Casual Connect USA 2013: Lima Tips Bagi Developer Indie Agar Bisa Bersaing dengan Developer Raksasa

Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh developer indie saat mulai mengembangkan game hingga memasarkan game tersebut di pasar aplikasi. Salah satu tantangan yang menjadi highlight dalam Casual Connect USA 2013 kemarin adalah bagaimana caranya agar bisa bersaing dengan developer-developer yang sudah mapan, utamanya saat bersaing mendapatkan audiens di pasar aplikasi. Bayangkan saja, bagaimana developer indie yang hanya berisi puluhan staff harus bersaing dengan katakanlah EA yang memiliki ribuan pegawai.

Nah, dalam presentasinya yang bertajuk “David vs Goliath: Why Smaller Developers Can Win in the New Mobile Gaming Landscape”, Co Founder TapStar Chris Gray mengungkapkan beberapa tips untuk developer indie agar bisa memenangkan persaingan melawan developer yang mapan tersebut. Salah satu kunci sukesnya menurut Chirs adalah developer harus menunjukkan kekuatan mereka sendiri dan jangan mencoba strategi-strategi yang umum dilakukan oleh developer yang sudah mapan. Gray mengambil inspirasi dari pertarungan David vs Goliath, dimana meskipun ditawari oleh Saul untuk menggunakan pedang dan armor saat akan melawan Goliath, David malah memilih untuk hanya menggunakan lima batu dan sebuah ketapel. 

David vs Goliath, Image via Gamasutra

Jika kamu adalah developer game indie, Gray menyarankan agar kamu mengikuti apa yang dilakukan oleh David dan mengisi ketapelmu dengan lima “batu” alias strategi berikut ini sebelum bertarung melawan para developer “Goliath” di pasaran antara lain:

  • Mengenali bahwa pengeluaran tambahan yang lebih kecil berarti keuntungan yang lebih besar. Artinya dengan budget yang lebih kecil, kamu bisa menghemat waktu untuk mengumpulkan dana sebelum mengembangkan game-nya.
  • Buat game yang menarik dan inovatif. Kamu tidak bisa terpaku kepada anggapan bahwa semua game bisa menjadi sukses dan hal ini memberikan peluang kepadamu untuk membuat game yang kamu inginkan.
  • Mempelajari bahwa terdapat banyak nilai di media sosial dan Public Relation. Jika kamu memiliki sebuah game berkualitas dan mendapatkan pemberitaan di Facebook dan Twitter, maka orang-orang akan memperhatikan game-mu.
  • Buat iterasi secepat mungkin. Karena tim indie lebih kecil dan tangkas, maka mereka bisa menyelesaikan sebuah judul dengan cepat, bermain lebih bebas, dan meninggalkannya jika diinginkan. Jika kamu tidak ingin menginvestasikan banyak uang dalam sebuah game, kamu bisa langsung meninggalkannya apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan.
  • Manfaatkan layanan murah dan gratis. Sebagai tambahan beberapa layanan gratis seperti Skype atau Dropbox yang bisa kamu manfaatkan, terdapat banyak layanan analisis yang tidak membebankan biaya kepada pelanggan dalam skala kecil.
Di akhir presentasi, Gray juga mengingatkan kepada para developer indie bahwa David memenangkan pertarungan karena dia kreatif. “Jangan menjadi seorang pengikut dan meniru game yang sudah ada. Menjadi original akan membuatmu dikenal orang banyak,” ungkapnya. Jika developer indie tidak memiliki hal baru untuk ditampilkan, maka mereka tidak akan di-review dan mendapatkan perhatian dari para gamer.