Gamescom 2013: Selain Konfirmasikan Mode Multiplayer, Crytek Juga Merubah Gameplay Ryse

Salah satu game unggulan untuk konsol next-gen adalah Ryse: Son of Rome (sebelumnya disebut dengan Codename Kingdoms dan Ryse), sebuah action-adventure yang dikembangkan studio game asal Jerman Crytek, dan dirilis eksklusif oleh Microsoft Studios untuk Xbox One. Game yang dikembangkan menggunakan engine CryEngine 3 ini juga telah dipastikan menjadi salah satu launch title X1. Setelah setelah event E3 2013 pertengahan Juni lalu kita disuguhi penampilan perdana gameplay Ryse, kali ini melalui Gamescom 2013 Microsoft memamerkan mode multiplayer-nya.

Dalam game yang campign utamanya terfokus pada jenderal Roma bernama Marius Titus ini, kamu akan mendapatkan mode multiplayer co op yang familiar dengan setting Roma, yaitu Gladiator yang bertarung di dalam Colosseum. Dalam mode tersebut kamu dan pemain lain akan saling bertarung satu-sama-lain dengan setting arena gladiator. Gameplay co op ini dibuat berbeda dengan campaign utamanya yang banyak memaksa gamer berkutat dengan execution system (yang bisa dilakukan ketika musuh hampir tewas), melalui beragam in-game perk yang membuat Marius melakukan banyak gerakan ekstrim (menusuk, memotong dll) menggunakan senjatanya dengan cara menekan tombol-tombol quick time events. Namun banyak yang kurang suka dengan sistem QTE tersebut, dan Crytek berusaha merubahnya untuk keseluruhan gameplay.

Crytek merespon masukan gamer yang sudah merasakan seperti apa sulitnya memasukkan command QTE tersebut di tengah arena co op yang “padat.” Lihat saja seperti apa gameplay campaign-nya melalui artikel kami sebelumnya. Karena itu kini mereka merubah Ryse menjadi lebih mudah dan lebih baik. Sistem eksekusinya tidak lagi QTE, melainkan untuk melakukan eksekusi, musuh akan disorot dengan warna tertentu, dan kamu tinggal menekan tombol yang sesuai. Jika tubuh musuh di-highlight dengan warna kuning, kamu tinggal gunakan perisai dengan menekan tombol Y, dan jika warnanya biru, kamu bisa arahkan pedang dengan menggunakan tombol X. Kamu tinggal memperhatikan animasi gerakan Marius, dan warna yang muncul pada musuh. Semudah itu, namun tidak membosankan dari sekadar kita memasukkan tombol yang diperintahkan.

Selain gameplay QTE yang dirubah, kini perk Ryse yang terwujud melalui sistem reward untuk gerakan execution yang berhasil juga diperbaiki. Awalnya mereka berencana memberi kita reward dengan boost seperti extra health atau focus (fokus pada musuh untuk melancarkan serangan yang lebih kuat). Namun boost tersebut dianggap memiliki kelemahan, karena kita tidak bisa memilih apa yang ingin digunakan dulu. Maka di sini kamu bisa menekan D-pad untuk memilih boost yang ingin kamu aktifkan, entah itu Health, XP, Focus atau Damage, sehingga execution yang akan kamu lancarkan juga bukan sekadar gerakan penghabisan saja, perlu strategi memilih boost yang cocok untuk situasi tertentu. Seperti jika Marius hampir tewas, kamu bisa memilih health boost, maka setiap eksekusi yang berhasil akan sekaligus memulihkan health-nya. Dengan beberapa pilihan boost, dan kamu dituntut untuk men-switch boost selama bertarungan dengan banyak musuh, memberi kesan lebih dalam di tengah gameplay Ryse yang begitu keras ini.

