Duniaku INAICTA Showcase: Altermyth

Kilas balik sekitar sepuluh tahun yang lalu, hampir tidak ada studio game yang eksis di industri game Indonesia. Industri game Indonesia, terutama untuk studio game tidak semarak seperti saat ini. Namun, di tengah kekeringan studio game yang ada di Indonesia, empat orang yang terdiri dari Wong Lok Dien, Marlin Sugama, Andi Martin dan Satya Hody memutuskan untuk membuat sebuah game yang akan diikutsertakan dalam sebuah kompetisi desain game di majalah.

Singkat cerita, pada saat banyak orang Indonesia yang ragu bahwa Indonesia bisa membuat sebuah studio game, akhirnya pada tahun 2003 Altermyth resmi berdiri. Karya mereka yang pertama, Inspirit Arena berhasil membuka mata orang Indonesia, bahwa Indonesia bisa membuat sebuah game 3D yang mumpuni, bahkan saat itu game 3D ini dikembangkan untuk mobile. Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, satu per satu dari pendiri Altermyth mulai mengundurkan diri dan menyisakan Wong Lok Dien saja yang akhirnya membesarkan Altermyth hingga seperti sekarang ini.

Altermyth saat ambil bagian dalam Game Developers Gathering 2013 bulan Mei lalu

Nama Altermyth juga akhirnya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia kala mendapatkan kepercayaan dari Square Enix Jepang untuk melokalisasi Final Fantasy untuk mobile ke dalam bahasa Indonesia. Selama berkiprah lebih dari sepuluh tahun di industri game Indonesia, Altermyth sudah menciptakan ratusan game untuk berbagai macam platform, mulai dari desktop, browser, game sosial hingga untuk mobile sekalipun. Bahkan, pertengahan tahun ini, Altermyth bersinergi dengan Pandawa untuk membentuk Altermyth Pandawa yang bergerak dalam bidang publishing game. Sayap bisnis Altermyth pun semakin melebar dengan pembentukan platform game Nampol yang berisi berbagai macam game yang bisa dinikmati untuk platform mobile termasuk dengan sistem pembayarannya yang terintegrasi.

Dalam Duniaku INAICTA Showcase yang mulai berlangsung hari ini, Altermyth menampilkan satu game untuk browser dan mobile menggunakan engine Unity 3D yang diberi nama dengan Big Bang Kaboom. Big Bang Kaboom adalah sebuah game 3D top down shooter yang bertema pertempuran antar tank yang akan mengajakmu bernostalgia dengan era arcade 90-an lalu. Dalam game ini kamu diharuskan menjalankan misi untuk menghancurkan semua tank yang sudah mendapatkan pengaruh virus komputer. Game ini memiliki level yang tidak terbatas dan berbagai macam bentuk tank yang bisa dikustomisasi. Kamu juga diberikan kebebasan untuk meng-upgrade tank-nya dengan cara membelanjakan Tech Point yang didapatkan di permainan atau membeli P-Coin (Pandawa Coin). Selain itu Tech Point digunakan untuk mendapatkan persenjataan, badan tank, dan assesoris pendukung juga warna (skin) sesuai keinginan.  

Fitur dalam game ini adalah achievement, variasi senjata, variasi assesoris, dan variasi skin. Kamu juga ditawarkan dengan 3 Stage permainan, yang akan bisa dibuka setelah mengalahkan Boss dari Stage tersebut.   Game ini adalah jenis arcade untuk berbasiskan web dan mobile phone. Pemain yang tanknya hancur di permainan bila ingin melanjutkan permainan dapat menggunakan Tech Point atau menggunakan Pandawa Coin yang terintegrasi dengan platform pembayaran lokal yaitu Nampol.net. 

Tertarik untuk mencoba game Big Bang Kaboom? Kamu sudah bisa mencoba versi browser-nya yang beralamat di link ini. Selain Big Bang Kaboom, kamu juga bisa menjajal beberapa game buatan Altermyth lainnya seperti Pancipon Fishing yang review-nya bisa kamu baca di artikel ini atau Legend of Majumaru yang sudah hadir di berbagai macam platform termasuk BB 10. Duniaku INAICTA Showcase sendiri sudah dimulai hari ini bersamaan dengan babak penjurian akhir dari INAICTA 2013. Ingin tahu keseruan dan juga game-game yang dipamerkan dalam Duniaku INAICTA Showcase? Tunggu liputan selanjutnya dari Duniaku ya!