Masa Depan PlayStation Vita. Bagaimana Kabarnya Pasca Rumor Redesign dan Pemotongan Harga?

Apakah Sony PS Vita sudah waktunya mendapatkan penerus? Sebelum Gamescom 2013 berlangsung, sebuah website bernama TheMagicBox membuat rumor yang berisi detail bahwa Sony sedang menyiapkan desain baru PS Vita. Steelah diselidiki, rupanya rumor tersebut sekadar hoax belaka. Lagian dengan duet PS4 dan PS Vita, kami yakin penggemar PlayStation masih belum membutuhkan penerus PS Vita.

Mungkin kamu melewatkan rumor tersebut, MagicBox menyebutkan jika mereka mendapatkan informasi dari koran Jepang Toyo Keizai. Harian tersebut menyebutkan bahwa Sony berniat mengumumkan model baru PS Vita September ini sebelum Tokyo Game Show. Model dengan kode PCH-2000 tersebut menggunakan layar 6.3-inchi berbahan OLED yang diproduksi Samsung, atau lebih besar dari layar saat ini yang 5-inchi), namun resolusinya masih tetap sama, 960 x 544-pixel. Kapasitas memory RAM ditingkatkan menjadi 1GB dari 512MB untuk membuat lebih banyak program berjalan di background. Sony tidak meningkatkan alokasi memory yang diberikan untuk game, sehingga game lama dan baru masih bisa dijalankan di PS Vita baru ini. Selain itu, desain PS Vita baru ini akan dibuat mirip dengan konsep desain PS4.

Menjadi hoax, karena tidak ada koran bernama Toyo Keizai di Jepang. Dan sejak ketahuan hoax, post tersebut langsung dihapus dari MagicBox… Well, dengan keadaan PS Vita saat ini yang sebenarnya sudah mulai bergerak naik, game yang dikonfirmasikan untuknya juga bertambah, dan yang terpenting, secara hardware PS Vita kemampuannya justru 2 – 4 kali dibandingkan rival terdekatnya, Nintendo 3DS atau bahkan Nintendo 2DS yang baru saja dikonfirmasukan. Memang handheld Nintendo masih lebih laku karena banyaknya ikon video game yang eksklusif, dan dari segi hiburan video game, harus diakui perpustakaan 3DS dan juga 2DS lebih besar. Namun apakah itu menjadi satu alasan untuk Sony segera menghadirkan penerusnya? Seharusnya tidak.

Strategi Penurunan Harga Memory dan Sistem

Selain game yang tidak sebanyak 3DS pilihannya, handheld Sony juga menderita karena dianggap lebih mahal dan eksklusif. Memory card-nya yang format propietary Sony saat itu ditawarkan dengan harga yang sangat mahal. Yang original Sony, harganya bisa 4 kali lipat kapasitas memory yang sama dengan format lain. Sony sendiri yang paham juga sudah menurunkan harga kartu memory PS Vita, walaupun hanya sekitar 20% saja. Penurunan harga kartu memory tersebut bersamaan dengan langkah mereka memotong harga handheld tersebut, dan kini dijual hanya US $199.99 saja. Itu adalah jurus kedus Sony untuk menggairahkan penjualan PS Vita, setelah awal tahun ini mereka mengumumkan PS4 dengan satu fitur hebat yang dijamin akan membuat para pengguna konsol tersebut tertarik memainkannya menggunakan PS Vita, yaitu Remote Play.

Remote Play dipastikan mampu memainkan semua game PS4, ditegaskan oleh Shuhei Yoshida.

Remote Play Menjadi Ujung Tombak

Selain mulai banyak banyak game yang juga dikonfirmasikan bakal dikembangkan untuk PS Vita, seperti Borderlands 2, Murasaki BabyKillzone Mercenary hingga yang unik seperti Tearaway, Remote Play menjadi senjata andalan Sony untuk mendongkrak penjualan handheld tersebut. Remote Play memungkinkan hampir semua game PS4 dimainkan melalui handheld tersebut, ketika kita jauh dari konsol, dimana saja, kapan saja. Prinsipnya di sini adalah membuat game PS4 juga se-mobile game-game iOS, Android atau Windows Phone, memanfaatkan layanan cloud Gaikai, game PS4 bisa dimainkan secara streaming melalui PS Vita, entah melalui koneksi WiFi lokal (jika kamu masih berada di sekitar PS4), atau melalui koneksi internet mobile dengan jaringan GSM 3G dan hotspot WiFi. Bisa kamu baca di sini, atau di sini dan dari sini mengenai Remote Play.