Selain perubahan tersebut, esensinya pertarungan Ryse masih sama, memerlukan ketepatan ketika menyerang dan bertahan. Misalnya, timing yang tepat ketika bertahan bukan hanya menahan serangan musuh, namun juga membuat musuh terpental ke belakang dan membuka pertahanan mereka, sehingga gerakan counter pun makin mudah dilancarkan. Untuk execution sendiri, yang disebutkan ada hampir 100 gerakan, bisa kamu lancarkan melalui serangkaian serangan kuat melalui pedang dan perisai, serta memili reward terkait yang ditempatkan pada perk yang berbeda.

Ada tiga Execution Tiers, dan setiap level (makin tinggi, execution-nya diperlihatkan lebih dramatis) akan terbuka seiring makin lama kamu memainkan game ini. Execution juga memerlukan lokasi yang tepat untuk melancarkannya, seperti menjatuhkan musuh ke atas duri atau menjatuhkan dari atas dinding, dan beberapa juga perlu dilancarkan dengan meneyrang musuh bersamaan. Karena itu dalam salah satu adegan trailer multiplayer, kamu melihat ada musuh yang dihabisi menggunakan execution yang dilancarkan secara co-op. Untuk meningkatkan tier execution, kamu perlu sukses melakukan serangan, dengan sama sekali tidak mendapatkan damage selama melakukan serangan tersebut, untuk meningkatkan combo counter. Dan ketika kamu melancarkan combo tertentu, akan menaikkan level tier execution.

Lebih lagi untuk mode multiplayer-nya, kamu bisa mengkustomisasi gladiatormu dengan beragam armor, weapon, shield, dan consumable (senjatanya sendiri juga ada yang berjarak jauh, seperti pilum atau javelin, hingga scorpios yang berbentuk crossbow besar). Item tersebut didapatkan melalui gold reward berkat kemenangan setelah bertarung, dan item tersebut akan mempengaruhi focus, XP, crowd reaction (reaksi penontot, melalui sorakan mereka), dan health. Consumable elixir akan memiliki efek temporary seperti meningkatkan health atau memungkinkan gladiatormu melancarkan instant kill.

Arena pertarungan multiplayer-nya juga dibuat berubah-ubah. Disebut Dynamic Tile Sets, gladiator akan bertarung dengan setting yang diselingi dengan tantangan yang tidak terduga, akan berubah dari benteng, ke reruntuha, hingga pertarungan di atas air. Awalnya Crytek menawarkan 11 map multiplayer saja, plus tambahan map bagi mereka yang membeli edisi Day One game ini. Selama Gamescom, melalui trailer yang bisa kamu lihat di akhir artikel ini, adalah dua map diantaranya, yaitu Courtyard dan Stronghold.

Oh ya, selain ada map dan tantangan default, kamu masih bisa meng-custom arena dan challenge baru melalui challenge editor. Setiap challenge tersebut akan memiliki leaderboard-nya sendiri, dan makin banyak pemain yang memainkannya, akan makin tinggi reward yang diterima di akhir challenge.

Bersamaan dengan update Gamescom 2013 ini, Crytek dan Microsoft juga mengkomfirmasikan jika edisi kedua dari versi novel game ini, “Ryse: Sword of Damocles” sudah tersedia, dan bisa kamu download gratis. Melalui novel tersebut kamu bisa mengetahui lebih jauh latar belakang cerita Ryse, mulai dengan legenda Roma Damocles, paska dia kembali dari Underworld untuk menuntut balas pada siapa saja yang mengkhianatinya. Kedua edisi novel tersebut bisa kamu download melalui xbox.com/ryse/comic. Dengan membaca keduanya, kamu juga berkesempatan membuka collectible untuk versi gamenya ketika dirilis untuk X1 November mendatang.

Ryse: Son of Rome Official gamescom Gladiator Mode Trailer


SHARE
Previous articleSkor Review Famitsu Pekan Ini (Edisi 1284), JoJo’s Bizarre Adventure: All-Star Battle Tampil Sempurna!!!
Next articleClash of Gods Merangkul Model Vitalia Shesya Sebagai The Goddess of Shaman!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.