‘Breaking the Gamers Limits’ Menjadi Tema Indonesia Game Show 2013

Bertempat di Tee Nine Lounge, Thamrin Nine, siang ini GameStation dan Rapture Gaming menyelenggarakan press conference menyambut Indonesia Game Show (IGS) 2013. Seperti tahun lalu, pameran game terbesar di Indonesia ini akan menghadirkan berbagai acara seperti seminar, talk show, pertandingan game tingkat internasional, penghargaan untuk developer lokal, dan lain-lain.

Press conference ini menghadirkan Wendy Chandra, CEO PT. Megindo Tunggal Sejahtera, dan Hermawan Sutanto, Marketing Director Intel Indonesia. Keduanya berbagai visi dan misi yang diusung IGS tahun ini. “Kami ingin Indonesia punya event khusus untuk industri game. Seperti di Jepang dengan TGS dan Cina dengan G-Star. Kami ingin IGS menjadi penghubung untuk publisher maupun developer game,” papar Wendy Chandra.

Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Breaking the Gamers Limits, highlight utama IGS 2013 adalah kejuaraan-kejuaraan game internasional, seperti World Cyber Game (WCG) 2013, yang menghadirkan kompetisi game Crossfire berhadiah total senilai Rp 350.000.000 dan tiket menuju WCG Grand Final di Kunshan, China. Juga ada Electronic Sport World Cup (ESWC) 2013 Road to Paris, yang disponsori oleh MSI. ESWC ini akan mempertandingkan DOTA 2. Hadiah yag diperebutkan adalah Rp.10.000.000 dan tiket menuju ESWC Grand Final di Paris. Lalu juga ada ACG 2013 Road to MSI Beat IT Tournament, yang akan mengadu akurasi game Counter Strike Global Offensive. Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan hadiah berupa tiket menuju Grand Final di Shanghai, China.

Kemudian juga ada berbagai kegiatan menarik, seperti LINE Game Competition dan Game Developer Award. Untuk kegiatan terakhir ini, IGS akan membagi game developer menjadi dua kategori. Yang pertama adalah game developer profesional, dan berikutnya untuk level entry pemula. Hingga artikel ini ditulis, sudah ada lebih dari 70 game yang didaftarkan di Game Developer Award.

“Kami ingin menunjukkan pada publik, bahwa kita ini sebetulnya bisa membuat game sendiri. Banyak sekali talent-talent pembuat game hebat yang bekerja di luar negeri. Saya ingin mereka balik pulang dan kita buat game di Indonesia,” ujar Wendy Chandra. Tentunya semangat ini perlu didukung oleh banyak pihak.

Sayangnya dalam IGS tahun ini juga belum ada event yang mampu menghubungkan industri dan bisnisnya. Wendy Chandra menjanjikan bahwa sesi business-to-business (b2b) seperti di event-event game internasional akan diselenggarakan di IGS tahun depan. Tentu saja pihak IGS juga akan mengundang perusahaan-perusahaan game dari luar negeri.

Untuk info lebih langkap tentang IGS, silakan klik link berikut. Tandai kalendermu, karena IGS akan diselenggarakan pada tanggal 6 – 8 September 2013 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Sampai ketemu di sana.


SHARE
Previous articleGamescom 2013: Sutradara Ryan Barnard Beberkan Setting dan Gameplay Tom Clancy’s The Division
Next articleTiga Karakter Baru Siap Menemani Kazuma Kiryu di Yakuza: Ishin
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.