Casual Connect USA 2013: Mengapa Karakter Sangat Penting dalam Game Free to Play

Banyak hal yang perlu diperhatikan saat membuat sebuah karakter di dalam game. Salah satunya adalah pentingnya karakter tersebut memiliki ciri khas dan diingat oleh para pemainnya. Karakter yang diingat dalam game sebenarnya ada banyak, namun sangat sedikit yang datang dari game Free to Play (F2P) bahkan untuk game yang sukses sekalipun seperti FarmVille atau Puzzle & Dragons. Nah, dalam Casual Connect USA 2013 kemarin, salah satu topik hangat yang dibicarakan adalah masalah mengapa karakter juga sangat penting dalam game F2P yang tengah dikembangkan.

Hal ini diungkapkan oleh Kenny Shea Dinkin, CCO dari Making Fun sekaligus mantan staff Playdom yang seringkali membuat game F2P untuk Facebook. Awalnya, Dinkin mengungkapkan bahwa ada satu alasan simpel mengapa game F2P gagal menyajikan karakter yang dikenang oleh para pemainnya. “Hal tersebut karena kita telah menghisapnya sendiri,” ungkap Kenny. Banyak developer, utamanya developer game F2P tampak mengesampingkan pembuatan karakter yang ikonik ini. Namun ada juga beberapa game yang sukses menjaring jutaan pemain setiap harinya seperti Candy Crush Saga dan Puzzle & Dragons tanpa harus menggunakan karakter yang ikonik. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dinkin menjawabnya dengan singkat,”Ingatan pemain adalah jawabannya.”

Dinkin memberikan catatan bahwa karakter dengan narasi yang dikendalikan oleh karakter (Character-Driven) tersebut adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan, dan siapa saja yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan serial TV bertipe Character Driven seperti Lost dan Game of Thrones pasti tidak menyangkalnya. Kecintaan konsumen terhadap karakter ini menghasikan sebuah loyalitas terhadap IP tersebut dan menjaga mereka untuk kembali memainkan atau menontonnya lagi berkali-kali. Berkaca dari serial televisi ini, Dinkin menyarankan para developer game F2P untuk mencari uang dengan cara bagaimana mereka mengintegrasikan karakter yang mereka buat seperti sutradara serial televisi tersebut mengintegrasikan karakternya ke dalam cerita.

Kenny Shea Dinkin, Image via Twitter

Lebih lanjut, Dinkin memilah-milah game F2P berdasarkan bagaimana cara mereka memperoleh pemasukan menjadi lima tipe:

  • Game Puzzle mudah yang monetisasinya melalui Energy seperti Puzzle & Dragons
  • Game Puzzle susah yang monetisasinya melalui Power Up seperti Candy Crush Saga
  • Battle Game menggunakan kartu seperti Rage of Bahamut
  • Simulasi ala RTS seperti The Simpsons: Tapped Out
  • Episode atau chapter pertama yang bisa didapatkan secara gratis seperti The Walking Dead

Kembali kepada pembicaraan sebelumnya yang membahas mengenai karakter, Dinkin memberikan saran kepada developer untuk mengintegrasikan karakter yang ikonik ke dalam lima model yang bisa menarik pemasukan dari user tersebut. Dinkin mencontohkannya dalam game Puzzle, dimana game dengan tipe ini lebih baik menggunakan karakter sebagai penanda progress dan selalu muncul setiap kali pemain menyelesaikan satu level. Hal ini bisa membantu untuk menjaga asosiasi antara karakter dengan rasa puas setelah menyelesaikan, dengan tetap menjaga keaslian dan tingkat kesulitan gameplay-nya.

Di sisi lain, Dinkin memberikan contoh karakter yang kompleks, sukses “bersinar” dan menarik perhatian gamer adalah dalam episode pertama The Walking Dead yang gratis. Jika pemain melihat sesuatu yang menarik di diri karakter dalam episode gratis tersebut, maka akan memperbesar peluang mereka untuk menginvestasikan dana mereka untuk membeli kelanjutan dari game tersebut, dan otomatis akan menjadi salah satu customer yang loyal.

Kamu salah satu developer yang akan mengembangkan game F2P? Tidak ada salahnya untuk mengimplementasikan saran dari Dinkin ini agar karakter dan game yang kamu buat dikenang oleh gamer-mu!


SHARE
Previous articleWebsite Clash of Gods Sudah Dibuka, Daftarkan Dirimu untuk VIP Test Sekarang!
Next articleDua Protagonis, Dua Intro, Dua Warna, Semua Serba Dua di Tales of Xillia!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.