Casual Connect USA 2013: Tips Membuat Game Free to Play dari Zynga

Dalam membuat sebuah game Free to Play (F2P), tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh developer. Hal inilah yang menjadi topik utama presentasi dari Tim LeTourneau, CCO dari Zynga yang tampil dalam hari pertama (30/7) Casual Connect USA 2013 lalu. Tim mengungkapkan, bahwa ada beberapa pertanyaan dasar yang harus dijawab oleh para developer sebelum mendesain sebuah game F2P. “Mengapa kita melakukan ini, untuk siapa kita melakukannya, dan bagaimana kita bisa melakukannya? Adalah beberapa diantaranya,” ungkap Tim. Tiga hal yang dimaksud oleh Tim ini bisa diartikan seperti apa peluang bisnis dari game tersebut, siapa target pemain yang ingin kita tuju, dan bagaimana tim pengembang bisa mencapai tujuan (menyelesaikan game) dengan memanfaatkan resource yang ada.

“Sebenarnya simpel. Saya seringkali terkejut saat mendengar ada beberapa developer yang tidak bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut. Mungkin saja kamu tahu, untuk siapa kamu membuat ini dan bagaimana cara membuatnya, tetapi kamu tidak pernah menengok ke belakang dan berkata mengapa kita membuat ini. Dan kadangkala developer membuat sebuah game karena mereka pikir game tersebut sangat mengagumkan, tetapi mengesampingkan untuk siapa mereka membuat game tersebut,” urai Tim.

Tim sendiri adalah sosok yang sudah banyak makan asam garam di industri game, dan karirnya dimulai di EA menjadi seorang Customer Support Department. Dari sana, dia melanjutkan karirnya dengan sepuluh tahun mengembangkan serial The Sims, dan akhirnya menjadi VP dan GM dari The Sims Studio. “Saya bergabung denga Zynga pada tahun 2011 karena saya pikir game sosial bukanlah sebuah kesenangan sementara,” ujarnya. “Saya melihat contohnya dalam istri saya, dimana dia sebelumnya tidak pernah bermain game bersama saya, namun semuanya berubah (karena game sosial). Saya ingin mempelajari bagaimana game sosial melakukan hal tersebut,” ungkap Tim mengomentari keputusannya bergabung dengan Zynga.

Tim LeTourneau. Image via Gamesauce

Selanjutnya Tim memberikan contoh bagaimana mencapai target pemain adalah salah satu perbedaan utama dari The Sims dengan The Sims 2. “Sangat mengherankan melihat bagaimana banyak game tidak digubris oleh gamer yang menjadi sasarannya, paling utama dikarenakan orang-orang yang ada di balik pengembangannya. Kami bosan dengan apa yang kami lakukan, dan akhirnya kami membuatnya lebih sulit. Sims 2 adalah contoh dari hal ini, dimana terdapat banyak hal yang ingin saya rubah agar terlihat berbeda (dari prekuelnya),” ungkap Tim.

Pengalaman inilah yang akhirnya menjadi pegangan Tim saat mengembangkan FarmVille 2. Game ini bukan game yang dibuat eksklusif untuk pemain yang saat ini masih bermain FarmVille. FarmVille 2 adalah game yang menarget secara spesifik pemain yang mungkin belum pernah memainkan FarmVille sebelumnya. “Mempelajari siapa target audiens dan memahami bahwa mereka tidak membawa pengetahuan mereka akan game sebelumnya adalah kuncinya. Kamu harus memperkenalkan mereka kepada sebuah cara yang mereka belum pernah rasakan sebelumnya,” pungkas Tim. Konsep Who, Why and How ini bukan hanya berlaku untuk game saja, melainkan untuk semua aplikasi yang sedang dikembangkan. Namun, Tim mengungkapkan bahwa pertanyaan ini adalah yang paling sering muncul saat developer mengembangkan game F2P.

Duniaku Network adalah media partner resmi dari Casual Connect USA 2013. 


SHARE
Previous articleSquare Enix Konfirmasikan Remake Dragon Quest Monsters 2 untuk 3DS!
Next articleBentuk Senjata Pamungkas Baru di Gaist Crusher, Extreme Form!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.