Review Nedera Negeri Kegelapan: Novel Fantasi Ciamik Karya Anak Bangsa!

Hai Citizen! Pada kesempatan kali ini saya ingin mereview salah satu novel dari franchise Vandaria Saga, Nedera: Negeri Kegelapan. Vandaria Saga sendiri adalah sebuah franchise fantasi terbesar karya anak bangsa yang terdiri dari novel serta card games. Novel ini baru saja dirilis bulan lalu dan ditulis oleh Alexia Chen ini merupakan novel seri kesepuluh dari keseluruhan seri Vandaria. Namun jika kalian belum pernah membaca novel-novel sebelumnya, seperti saya, tidak perlu khawatir karena ada glosarium yang sudah disiapkan di bagian belakang buku ini. Saya pun tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam membaca dan memahami keseluruhan universe dari Vandaria.

Sebagai seseorang yang gemar membaca, saya cukup terkejut dengan kualitas dari Nedera: Negeri Kegelapan ini. Jika saya tidak mengetahui bahwa penulis buku ini adalah asli orang Indonesia, saya pasti akan mengira kalau buku ini ditulis oleh penulis dari luar negeri. Alur cerita novel ini mengalir dengan cepat dengan tokoh-tokoh yang memiliki karakter kuat. Pembaca seakan-akan dibawa untuk menyelami jiwa berbagai tokoh yang ada dan merasakan perubahan jati diri dari mereka, semuanya terjadi secara mengalir dan tidak membosankan. konflik yang terjadi pun sebenarnya cukup klasik, pertempuran antara ras iblis dan biasa disebut Deimos dengan ras manusia serta Frameless. Frameless adalah ras yang memiliki kemampuan khusus untuk menggunakan sihir sementara manusia agar dapat menggunakan sihir memerlukan bantuan rune.

Cerita Nedera: Negeri Kegelapan berpusat di 4 karakter utama yaitu kakak beradik Leofric dan Lyse Tordynn serta pemuda misterius bernama Skys yang meminta bantuan kepada Lyse dan Leofric untuk menyelamatkan desanya yang diambil alih oleh para Deimos dan menyekap adiknya, Faye. Kesemua tokoh ini memiliki kepribadian yang saling bertolak belakang, dimana Leofric adalah seseorang yang sangat dingin dan terkadang sangat protektif terhadap adiknya, Lyse yang cenderung lebih hangat dan berperasaan halus. Sementara itu, Skys cenderung misterius walaupun baik hati karena selalu menolong Lyse dan Leofric di saat-saat berbahaya. Lain lagi dengan Faye, karena tubuhnya diambil alih oleh Deimos, tidak banyak ekspresi emosional yang dapat diperlihatkan olehnya.

Poin positif dari novel ini adalah bagaimana sikap para karakter perlahan berubah mengikuti terkuaknya berbagai misteri yang menyelimuti kehidupan mereka. Di awal cerita, begitu banyak area abu-abu yang terkesan tidak jelas, seperti mengapa orang tua Leofric dan Lyse tiba-tiba pergi dan tidak pulang selama setahun. Fakta di balik kepergian mereka dan ternyata berhubungan dengan tokoh Skys dikemas secara apik oleh Alexia Chen. Dengan lihainya fakta yang menyelimuti misteri tersebut diungkap secara perlahan-lahan dan melalui proses tarik ulur yang akan membuat pembaca penasaran dan tidak dapat menutup buku ini. Penggambaran dari berbagai adegan pertempuran dengan para Deimos pun sangat detail dan dapat membangkitkan imajinasi yang kuat, setidaknya saya dapat memvisualisasikan arena pertempuran yang terjadi di novel ini dengan sangat jelas. Munculnya Serigala Api pun membuat saya sangat terhibur dan tidak dapat menahan diri untuk berkata ‘Wow, keren!’ ketika serigala peliharaan Leofric dan Lyse berubah menjadi raksasa dan menghabisi para Deimos dengan mudahnya. Selain tersedianya glosarium di bagian akhir buku, penulis juga menjelaskan secara singkat seluk beluk Vandaria sehingga tidak akan membuat pembaca yang baru pertama kali mengikuti seri Vandaria kebingungan. Bumbu romansa yang ada di novel ini terasa pas dan tidak berlebihan.

Sayangnya, ada beberapa hal yang cukup mengganjal dari novel Nedera: Negeri Kegelapan ini. Salah satu yang paling penting adalah di bagian nama-nama karakternya. Sampai saat ini saya masih belum tahu cara pelafalan sebagian besar karakternya, seperti Faye, Skys dan Lyse. Selanjutnya adalah masalah skala konflik di novel ini. Cerita memang berpusat di desa Nedera namun saya mengharapkan adanya skala pertempuran yang lebih luas. Cukup mengherankan mengapa ketika sebuah desa sudah dikuasai Deimos selama beberapa waktu tapi tidak ada tentara kerajaan yang datang untuk membantu. Selain 2 hal ini, Nedera: Negeri Kegelapan adalah sebuah novel fantasi yang cukup lengkap. Aksi yang ditawarkan sangat menjanjikan dan seru, belum lagi intrik yang dihadirkan dengan sangat cerdik membuat pembaca selalu penasaran. Novel ini wajib dibaca bagi semua pecinta cerita fantasi, apalagi novel ini adalah karya asli anak bangsa!


SHARE
Previous articleMengintip Elemen Stealth dalam Assassin’s Creed IV: Black Flag
Next articleDua Kostum Baru untuk Lightning di Lightning Returns: Final Fantasy XIII
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.