Gamescom 2013: Tom Clancy’s The Division Juga Untuk PC, Microsoft Amankan Konten Eksklusif Untuk Xbox One

Ubisoft pertama kali mengkonfirmasikan Tom Clancy’s The Division pertengahan Juni lalu selama E3 2013. Dikembangkan Ubisoft Massive, The Division direncanakan menjadi versi massively multiplayer online dengan dunia open-world RPG dari dunia Tom Clancy untuk Xbox One, PlayStation 4 dan yang baru dikonfirmasikan selama Gamescom, PC Windows. Kenapa untuk next-gen? Karena melalui The Division ini untuk pertama kalinya Ubisoft menerapkan engine baru, Snowdrop yang memang dikembangkan khusus untuk memperkuat konsol next-gen, termasuk PC yang memang secara hardware cukup fleksibel.

Berbeda dengan tipikal RPG online yang kita kenal dengan setting dunia khayalan, seperti seri game utamanya, The Division mengangkat setting dunia real, tepatnya New York, di tengah dunia yang dilanda dilanda wabah penyakit global selama tiga minggu, dimulai ketika Black Friday, atau pada 29 November. Karena wabah tersebut, Amerika Serikat langsung kacau hanya dalam waktu 5 hari. Kamu menjadi bagian dari sekelompok tim yang disebut “Strategic Homeland Division (SHD)”, atau cukup disingkat “Division”, beranggotakan para agen yang dilatih untuk beroperasi secara individu. Kelompok ini dibentuk untuk melawan ancaman, dan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan apa saja yang tersisa dan juga peradaban (loot atau manusia yang selamat), di tengah situasi massive multiplayer online, sehingga karaktermu bisa saja akan bertarung melawan pemain lain, atau musuh yang dikendalikan AI.

Berbeda seperti tipikal game massively online lainnya, dalam The Division tidak ada class yang sudah ditentukan. Kamu bisa memasangkan skill ke karakter mereka jika dirasa skill tersebut cocok, dan skill tersebut bisa diubah dengan skill lainnya. Sehingga di sini kita bebas menjadikan karakter sebagai healer atau tanker, bergantung situasi. Permainannya sendiri bisa berbasis kerjasama koperatip (bebas masuk dan keluar kapan saja untuki co op), atau karakter beradu PVP tanpa harus meninggalkan dunia game. Sistem ekonomi “black-market” juga disiapkan agar pemain bisa membuat senjata dan item, dan saling bertukar dengan karakter lain.

Untuk mendukung permainan utama, Ubisoft juga menyiapkan aplikasi mobile yang memungkinkan pemain memasiki permainan kapan saja menggunakan karakter sebuah drone. Melalui drone tersebut, kamu bisa membantu karaktermu dengan heal atau buffs, tag dan debuff musuh, dan bahkan juga bisa men-summon serangan misil. Robot ini juga bisa berperan lebih (khususnya ketika bermain co op) dengan menjelajahi lingkungan untuk melihat keadaan (melalui tampilan bird’s eye dari peta game yang saat ini berjalan), posisi musuh, dan banyak lagi fungsinya. Drone dibuat dengan status berbeda dengan karakter utamamu, bisa dikustomisasi, memiliki sistem progress sendiri, sehingga menuntut kita juta rajin memainkan The Divisions melalui perangkat mobile.

Selama Gamescom 2013 kemarin, Microsoft juga mengungkapkan bahwan The Division versi Xbox One akan datang dengan konten eksklusif, walaupun sayang belum diungkapkan apa saja konten eksklusifnya. Sejauh ini Sony sudah berhasil membuat Ubisoft memberikan konten khusus untuk Assassin’s Creed 4: Black Flag dan Watch_Dogs untuk PS3 dan PS4. Dengan langkah Microsoft ini, seharusnya pemilik Xbox One juga lega, karena konsol mereka masih bisa dibanggakan untuk urusan konten eksklusif dibandingkan rivalnya.

Tom Clancy’s The Division – E3 Breakdown Trailer

Tom Clancy’s The Division – E3 Gameplay

Companion Gaming Trailer – Gamescom 2013 I Tom Clancy’s The Division [US]

Announcement regarding Tom Clancy’s The Division on PC


SHARE
Previous articleGamescom 2013: Microsoft Demokan Fitur Scan Wajah untuk Kinect 2.0 Milik Xbox One!
Next articleNonton Yuk: Konferensi Pers Selama Gamescom 2013
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.