Jika benar sesuai janji Sony semua game PS4 perlu memasukkan opsi Remote Play tersebut berhasil, maka seharusnya dengan harga barunya justru menjadi kesempatan terbaik kita mulai meminang PS Vita. Ditambahkan Sony melalui Gamescom, game PS4 yang bisa dikendalikan menggunakan PS Vita ini ketika kamu pause permainannya di PS4, bisa kamu lanjutkan di PS Vita sambil mobile. Selain itu, Sony juga bekerjasama dengan developer untuk menyiapkan fitur spesifik PS Vita yang disisipkan ke dalam game, dan membuat handheld tersebut menjadi “layar kedua” seperti halnya GamePad-nya Nintendo Wii U. Seperti apa sih Remote Play? Bisa kamu lihat video berikut:

Senjata Rahasia Sony Untuk PS Vita

Selain itu, meskipun belum diungkapkan pasti, namun Sony dikabarkan berusaha membuat PS Vita ini bisa menghidupkan PS4 dari mode stand-by mode, dari mana saja ketika kita sedang mobile. Nah kan, sepertinya ini jawaban kenapa Sony rela membuat versi 3G handheld ini harganya pun sama dengan versi WiFi-nya. Fitur ini sebenarnya sedikit disinggung Sony pada pernyataan media mereka selama Gamescom 2013 kemarin, bahwa Remote Play PS Vita mampu membangunkanPS4 dalam kondisi standby mode. Pada kesempatan lain melalui akun twitter-nya, president Worldwide Studios Sony Computer Entertainment Shuhei Yoshida (dia ini mendemokan antar muka PS4 dengan cara yang keren selama Gamescom, bisa kamu lihat di sini videonya) memastikan lagi fitur tersebut, kemarin Yoshida menjawab salah satu pertanyaan apakah bisa kita secara mobile mengaktifkan PS4. Berikut kutipan status twitter-nya

Ya benar, seperti smartphone dan tablet, PS Vita juga bisa mengaktifkan PS4 dari kondisi standby! Dan karena identiknya software PS Vita dan PS4, khususnya interface-nya, apakah nantinya kita juga bisa mengendalikan dashboard PS4 secara mobile? Jika benar bisa, maka Remote Play keduanya adalah dynamic duoterbaik dalam dunia game. Oh ya, jangan lupakan juga jurus Sony lainnya, yaitu Cross Buy. Dengan yang satu ini, seandainya kamu membeli game yang juga dirilis untuk PS3 dan PS Vita, cukup membayar versi PS Vita-nya saja misalnya (karena harganya lebih murah), maka kamu juga bisa memainkan versi PS3-nya langsung (tentu saja setelah men-downloadnya melalui PSN. Sayang jurus yang satu ini jarang terlihat dalam setiap manuver Sony, dan hanya beberapa game saja yang mendukungnya, seperti Sly Cooper dan Ratchet & Clank (yah, itu game first party-nya Sony).

Dan Inilah “Limit Break”-nya Sony, Bundle PS4 & PS Vita Seharga Xbox One!!

Jika Remote Play menjadi senjata terbaik Sony untuk mendongkrak penjualan PS Vita, dan mengaktifkan PS4 senjata rahasia, lantas apakah ada senjata ultimate untuk membuat PS Vita lebih laku di pasaran? Ada! Meskipun masih rumor, Sony berencana menyiapkan bundle PS4 dan PS Vita akhir tahun ini, dengan harga yang sebenarnya tidak masuk akal, yaitu hanya US $500 saja! Itu menjadikan harga PS Vita dalam bundle tersebut menjadi hanya sekitar 1 jutaan saja, sekaligus setara dengan harga yang ditawarkan Microsoft untuk Xbox One!

Jika benar, Microsoft sepertinya perlu memikirkan satu langkah lain untuk meng-counter-nya, dengan membuat handheld game mereka mungkin, atau menggratiskan sebuah Windows Phone dalam paket pembelian Xbox One, sehingga kita bisa menikmati Microsoft Surface langsung out-of-the-box! Karena jika benar itu terjadi, penulis tidak bisa membayangkan betapa larisnya bundle tersebut, dan betapa larisnya PS Vita, dan bertapa developer game akan tertarik mengembangkan game untuknya dengan makin banyaknya jumlah PS Vita di pasaran.

PS Vita Dapatkan Second Life, Dengan Menjadi Second Screen Bagi Ps4

Agak aneh memang, tahun lalu handheld ini sebenarnya kurang laku, gamenya minim, dan walaupun secara hardware sangat superior, bahkan dibandingkan smartphone atau tablet termahal sekalipun, entah kenapa PS Vita kurang menarik bagi yang doyan menikmati game mobile. Namun justru dengan beberapa trik baru, Sony seharusnya malah bisa mem-push brand PlayStation mereka untuk mendominasi pasaran seperti kita kenal satu dekade lalu melalui PS Vita. Jelas PS Vita, karena dia yang keluar rumah dibawa kemana-mana oleh siapa pun yang menikmati Remote Play-nya PS4, karena itulah PS Vita bisa menjadi duta pengenalan brand PlayStation.

Kembali pada pertanyaan di awal artikel, apakah PS Vita sudah waktunya mendapatkan redesign dan dirilis penerusnya? Setelah memaparkan beberapa jurus Sony di atas, jawabannya jelas, BELUM WAKTUNYA!