Casual Connect USA 2013: Pentingnya Memperhatikan Audio dalam Game Mobile

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan game mobile. John Riccitiello, mantan bos dari EA di hari pertama Casual Connect USA 2013 pernah memberikan beberapa tips untuk developer game mobile agar tidak terlalu bernafsu untuk mengejar kualitas grafis setara konsol. Nah, di hari kedua Casual Connect USA 2013 yang dihelat hari Rabu, 31 Juli 2013 lalu giliran audio di game mobile menjadi salah satu topik menarik yang diperbincangkan. Materi mengenai audio dalam sebuah game mobile ini dibawakan oleh Nick Thomas yang merupakan CEO dari SomaTone Interactive.

Nick mengungkapkan, bahwa musuh utama dari sebuah audio game mobile bukanlah konsumen game tersebut, melainkan tombol mute yang tersedia di device. Sebagian besar orang memainkan game mobile di ruang publik, sehingga akan sangat mungkin mereka mematikan audio saat memainkan game mobile jika mereka merasa audio dari game tersebut terlalu mengganggu lingkungan sekitarnya. “Sebagai seorang dewasa, kita dilatih untuk mematikan audio dari game mobile,” ungkap Nick dalam presentasinya. “Tombol mute on off biner (yang ada di device) memudahkan pemain untuk mematikan musik di dalam game,” ungkapnya lebih lanjut.

Hal ini membuat feedback yang buruk untuk para produser musik, karena mereka akan berpikir untuk apa membuat sebuah musik yang bagus jika nantinya akan dimatikan oleh gamer saat memainkan game-nya. Salah satu solusinya adalah dengan membuat sebuah musik yang “catchy” dan bisa menarik perhatian orang sekitarnya. Musik yang catchy ini bisa membuat orang disekitarmu tahu game apa yang sedang kamu mainkan, atau kalau tidak mereka akan tertarik untuk mencari tahu game apa yang saat itu tengah dimainkan.

Nick Thomas, Image via Gamesauce

Selain musik, Nick juga menggaris bawahi fitur voice over yang tidak hadir dalam kebanyakan game mobile. Dia menyayangkan hal tersebut, dan mengatakan bahwa developer sudah melewatkan kesempatan bagus untuk mengikat pemain. Audio yang dikemas dengan baik akan memberikan keuntungan bagi game dan membuat game tersebut lebih hidup. Untuk mencapai hal tersebut, Nick menyarankan developer untuk membuat audio dengan nilai branding yang tinggi agar game tersebut bisa dikenang oleh gamer. Nick mencontohkan audio dengan nilai branding dan punya ciri khas tinggi adalah suara koin di game Mario Bros.

Terakhir, Nick mengajak para developer untuk membuat sebuah konten audio yang fresh dan benar-benar baru. “Pustaka sound effect dan musik standar sebaiknya dihindari,” pungkasnya.  Alasannya adalah karena hal tersebut bisa menurunkan kualitas dari musik dibuat dan akhirnya membuat gamer cenderung ingin mematikan audionya. Bagaimana menurutmu, setujukah dengan pendapat Nick ini?

Duniaku Network adalah media partner resmi dari Casual Connect USA 2013. 


SHARE
Previous articleBahkan Atelier Escha & Logy Pun Memiliki DLC-nya Sendiri
Next articleMengenal Saudara Perempuan Utautai yang Lain di Drakengard 3, Three dan Four
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.