Review DivoSaga, MMORPG dengan Kombinasi City Building!

Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, MMOG.Asia dalam waktu dekat akan merilis DivoSaga di Indonesia lewat server khusus HellGate yang menurut rencana akan dibuka pada 15 Agustus 2013 yang akan datang. Menggunakan sistem pertarungan turn based yang cepat, mungkin sebagian dari kamu akan teringat dengan sistem pertarungan Final Fantasy lama. Namun, DivoSaga mengemas sistem pertarungan turn based ini, dengan fitur-fitur lain khas MMORPG plus dengan gameplay city building lewat sebuah game berbasis web. Tetapi, apakah DivoSaga pantas dicoba dan dimainkan di tengah maraknya game berbasis web saat ini? Yuk kita simak bersama.

Saat kamu mulai memainkan DivoSaga, kamu akan langsung dibawa ke layar pembuatan karakter, dengan tiga pilihan kelas yang disediakan, Warrior, Wizard dan Ranger. Meskipun hanya tiga kelas, namun ketiganya bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap gameplay. Warrior memiliki statistik defense terkuat, Ranger memiliki keahlian dalam melakukan serangan fisik, dan Wizard cocok digunakan jika kamu senang menggunakan serangan area ke musuh. Saat menggunakan Warrior, pasukan yang cocok untukmu adalah Archer dengan posisi di belakangnya karena di saat Warrior yang menerima damage, maka archer bisa fokus memberikan serangannya. Berbeda lagi dengan Ranger, karena fokusnya adalah serangan fisik, maka memiliki beberapa Lancer akan sangat membantu. 

Setelah kamu memilih kelas, maka kamu akan disuguhi dengan sebuah story tentang seorang putri yang tengah dalam keadaan bahaya, dan akhirnya memutuskan untuk memberikan kendali kotanya kepadamu. Selain memperkenalkan kisah, storyline awal ini juga bertindak sebagai tutorial yang akan mengajarimu beberapa hal dasar mengenai game ini. Tutorial-nya cukup mudah dipahami, dipadu dengan grafis yang cukup bagus untuk sebuah game browser.

Saat masuk dalam pertarungan, pasukanmu akan dibagi menjadi dua baris, baris depan untuk meletakkan unit yang tahan banting seperti Warrior, dan baris belakang untuk meletakkan unit pendukung atau unit yang bisa menyerang jarak jauh. Selain posisi, tidak banyak strategi yang bisa kamu terapkan, karena kamu tidak bisa menentukan siapa yang kamu serang, begitu pula pasukan kamu. Mungkin yang bisa kamu lakukan adalah bijak dalam  mengatur waktu untuk menggunakan kemampuanmu. Secara garis besar, sistem pertempurannya masih terkesan biasa saja dan kurang menghibur. Mungkin, elemen QTE yang sedikit ditanamkan dalam sistem pertarungannya sedikit memberikan ciri khas tersendiri.

Kotamu berfungsi sebagai penghubung, dimana kamu bisa menempa barang, meng-upgrade pasukan, dan sebagainya. Bangunan baru bisa kamu buka setiap kamu naik level, dan bangunan tersebut bisa di-upgrade dengan usaha jerih payah kamu. Bagaimana RPG dan aspek pembangunan kota berinteraksi dalam game ini, adalah bahwa ketika kamu bertempur menembus dungeons dan peta dunia untuk level, harta dan sumber daya poin produksi, kamu lantas bisa menggunakan hasil-hasil tersebut untuk upgrade kota dan pasukanmu. Ini bagus dalam arti ada banyak konten yang memiliki orientasi untuk terus berkembang dalam game ini, entah itu upgrade talent tree dari karaktermu, atau meningkatkan kota dan pasukanmu. Hal ini bisa menjadi bahan selingan yang menarik, mengingat game ini memiliki peta dunia dan dungeon yang membosankan dan linier.

Di atas rangka dasar ini, DivoSaga menambah keragaman fitur-fitur menarik lainnya. Kamu bisa berpartisipasi dalam PvP lewat cara yang teroganisir, dimana kamu atau timmu bisa bergabung untuk melawan musuh, atau dengan menyerang kota tetangga untuk menjarah sumber dayanya. Sayangnya, masih seperti MMORPG lainnya, kebanyakan pertempuran ditentukan oleh levelmu, dan level pasukanmu, bukan ditentukan oleh skill bermain. Sisi bagusnya, ini menjadi suatu cara yang berbeda dibandingkan harus selalu melakukan grinding di dungeon. Ada juga event harian yang disediakan, seperti boss yang terus bisa dihadapi pemain.

Secara garis besar, DivoSaga cukup kasual dan mudah untuk dimainkan. Kamu cukup login dan mulai bermain. Namun karena kemudahan dan kasualnya itu, game ini terkesan sedikit repetitif dan banyak fitur yang terlalu diulang-ulang, termasuk untuk pertarungannya. Namun dibandingkan dengan web game lainnya, DivoSaga cukup memiliki ciri khas dan layak untuk dicoba.

Sudah siap mencoba DivoSaga? Tunggu kehadiran server Indonesianya 15 Agustus 2013 besok!


SHARE
Previous articleMicrosoft Akan Berikan Dukungan Mainkan Game di PC Windows Dengan Kontroler Xbox One
Next articleMembandingkan Isi Paket Pembelian X1 dan PS4, Lagi-lagi Microsoft Membuat Kejutan!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.