, Okoi, dengan cakar dan kemampuan kucing.
  • Pak Tani, Gonbee, dengan peralatan bertani yang mematikan.
  • Ninja, Arashimaru, dengan kemampuan ninja pada umumnya.
  • Imp, Rajaki, dengan kemampuan untuk mengangkat benda yang lebih berat dari tubuhnya.
Karakter DLC Muramasa Rebirth

Keempat karakter ini dijanjikan akan memiliki gaya permainan yang berbeda dari Kisuke/Momohime. Tentu saja, mereka bukan pengguna aliran Oboro dan kolektor pedang iblis. Nekomata, misalnya. Dikatakan dia akan bertarung dengan cakar. Kemudian Arashimaru, meski juga seorang ninja, namun gaya bertarungnya akan sangat berbeda dengan Kisuke. Arashimaru menggunakan ninjutsu dan bisa melempar shuriken. Masing-masing karakter juga memiliki kisahnya sendiri. Tentunya akan ada bos-bos baru, dan mungkin saja, wilayah baru. Konten seperti ini yang menarik!

Hingga artikel ini ditulis, hampir sebulan setelah perilisan Muramasa Rebirth versi US, DLC itu pun belum juga dirilis. Belum ada berita baru, video, bahkan screenshot gameplay. Juga belum ada jadwal rilis maupun info tentang harga DLC-nya. Saya khawatir Vanillaware terlalu sibuk merampungkan game barunya, Dragon’s Crown, sehingga melupakan janji DLC ini. Dan kalaupun DLC Muramasa Rebirth dirilis nanti, apa tidak tertutup oleh bayang-bayang Dragon’s Crown yang beberapa minggu lagi sudah dirilis versi US-nya?

Presentasinya menggugah selera…

Bagi saya pribadi, dengan segala kekurangannya, game ini tetap worth untuk dimiliki. Menurut saya, kecantikan visual Muramasa Rebirth tak tertahankan. Karena game ini eksklusif di PS Vita, saya pun akhirnya memutuskan untuk beli PS Vita (padahal saya sadar betul, masa depan handheld Sony ini masih kabur). Toh, saya juga akan main Dragon’s Crown, yang juga dirilis untuk PS Vita dan PS3. Inilah hebatnya Vanillaware. Kecantikan grafis 2D-nya adalah daya tarik yang mampu membuat saya bertekuk lutut. Yap, saya cinta dengan Vanillaware, dan saya ingin mendukung mereka. Saya juga berharap Vanillaware mem-port ulang game-game lamanya, seperti Odin Sphere, GrimGrimoire, dan Princess Crown dalam versi Rebirth untuk PS Vita. Semoga saja!

Ada fanservice… meski tak sebanyak Dragon’s Crown

SHARE
Previous articleSetelah Tujuh Bulan, Syuting The Raid 2: Berandal Akhirnya Selesai!
Next articleSpider-Man Bertemu dengan Superhero Lain di The Amazing Spider-Man 4
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.