DivoSaga: Interview Dengan William Chan, CEO MMOG.Asia!

Hai Citizen! DivoSaga sudah membuka server Indonesianya, Hell’s Gate pada tanggal 15 Agustus 2013 kemarin. Duniaku berkesempatan untuk melakukan interview dengan William Chan, CEO & Co-Founder dari MMOG.Asia, publisher ternama di Asia yang merilis game DivoSaga ini. Simak percakapannya berikut ini!

1. Apa yang membedakan DivoSaga dengan MMORPG lainnya yang ada di luar sana?

DivoSaga adalah webgame pertama yang mengkombinasikan elemen RPG dengan strategi. Fitur yang menjadi keunggulan game ini adalah adanya Quick Time Event (QTE) yang membuat player terlibat langsung dalam pertempuran, jadi tidak hanya sekadar mengklik musuh saja seperti pada umumnya. Selain itu, DivoSaga juga menawarkan beberapa hal menarik lainnya seperti 3 unique classes, PvP yang kompetitif, MvP serta system guild yang menyenangkan.

2. Bagaimana fitur City Building dapat membantu player dalam bermain DivoSaga? Apakah fitur ini krusial dalam membangun karakter?

Sistem City Building membantu player dalam menaikkan level teknologi yang pada akhirnya akan mempengaruhi atribut karakter serta barracks yang mempengaruhi level army yang akan membantu player. 2 Fungsi utama ini akan berpengaruh besar dalam pertempuran dan sangat penting bagi pengembangan karakter yang kuat.

3. Jika player tidak ingin repot mengurusi City Building, apakah akan mempengaruhi gaming experience secara keseluruhan?

Ya, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, tanpa mengembangakan City, maka karakter kamu tidak akan bertambah kuat.

4. DivoSaga memiliki fitur Astrology System, bisa tolong dijelaskan?

Pada dasarnya, Astrology System digunakan untuk memperkuat karakter yang kalian mainkan. Fitur ini adalah tempat dimana kalian akan menghabiskan gold dalam jumlah besar. Astrology memiliki rank-nya sendiri tergantung dari warnanya. Beberapa memiliki efek langsung pada atribut karakter namun ada juga yang memberikan efek tersembunyi ketika sedang battle.

5. Ada berapa kombinasi QTE yang dimiliki oleh game DivoSaga?

QTE hanya menggunakan 4 tombol yaitu ↑↓←→ dengan kombinasi yang sangat banyak. Player nantinya dapat menimbulkan extra damage ataupun meninggalkan extra effect kepada musuh ketika berhasil menyelesaikan QTE.

6. Di dalam fitur Thousand Person Boss, dikatakan bahwa player yang berhasil menciptakan damage terbanyak akan mendapatkan reward, apa yang akan didapatkan oleh player lain yang turut berpartisipasi dalam Boss Battle ini?

Ini disebut MVP, yaitu dimana satu boss yang akan tersedia untuk dihajar bersama-sama oleh semua player di server tersebut. Pemain akan mendapatkan gold dan TP sesuai dengan damage yang dia hasilkan dari serangannya terhadap boss tersebut. 3 pemain yang berhasil menghasilkan damage tertinggi serta melakukan killing strike akan mendapatkan bonus tambahan.

7. Berapa lama waktu yang diperlukan seorang player untuk mengeksplorasi semua dungeon yang  ada di DivoSaga?

DivoSaga memiliki 2 dungeon, yang pertama terdiri dari 100 level sedangkan yang kedua hanya 30 level. Player yang memiliki level 60-70 sudah mampu untuk mengeksplorasi semua tingkat di dungeon yang pertama namun sampai saat ini, belum ada satu pun player yang berhasil menyelesaikan 30 tingkat di dungeon kedua.

8. Apakah nantinya akan ada rencana untuk menambah class unik lainnya?

Sejauh ini belum ada rencana kesana, karena saat ini kami masih fokus kepada pengembangan berbagai fitur in-game yang tentunya akan unik-unik.

9. Selain Daily Quest, apakah ada quest tertentu yang hanya dapat dijalani oleh setiap class?

Semua quest tidak akan memiliki perbedaan untuk semua class, quest nantinya akan terbuka jika pemain sudah mencapai level-level tertentu.

10. Untuk fitur PvP, apakah ada batasan agar player hanya dapat berduel dengan player lainnya yang memiliki level setara?

Ada 2 tipe PvP di DivoSaga:

– Battlefield: Disini, para pemain akan bertemu dengan musuh yang perbedaan maksimum levelnya adalah 10 level.

– PvP Arena: Pemain akan bergabung dalam sebuah tim berisi 3 player dan akan bertarung dengan tim lainnya yang memiliki kekuatan sedekat dan sekuat mungkin dengan mereka.

11. Apakah ada exclusive membership di game DivoSaga ini?

Tentu saja ada fitur VIP member dan mereka akan mendapatkan banyak keuntungan dari statusnya tersebut.

12. Indonesia saat ini penuh dengan berbagai macam MMORPG, apa strategi yang akan diterapkan untuk DivoSaga?

Tidak hanya Indonesia, dunia saat ini penuh dengan MMORPG, tapi kami percaya, gamer tidak pernah merasa puas. Strategi kami terletak pada produk itu sendiri, DivoSaga adalah game yang unik dan pastinya gamer akan menikmati memainkan game ini.

13. Apakah ada rencana untuk event offline?

Sampai saat ini belum ada karena kami masih fokus kepada pengembangan teknis, terutama dari segi koneksi dan gaming environment sehingga player dapat menikmati DivoSaga secara maksimal.

14. Apa ekspektasi anda dari peluncuran DivoSaga di Indonesia?

Tentu kami berharap game ini akan sukses besar karena kami ingin menciptakan gaming environment yang lancar dan lebih bersahabat bagi para gamer lokal agar mereka dapat merasakan gaming experience yang terbaik yang bisa mereka dapatkan.

15. DivoSaga sebelumnya dikenal dengan nama Wartune, kenapa namanya dirubah? Apakah hanya untuk pasar Indonesia saja?

Wartune sebenarnya adalah judul untuk region Eropa sementara untuk region Asia kami menggunakan nama DivoSaga.

CEO&Co-Founder—Mr.William Chan

Masih penasaran seperti apa game DivoSaga itu? Simak trailernya berikut ini! Nah jika sudah tertarik dan ingin langsung memainkannya, klik disini!


SHARE
Previous articleGamescom 2013: Penjelasan Dual Mode dan Kontrol Menggunakan Smartphone dalam Beyond: Two Souls
Next articleGamescom 2013: Kembalinya Sazh Katzroy di Lightning Returns: Final Fantasy XIII!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.