Versi Digital Phoenix Wright Dual Destinies Kehilangan Fitur Quiz “Wright Anything Agency”

Sebelumnya kami mengabarkan jika Capcom juga akan membawa DLC pertama Phoenix Wright: Ace Attorney – Dual Destinies (atau Gyakuten Saiban 5) yang sudah dirilis di Jepang 25 Juli kemarin untuk versi translasinya (dijual secara download) yang akan dirilis akhir tahun nanti. Bersama DLC tersebut sebenarnya juga disertakan satu mini-game quiz, yang belakangan diketahui tidak disertakan untuk versi digitalnya nanti.

DLC pertama game tersebut memberi tiga kostum di atas, yaitu kostum Phoenix dari Ace Attorney pertama, kostum casual untuk Apollo, dan baju sekolah untuk Athena. Kostum tersebut tersedia gratis hingga 15 Agustus bagi pemain versi Jepangnya, dan selanjutnya paket tersebut dijual 150 yen, atau sekitar Rp. 16 ribuan. Selain itu dalam DLC disertakan juga bagian pertama sebuah quiz yang mengambil setting di ruang kantor  Wright Anything Agency. Mereka yang sudah men-download DLC tersebut akan menemukannya pasca menyelesaikan kasus pertama Ace Attorney: Dual Destinies. Bagian kedua dan ketiga sendiri akan tersedia hingga 15 Agustus mendatang, dengan masing-masing juga akan dijual 150 yen.

Sayangnya, dengan alasan karena jawaban quiz tersebut memerlukan pengetahuan yang cukup dalam mengenai budaya Jepang khususnya, maka Capcom memutuskan menghilangkan bagian quiz tersebut, dan hanya kostum saja yang bisa diakses nantinya.

Selain kostum dan quiz, masih ada DLC lain yang ditawarkan, yaitu kasus baru berjudul “Special Chapter: Turnabout Return”. Chapter tersebut bakal menjembatani antara Apollo Justice dan Ace Attorney: Dual Destinies, dengan lebih dalam menyorot kasus pertama Phoenix setelah dia mendapatkan kembali ijin pengacaranya. Dalam kasus tersebut, Phoenix disewa seorang pelatih yang berkostum seperti bajak laut. Belum ada rencana kapan Capcom akan merilis chapter baru dalam DLC tersebut.

Menjelang perilisan game ini, Capcom juga mengeluarkan beberapa video baru melalui channel YouTube. Beberapa karakter yang hanya disebut-sebut sebelumnya muncul dalam video tersebut. Seperti pengganti peran detektif Dick Gumshoe, yaitu Bobby Fulbright. Dia menjadi detektif yang akan muncul di tengah kasus yang kamu tangani. Berbeda dengan Gumshoe yang lebih sering mengeluh karena masalah gaji, Fulbright sesuai namanya dihambarkan “bersinar” dan penuh semangat. Dia memiliki ciri khas mengatakan slogan “In justice we trust!” Kenyataannya, Fulbright merupakan teman dekat Simon Blackquill, jaksa utama yang menjadi roval Phoenix dalam game ini, dan pernah bekerjasama dalam beberapa kasus. Fulbright mengenakan kostum putih, yang melambangkan keadilan, walaupun justru membuat orang lain meragukan jika dia sebenarnya seorang detektif.

Bobby Fulbright

Karakter lain yang dikenalkan Capcom melalui video channerl YouTube-nya adalah jaksa utama Simon Blackquill. Tidak ada yang menyangka dibalik penampilannya yang menyiratkan kejahatan (dengan nuansa gelap), ternyata Blackquill adalah teman dekat Fulbright, yang selalu bertindak atas dasar keadilan. Selama game Blackquill sendiri juga sedang menjalani masa hukuman karena kasus pembunuhan. Dia menjadi simbol “masa kegelapan di tengah hukum,” yang mana menjadi tema utama Dual Destinies. Demikian Blackquill memiliki peran penting, dan akan mendapat porsi khusus kehidupannya diekspos selama permainan.

Tidak ada yang lebih pas memberikan jaksa yang juga sekaligus tahanan untuk sejalan dengan tema utama game ini. Blackquill juga digambarkan sebagai figur yang tangguh di tengah ruang sidang, karena dia menguasai psikologi dan menggunakan ilmunya itu untuk menekan terdakwa. Dia paham bagaimana menempatkan mereka yang berda di pusat ruang sidang berada di posisi yang kurang baik, melalui manipulasi kata-kata, dan akan menjadi lawan tangguh Phoenix selama sidang. Selain itu Blackquill juga memiliki partner, seekor burung elang bernama Taka, yang selalu dibawa ketika dia menjalankan tugasnya.

Simon Blackquill

Dan berikut video lainnya yang menunjukkan produser Motohide Eshiro dan penulis skenario  Takeshi Yamazaki, yang mengungkapkan kesulitan mereka ketika hendak merubah serial ini dari model 2D menjadi 3D.


SHARE
Previous articleDave Bautista Beraksi Sebagai Drax the Destroyer di Lokasi Syuting Guardians of the Galaxy
Next articleDuniaku INAICTA Showcase: Ajang Unjuk Gigi Game Developer Indonesia!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.