INAICTA 2013: Peran Media Game Di Indonesia

Untuk sesi conference berikutnya, ada Robi Baskoro, salah satu founder dari Duniaku.net yang berbagi pengalaman serta pemikiran-pemikiran mengenai perkembangan media, terutama media game di Indonesia. Media merupakan salah satu unsur penting dalam industri game, tanpa ada media maka industri ini tidak akan berjalan, karena gamer tidak akan mendapatkan informasi apa-apa mengenai segala sesuatu yang terjadi di dunia game.

Robi melihat bahwa sesungguhnya perkembangan media sejalan dengan perkembangan tekhnologi. Jika melihat ke belakang, setiap muncul tekhnologi baru, seperti radio, televisi serta internet, media pun akan langsung berasimilasi dengan tekhnologi tersebut. Singkatnya, news is about technology. Saat ini, kita sedang mengalami masa transisi besar-besaran. Pada tahun 2000-an, sumber informasi utama adalah internet. Namun untuk mengaksesnya tidak lah mudah, terutama bagi negara-negara seperti Indonesia. Kita harus terlebih dahulu pergi ke warnet karena biaya yang harus dikeluarkan untuk memasang jaringan internet sangat lah mahal. Begitu pun untuk bermain game, terutama game online, tidak banyak warga Indonesia yang berkesempatan mencicipi game sejenis MMO. Satu-satunya game MMO dulu, yang berjudul Nexian, hanya berhasil ‘memecahkan’ rekor dimana orang yang bermain di saat yang bersamaan berjumlah 800 player. Hal ini menunjukkan akses informasi terhadap game masih belum begitu terlihat.

Saat ini, yang menjadi sumber informasi memang belum berubah dari internet, hanya saja cara mendapatkannya yang berubah. Sekarang, orang cenderung mencari informasi melalui social media atau online magazine. Terdapat data yang menarik dimana portal berita seperti Detik.com dapat menghasilkan artikel sebanyak 100 buah per-hari dan dibaca oleh jutaan orang. Sementara itu, bagi media yang khusus bergerak di industri game, untuk mencapai angka yang sama dibutuhkan waktu sekitar 13 hari. Tidak hanya itu saja, kebanyakan media game di Indonesia pun masih menyadur berita dari luar negeri sementara porsi untuk berita lokal masih sedikit.

Hal ini perlu dirubah karena jika industri game nasional ingin maju, mereka harus terus menerus diangkat ke dalam berita. Sebenarnya pun dari data traffic yang ada, pembaca lokal banyak yang tertarik dengan berita-berita yang sifatnya berasal dari dalam negeri tersebut. Media pun tidak mungkin besar jika tidak ada yang membacanya dan sekali lagi, tanpa media yang benar-benar berkualitas maka industri game pun tidak akan berkembang.Oleh karena itu, ketiga aspek ini, developer (pelaku kreatif), media serta end user, dalam hal ini gamer, adalah satu rangkaian yang saling terkait dan tidak terpisahkan. Jadi, dukung terus majunya media game nasional ya!


SHARE
Previous articleOne Piece: Pirate Warriors 2, Makin Banyak Musuh yang Siap Ditaklukkan!
Next articleINAICTA 2013: Memasuki Industri Game Di Indonesia
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.