Lebih Dekat Dengan DualShock 4, Partner Terbaik Yang Diajukan Sony Untuk PlayStation 4

Jika minggu lalu kami membahas lebih dekat mengenai kontroler Xbox One, tidak lengkap rasanya jika kontroler rivalnya PlayStation 4 juga tidak mendapat porsi khusus. Berikut kami berikan beberapa poin perbandingan Dual Shock 4 dengan kontroler X1. Jangan ketinggalan juga menyimak artikel khusus kami yang membandingkan antara PlayStation 4 dan Xbox One.

DualShock 4 menampilkan perubahan paling drastis dibandingkan keseluruhan keluarga DualShock lama. Jelas terlihat adalah adanya bidang sentuh capacitive seperti pada panel belakang PS Vita, sensor gerakan SixAxis yang lebih baik (melalui gyroscope dan accelerometer tiga sumbu), “Light Bar” yang cahayanya sangat terang, dan dengan berat 210 gram, bobot kontroler ini tidak terpaut jauh dari DualShock 3 yang beratnya 192 gram. Sony juga patut bangga, karena kontroler mereka ini masih lebih ringan dibandingkan kontroler X1 yang beratnya 265-gram.

Tombol fisik baru yang diaplikasikan Sony di sini adalah Share, yang menjadi akses cepat kita untuk merekam dan meng-upload video atau screenshot permainan ke web. Namun developer bisa menonaktifkan fungsi tombol tersebut pada beberapa situasi dalam game, seperti ketika melawan boss, untuk menghindari spoiler. Tombol lainnya berdiam pada bidang sentuhnya. Touchpad tersebut mengenali dua titik sentuhan, dan sangat sensitif karena resolusinya cukup tinggi, 1920 x 900-pixel. Juga bisa disebut tombol karena memang kamu bisa meng-klik bidang touchpad tersebut.

Kemudian lampu Light Bar di sisi atas kontroler digunakan untuk mengidentifikasi pemain selama bermain multi-player. Lampu tersebut tidak bisa bebas kita matikan cahayanya, kecuali atas permintaan developer game. Namun lampu itu akan menjadi identitas gamer. Player 1 ditandai dengan warna biru, player 2 merah, player 3 hijau, dan player 4 merah muda. Light Bar juga menjadi fokus dari fungsi Move dalam DualShock 4, yang akan membantu PS4 dengan fungsi seperti menentukan dimana lokasi pemain di tengah ruangan. Namun untuk fungsi yang mirip Kinect 2, dimana PS4 juga bisa mempersepsikan gerakan dan juga kedalaman ruangan sekitarmu, kamu membutuhkan dukungan kamera PlayStation Eye.

Berbeda dengan kontroler X1, di sini Sony memberikan speaker built-in mono, sekaligus juga headphone jack untuk menghubungkan headset eksternal. Untunglah Sony juga memaketkan headset khusus dalam setiap paket pembelian PS4. Melalui headset tersebut kamu juga bisa langsung melakukan chat dengan teman, sama seperti fungsi panggilan Skype yang ditawarkan X1.

Untuk baterai, tampaknya Sony masih mengajukan solusi yang sama, ada baterai lithium-ion built in yang bisa di-recharge dan sayangnya tidak removeable, yang mungkin akan menyusahkan ketika kita butuh untuk sesi permainan panjang, dan kamu tidak mungkin menyediakan baterai cadangan hanya untuk sesegera mungkin melanjutkan permainan. Ok, dalam hal baterai yang bisa dilepas, memang DualShock 3 kontroler Xbox One lebih baik, namun DualShock 4 kini bisa kamu charge dengan kondisi konsol PS4-nya dalam mode sleep (selain juga di-charger melalui microUSB, atau dudukan charging station khusus). Meskipun tidak bisa bebas digonta-ganti baterainya, namun Sony memperbesar kapsitas baterai DualShock 4 mereka. Kini baterai lithium-ion-nya berkapasitas 3.7 V, atau bisa diterjemahkan menjadi 1000 mAh, dua kali lebih besar dari DualShock 3.

Kembali pada detail eksternalnya, desain tombol trigger DualShock 3 yang cekung ke dalam juga kini dibuat melengkung keluar. Kemudian analog dari kontroler sebelumnya yang bentuknya cembung, kini digantikan dengan model cekung di bagian atasnya, sehingga cocok dengan kontur ibu jari kita. Ukuran d-pad pada DualShock 4 ini pun dibuat lebih besar, serta tombolnya juga lebih menyiku. Kami juga menyukai material mirip karet di bagian belakangnya, yang mendukung genggaman kita pada kontroler ini.

Keseluruhan, kami menyukai penerapan bidang sentuh, karena memungkinkan kita bisa berinteraksi lebih dalam dengan dunia dalam game. Genre yang cocok untuk pengendalian touchpad tersebut seperti real-time strategy, karena dengan sedikit sentuhan saja, langsung diterjemahkan pada perintah dalam gamenya (berkat resolusinya yang tinggi). Dengan mudah kamu bisa melakukan perintah seperti pinch-to-zoom atau sapuan jari untuk menggeser interface. Jika developer mampu mengoptimalkan fungsinya, touchpad ini bisa mendapat respon yang baik di masa datang (dan semoga tidak begitu saja diabaikan seperti touchpad-nya PS Vita).

DualShock 4: Hands-On with the PS4 Controller


SHARE
Previous articleMicrosoft: Kinect Tidak Harus Selalu Dinyalakan untuk Memainkan Xbox One
Next articleCuplikan Trailer Guardians of the Galaxy Bocor!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.